Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Ternyata Derajat Syukur Lebih Tinggi dari Takwa, Benarkah?

Ali Mustofa • Kamis, 28 Agustus 2025 | 22:41 WIB

Ilustrasi orang yang bersyukur dalam hidup.
Ilustrasi orang yang bersyukur dalam hidup.

RADAR KUDUS – Banyak orang mencari rahasia hidup bahagia, padahal jawabannya ada dalam satu kata sederhana: syukur.

Dalam bahasa Arab, syukur berarti membuka dan menampakkan nikmat, sedangkan lawannya, kufur, artinya menutup dan menyembunyikan.

Hakikat bersyukur bukan sekadar mengucapkan “alhamdulillah”, tetapi juga memanfaatkan nikmat Allah SWT di jalan yang benar serta mengingat Sang Pemberi dengan penuh kebaikan.

Baca Juga: Menggali Pesan Surat Al-Ashr tentang Pentingnya Perbuatan Baik

Al-Qur’an menegaskan dalam Surah Luqman ayat 12.

Artinya: “Bersyukurlah kepada Allah. Dan barang siapa yang bersyukur, maka sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya sendiri.”

Dengan kata lain, orang yang bersyukur sebenarnya sedang menenangkan jiwanya sendiri.

Penelitian modern pun menunjukkan bahwa rasa syukur dapat meningkatkan kebahagiaan, optimisme, dan kepercayaan diri. Bahkan, syukur bisa mengurangi stres, kecemasan, hingga depresi.

Namun, tahukah Anda? Dalam Islam, syukur justru menempati derajat tertinggi dalam tingkatan iman.

Urutannya begini. Setelah muslim, mukmin, muhsin, mukhlis, dan muttaqin, barulah seseorang bisa mencapai level syakur.

Baca Juga: Cara Mengenal Diri Sendiri untuk Mengenal Sang Pencipta, Ini Ulasannya!

Allah SWT sendiri mengingatkan dalam Surah Saba ayat 13. Artinya: “Dan sedikit di antara hamba-hamba-Ku yang syakur (mau berterima kasih).”

Oleh karena itu, mencapai derajat syukur bukan hal mudah. Hanya mereka yang benar-benar menyadari bahwa segala sesuatu datang dan kembali kepada Allah SWT yang bisa mencapainya.

Tanpa kesadaran itu, seseorang akan sulit tawakal, susah sabar, hingga akhirnya gagal bersyukur.

Lantas, sudahkah kita menjadi hamba yang bersyukur? Ataukah masih sekadar muslim biasa yang belum naik tingkat keimanan?

Editor : Ali Mustofa
#hidup bahagia #syukur #Tawakal #Allah SWT #takwa