RELIGI - Bulan Dzulhijjah adalah salah satu bulan yang paling istimewa dalam Islam, terutama 10 hari pertamanya, yang disebut-sebut sebagai hari-hari paling utama dalam setahun. Dalam bulan ini terdapat banyak amalan yang sangat dianjurkan, baik untuk yang berhaji maupun yang tidak.
Berikut adalah amalan-amalan utama di bulan Dzulhijjah, khususnya 10 hari pertama: Puasa Sunnah. Puasa 9 hari pertama Dzulhijjah (1–9 Dzulhijjah) sangat dianjurkan. Puasa Arafah (9 Dzulhijjah): Sangat utama bagi yang tidak berhaji.
Keutamaan: Menghapus dosa setahun yang lalu dan yang akan datang (HR. Muslim).
Haji dan Umrah. Ibadah haji adalah amalan utama di bulan ini bagi yang mampu. Haji mabrur dijanjikan surga oleh Rasulullah SAW (HR. Bukhari & Muslim).
Dzikir dan Takbir. Perbanyak takbir, tahlil, tahmid, dan tasbih: "Dan supaya mereka menyebut nama Allah pada hari-hari yang telah ditentukan..." (QS. Al-Hajj: 28)
Takbir Dzulhijjah dimulai sejak 1 Dzulhijjah, khususnya takbir muqayyad setelah salat mulai 9–13 Dzulhijjah.
Shalat Sunnah dan Wajib Berjamaah. Menjaga shalat wajib tepat waktu. Menambah shalat sunnah rawatib, dhuha, tahajud, dsb.
Pahalanya dilipatgandakan dalam 10 hari pertama Dzulhijjah.
Membaca Al-Qur’an. Meningkatkan interaksi dengan Al-Qur’an: membaca, memahami, dan mengamalkannya.
Sedekah dan Amal Sosial. Bersedekah di bulan ini sangat dianjurkan. Menolong fakir miskin, berbagi makanan, atau berkontribusi dalam kegiatan sosial keagamaan.
Berkurban (10–13 Dzulhijjah). Dilakukan pada Idul Adha (10 Dzulhijjah) hingga akhir hari tasyrik (13 Dzulhijjah). Bagi yang berkurban, disunnahkan tidak memotong rambut dan kuku sejak 1 Dzulhijjah hingga hewan kurban disembelih (HR. Muslim).
Doa dan Istighfar. Memperbanyak doa, terutama pada hari Arafah (9 Dzulhijjah).
Memohon ampun dan memperbanyak istighfar untuk membersihkan diri.
Sepuluh hari pertama Dzulhijjah adalah peluang emas untuk mengumpulkan pahala besar. Rasulullah SAW bersabda: "Tidak ada hari-hari di mana amal saleh lebih dicintai oleh Allah melebihi hari-hari ini." (HR. Bukhari)
Jadwal Amalan Harian 1–10 Dzulhijjah
| Hari | Tanggal Hijriah | Amalan Utama |
| Hari 1 | 1 Dzulhijjah | - Niatkan untuk memaksimalkan 10 hari ini. |
| Hari 2 | 2 Dzulhijjah | - Lanjutkan puasa. |
| Hari 3 | 3 Dzulhijjah | - Puasa sunnah. |
| Hari 4 | 4 Dzulhijjah | - Puasa. |
| Hari 5 | 5 Dzulhijjah | - Puasa. |
| Hari 6 | 6 Dzulhijjah | - Puasa. |
| Hari 7 | 7 Dzulhijjah | - Puasa. |
| Hari 8 (Tarwiyah) | 8 Dzulhijjah | - Puasa sunnah Tarwiyah. |
| Hari 9 (Arafah) | 9 Dzulhijjah | - Puasa Arafah (utama bagi non-jamaah haji). |
| Hari 10 (Idul Adha) | 10 Dzulhijjah | - Shalat Id. |
Catatan Tambahan: Takbir muqayyad (takbir setelah shalat wajib) dimulai sejak 9 Dzulhijjah (subuh) hingga 13 Dzulhijjah (ashar).
- Hari Tasyrik (11–13 Dzulhijjah) tetap dianjurkan berdzikir, takbir, dan memperbanyak amal baik, tapi tidak puasa.
Editor : Zainal Abidin RK