RADAR KUDUS - Bulan Muharram kembali menyapa umat Islam dengan kemuliaannya. Di antara 12 bulan dalam kalender Hijriah, Muharram termasuk bulan yang paling mulia, bahkan disebut langsung sebagai “syahrullah”—bulannya Allah.
Di dalamnya tersimpan kesempatan besar bagi umat Muslim untuk meraih pahala berlimpah melalui puasa sunnah, salah satunya Puasa Asyura yang diyakini bisa menghapus dosa setahun lalu.
Lalu, kapan saja waktu terbaik untuk berpuasa di bulan Muharram tahun ini? Apa saja keutamaannya? Dan bagaimana niatnya? Simak ulasan lengkap berikut ini.
Muharram: Bulan Haram yang Penuh Keutamaan
Dalam Islam, ada empat bulan suci yang dikenal sebagai asyhurul hurum, dan Muharram adalah salah satunya.
Keistimewaan bulan ini begitu besar karena Allah melarang adanya peperangan, serta mendorong umat Islam untuk memperbanyak amal ibadah, termasuk berpuasa.
Rasulullah SAW bersabda, “Puasa yang paling utama setelah Ramadhan adalah puasa di bulan Allah, yaitu Muharram.” (HR. Muslim).
Pernyataan ini mengisyaratkan bahwa Muharram bukanlah bulan biasa. Ibadah di dalamnya mendapat balasan yang luar biasa dari Allah SWT.
Jadwal Puasa Sunnah di Bulan Muharram 1447 H (2025)
Tahun ini, 1 Muharram 1447 H jatuh pada hari Jumat, 27 Juni 2025. Berikut ini adalah daftar puasa sunnah yang dianjurkan selama bulan Muharram:
1 Muharram – Puasa Awal Tahun
-
Tanggal Masehi: Jumat, 27 Juni 2025
-
Keutamaan: Disebutkan dalam beberapa riwayat, puasa di hari pertama Muharram bisa menjadi pembuka tahun baru dengan amal saleh dan menghapus dosa selama 50 tahun (meski perlu kehati-hatian dalam menisbatkan hadits ini).
9 Muharram – Puasa Tasu’a
-
Tanggal Masehi: Sabtu, 5 Juli 2025
-
Keutamaan: Dilakukan untuk membedakan diri dari umat Yahudi yang hanya berpuasa di 10 Muharram.
10 Muharram – Puasa Asyura
-
Tanggal Masehi: Minggu, 6 Juli 2025
-
Keutamaan: Rasulullah SAW bersabda, “Puasa Asyura, aku berharap kepada Allah agar dihapuskan (dosa) setahun sebelumnya.” (HR. Muslim)
11 Muharram
-
Tanggal Masehi: Senin, 7 Juli 2025
-
Keutamaan: Disunnahkan untuk menambah satu hari setelah Asyura agar tidak menyerupai kebiasaan kaum Yahudi yang hanya berpuasa pada 10 Muharram.
13–15 Muharram – Puasa Ayyamul Bidh
-
Tanggal Masehi: Rabu–Jumat, 9–11 Juli 2025
-
Keutamaan: Puasa pertengahan bulan Hijriah yang rutin dilakukan Nabi SAW. Pahalanya setara dengan puasa sepanjang tahun.
Puasa Senin dan Kamis
-
Puasa rutin yang tetap dianjurkan di bulan Muharram sebagai bagian dari ibadah sunnah mingguan.
Bacaan Niat Puasa Sunnah Muharram
Niat merupakan bagian penting dalam ibadah puasa. Untuk puasa sunnah di bulan Muharram, niat bisa dilafalkan seperti berikut:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ مُحَرَّمَ لِلَّهِ تَعَالَى
“Nawaitu shauma ghadin ‘an adā’i sunnati Muharram lillāhi ta‘ālā.”
Artinya: “Saya niat puasa sunnah Muharram esok hari karena Allah Ta’ala.”
Niat ini bisa dibaca di malam hari atau sebelum masuk waktu Subuh.
Mengapa Harus Puasa di Bulan Muharram?
✅ Menghapus Dosa
Puasa Asyura memiliki keistimewaan besar karena dapat menghapus dosa-dosa kecil selama satu tahun sebelumnya.
✅ Meraih Cinta Allah
Semakin banyak ibadah sunnah yang dilakukan, semakin besar pula peluang untuk mendapatkan rahmat dan ridha dari Allah SWT.
✅ Memperbanyak Amal Awal Tahun
Memulai tahun Hijriah dengan ibadah adalah bentuk syukur dan harapan akan keberkahan sepanjang tahun.
Catatan Penting
Meskipun jadwal di atas merujuk pada kalender Hijriah tahun 1447 H, penetapan awal bulan bisa berbeda tergantung rukyatul hilal di masing-masing wilayah.
Untuk memastikan, sebaiknya cek kalender resmi dari Kementerian Agama atau otoritas keagamaan setempat.
Kesimpulan
Bulan Muharram adalah momen emas untuk memperkuat ibadah dan memperbaiki diri. Dari puasa Asyura yang menghapus dosa, hingga puasa Tasu’a yang menyempurnakan amalan, semua menawarkan pahala yang luar biasa.
Jangan sia-siakan kesempatan ini—jadikan Muharram sebagai momentum spiritual untuk membuka lembaran baru dengan amal kebaikan.
Editor : Mahendra Aditya