Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Rahasia Puasa Tasua & Asyura yang Jarang Diketahui! Dosa Setahun Bisa Terhapus, Ini Arti dan Makna Mendalamnya!

Mahendra Aditya Restiawan • Kamis, 3 Juli 2025 | 17:25 WIB

 

ILUSTRASI Puasa.
ILUSTRASI Puasa.

RADAR KUDUS - Bulan Muharam tidak sekadar penanda tahun baru dalam kalender Hijriah. Ia juga membuka pintu spiritualitas yang luas bagi umat Islam.

Di antara banyak amalan sunah yang dianjurkan, puasa Tasua dan Asyura termasuk yang paling istimewa. Bukan hanya karena pahala besarnya, tetapi karena sejarah dan makna yang menyertainya sangat dalam.

Puasa ini dilaksanakan pada tanggal 9 dan 10 Muharam, dua hari yang dianggap memiliki nilai spiritual dan sejarah yang tak ternilai.

Tapi, apa sebenarnya arti puasa Tasua dan Asyura? Dan mengapa umat Islam sangat dianjurkan untuk mengamalkannya?

Warisan Ibadah yang Lebih Tua dari Puasa Ramadan

Sejarah puasa Asyura mencatatkan bahwa jauh sebelum puasa Ramadan diwajibkan, Rasulullah SAW dan kaum Quraisy telah terbiasa menjalankan puasa pada tanggal 10 Muharam.

Praktik ini bahkan telah dikenal sejak masa jahiliyah, dan diyakini berasal dari ajaran Nabi Ibrahim AS yang masih bertahan di tengah masyarakat Makkah.

Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim, Aisyah RA menyebut bahwa sebelum datangnya kewajiban puasa Ramadan, Nabi Muhammad SAW mewajibkan umat Islam untuk berpuasa pada hari Asyura.

Namun, ketika syariat puasa Ramadan turun, puasa Asyura berubah status menjadi sunah—tetapi tetap sangat dianjurkan karena keutamaannya.

Baca Juga: Puasa Tasua & Asyura 2025: Catat Tanggal Versi Pemerintah, NU, dan Muhammadiyah! Keutamaannya Bisa Hapus Dosa Setahun! 

Makna Spiritual: Lebih dari Sekadar Menahan Lapar

Ketika Nabi SAW hijrah ke Madinah, beliau mendapati bahwa kaum Yahudi di sana juga berpuasa pada hari Asyura.

Mereka melakukannya sebagai bentuk syukur atas peristiwa diselamatkannya Nabi Musa AS dari kejaran Firaun.

Melihat hal itu, Nabi Muhammad SAW bersabda:
"Kami lebih berhak terhadap Musa dibanding mereka."

Lalu beliau pun memerintahkan umat Islam untuk ikut berpuasa pada hari itu sebagai bentuk penghormatan terhadap peristiwa besar dalam sejarah kenabian.

Namun, agar puasa Asyura tidak terkesan serupa dengan ritual agama lain, Rasulullah SAW menyatakan keinginannya untuk menambahkan satu hari sebelumnya, yakni tanggal 9 Muharam, sebagai bentuk pembeda. Inilah yang kini dikenal sebagai puasa Tasua.

Beliau bersabda:
"Jika aku masih hidup hingga tahun depan, niscaya aku akan berpuasa tanggal 9." (HR Muslim)

Meskipun beliau wafat sebelum sempat melaksanakannya, anjuran tersebut menjadi sunnah yang hidup di kalangan umat Muslim hingga kini.

Perbedaan Puasa Tasua dan Asyura

Meskipun keduanya dilakukan secara berurutan, ada perbedaan penting yang perlu dipahami:

Kedua puasa ini dilaksanakan seperti puasa sunah lainnya: menahan diri dari makan, minum, dan hal-hal yang membatalkan puasa dari terbit fajar hingga terbenam matahari.

Niat Puasa Tasua dan Asyura

Meski pelaksanaannya sama secara teknis, niat untuk masing-masing puasa tetap dibedakan:

Keutamaan Puasa Asyura: Dosa Setahun Terhapus!

Rasulullah SAW bersabda dalam hadis yang diriwayatkan Muslim:
"Aku berharap dengan puasa Asyura, Allah akan menghapus dosa-dosa tahun sebelumnya."

Ini menjadi motivasi besar bagi umat Islam untuk tidak melewatkan momen ini. Tak banyak ibadah yang dijanjikan pengampunan dosa setahun hanya dengan satu hari pelaksanaan. Maka, tak heran jika hari Asyura menjadi salah satu waktu paling dinanti bagi pecinta amal sunah.

Puasa Tasua: Simbol Identitas dan Ketaatan

Meskipun tidak dijanjikan penghapusan dosa secara eksplisit, puasa Tasua memegang peran penting sebagai pembeda identitas ibadah umat Islam.

Puasa ini menegaskan bahwa Islam memiliki cara dan semangat tersendiri dalam beribadah, tidak sekadar mengikuti tradisi yang ada.

Dengan menggabungkan puasa Tasua dan Asyura, umat Islam tak hanya mengikuti anjuran Rasul, tapi juga menyempurnakan ibadah dengan semangat kemurnian ajaran Islam.

Penutup: Kesempatan Emas di Awal Tahun

Bulan Muharam membuka tahun baru Hijriah dengan ajakan kepada umat Islam untuk kembali menyucikan diri.

Melalui puasa Tasua dan Asyura, kita diajak bukan hanya menahan lapar, tapi juga merenungi nilai-nilai sejarah, keimanan, dan identitas Islam yang sejati.

Dua hari yang tampak sederhana ini sebenarnya menyimpan kekuatan spiritual luar biasa—pengampunan dosa, kedekatan dengan para nabi, dan komitmen pada ajaran Rasulullah SAW.

Jangan lewatkan momentum ini. Niatkan dari hati, siapkan diri, dan sambut awal tahun Hijriah dengan amalan sunah yang penuh berkah. 


Topik Terkait:
#C #Puasa Tasua #Amalan Muharam #Tahun Baru Islam #Sunnah Nabi #KeutamaanPuasa #IslamicReminder #Muharram1447

Editor : Mahendra Aditya
#puasa Asyura 10 Muharam #Puasa Tasua Asyura #Tata Cara Puasa Tasua dan Asyura #puasa tasua #Kapan Puasa Asyura 2025 Dilaksanakan #puasa asyura #Keistimewan Puasa Asyura #niat puasa tasua dan asyura #Sejarah Puasa Asyura #Niat Puasa Tasua dan Asyura Arab Latin Artinya #niat puasa tasua #Niat Puasa Asyura Muharram #niat puasa asyura