RADAR KUDUS - Rabu Wekasan sudah lama dikenal dalam tradisi Islam di Nusantara sebagai momen istimewa untuk memanjatkan doa serta melakukan amalan tertentu demi memohon perlindungan dari marabahaya.
Istilah ini merujuk pada Rabu terakhir di bulan Safar dalam kalender Hijriah, yang oleh sebagian masyarakat dipercaya sebagai waktu turunnya banyak bala atau musibah.
Tahun ini, Rabu Wekasan jatuh pada 20 Agustus 2025 bertepatan dengan 26 Safar 1447 Hijriah. Menyambut momen tersebut, sejumlah umat Muslim melaksanakan sholat sunnah yang dikenal sebagai sholat tolak bala.
Amalan ini dilakukan dengan penuh harap agar Allah SWT memberikan perlindungan dan keselamatan.
Baca Juga: Doa Tolak Bala di Rebo Wekasan: Menggali Makna, Amalan, dan Hikmah di Baliknya
Sejarah dan Makna Rabu Wekasan
Rabu Wekasan bukanlah istilah yang berasal langsung dari Al-Qur’an maupun hadis, melainkan berkembang melalui tradisi Islam di Indonesia, khususnya di kalangan masyarakat Nahdlatul Ulama (NU).
Sejak dulu, Safar sering dianggap sebagai bulan penuh cobaan. Untuk itu, umat dianjurkan memperbanyak doa, zikir, sedekah, hingga sholat sunnah agar terhindar dari musibah.
Meski sebagian ulama memandang Rabu Wekasan lebih pada tradisi, pelaksanaannya tidak bertentangan dengan ajaran Islam.
Sebab, pada hakikatnya, sholat sunnah, doa, dan istighfar adalah bentuk ibadah yang dianjurkan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT kapan pun waktunya.
Bacaan Istighfar Sebelum Sholat
Sebelum menunaikan sholat sunnah tolak bala, jamaah dianjurkan untuk membaca istighfar terlebih dahulu sebagai bentuk permohonan ampun. Bacaan istighfar ini diambil dari riwayat ulama salaf:
اَسْتَغْفِرُالله الْعَظِيمْ اَلَّّذِيْ لَاإِلَهَ إلاَّ هُوَالْحَىُّ الْقَيُّومُ وَاَتُوبُ إِلَيْهِ
Artinya: “Saya memohon ampun kepada Allah Yang Maha Agung, tiada Tuhan selain Dia, Yang Maha Hidup, Yang terus-menerus mengurus makhluk-Nya. Saya bertaubat sebagai seorang hamba yang penuh kesalahan, yang tidak mampu memberi mudarat atau manfaat bagi dirinya sendiri, juga tidak kuasa atas kematian, kehidupan, maupun kebangkitan.”
Dengan istighfar tersebut, hati diharapkan menjadi lebih tenang dan bersih saat melaksanakan sholat sunnah.
Niat Sholat Tolak Bala
Sholat ini dilaksanakan sebanyak dua rakaat. Niat sholat tolak bala dapat diucapkan dalam hati atau dilafalkan sebagai berikut:
أُصَلِّيْ سُنَّةً رَكْعَتَيْنِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Latin: Ushallî sunnatan rak‘ataini lillâhi ta‘âlâ.
Artinya: “Saya niat sholat sunnah dua rakaat karena Allah Ta‘ala.”
Tata Cara Sholat Tolak Bala
Sholat tolak bala pada dasarnya dilakukan sebagaimana sholat sunnah dua rakaat biasa. Namun, ada beberapa amalan tambahan dalam bacaan surah setelah Al-Fatihah, yaitu:
-
Membaca niat sholat sunnah dua rakaat.
-
Takbiratul ihram.
-
Membaca Al-Fatihah.
-
Rakaat pertama: membaca surat Al-Kautsar sebanyak 17 kali, Al-Ikhlas 5 kali, serta Al-Falaq dan An-Nas masing-masing satu kali.
-
Melanjutkan rukun sholat seperti biasa: rukuk, iktidal, sujud, duduk di antara dua sujud, dan sujud kedua.
-
Rakaat kedua: setelah Al-Fatihah, mengulang bacaan surah seperti rakaat pertama.
-
Duduk tasyahud akhir.
-
Salam.
Amalan tersebut diyakini sebagai ikhtiar rohani untuk memperkuat doa agar dilindungi dari musibah.
Baca Juga: Benarkah Rebo Wekasan Hari Turunnya Bala? Begini Penjelasan Mbah Maimoen
Doa Setelah Sholat
Setelah salam, umat dianjurkan untuk memperbanyak doa, termasuk membaca kembali istighfar yang telah disebutkan.
Doa tersebut berisi permohonan ampun, harapan dijauhkan dari kesulitan, serta diberi kekuatan menghadapi cobaan hidup.
Doa yang dipanjatkan di Rabu Wekasan bukan sekadar rutinitas, melainkan sarana untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT. Sebab, setiap doa yang diucapkan dengan penuh keyakinan, insyaAllah akan menjadi bagian dari jalan keselamatan.
Hikmah dari Amalan Rabu Wekasan
Lebih dari sekadar ritual, sholat tolak bala di Rabu Wekasan mengajarkan beberapa hikmah:
-
Menguatkan spiritualitas. Umat diingatkan bahwa segala cobaan hanya bisa ditolak dengan pertolongan Allah SWT.
-
Meningkatkan kepedulian sosial. Selain sholat, banyak umat yang melengkapi amalan ini dengan sedekah sebagai wujud solidaritas.
-
Meningkatkan kesadaran diri. Dengan memperbanyak istighfar, seorang Muslim diingatkan untuk introspeksi atas segala dosa yang diperbuat.
-
Menjaga tradisi. Amalan Rabu Wekasan menjadi bagian dari kearifan lokal yang mengakar di masyarakat Muslim Indonesia.
Kesimpulan
Rabu Wekasan tahun ini bertepatan dengan 20 Agustus 2025 atau 26 Safar 1447 H. Momen ini dimanfaatkan umat Muslim untuk memperbanyak doa, istighfar, serta melaksanakan sholat sunnah tolak bala.
Sholat dua rakaat ini diawali dengan niat, dilanjutkan bacaan surah tertentu setelah Al-Fatihah, lalu ditutup dengan doa agar dijauhkan dari musibah.
Meski berangkat dari tradisi, amalan ini tetap relevan sebagai wujud penghambaan kepada Allah SWT. Pada akhirnya, inti dari ibadah adalah mendekatkan diri kepada Sang Pencipta dengan penuh keikhlasan.
Editor : Mahendra Aditya