RADAR KUDUS - Setiap Hari Raya Idulfitri, masyarakat Indonesia memiliki tradisi unik yang dikenal dengan istilah open house.
Kegiatan ini identik dengan silaturahmi dan halal bihalal, yang menjadi ajang mempererat hubungan antarindividu serta memperkuat nilai toleransi dan keharmonisan sosial.
Open House Makna dan Tradisi
Secara harfiah, open house berasal dari bahasa Inggris yang berarti membuka rumah.
Dalam konteks Lebaran, istilah ini merujuk pada kebiasaan membuka pintu rumah untuk menyambut tamu, baik keluarga, kerabat, tetangga, maupun teman.
Baca Juga: Opor vs Rendang, Mana yang Paling Juara di Meja Saat Lebaran? Cek Resep Rahasianya di Sini!
Tradisi ini telah mengakar dalam budaya masyarakat Indonesia sebagai bentuk penghormatan dan kebersamaan.
Open house bukan sekedar pertemuan, tetapi juga menjadi sarana untuk menjaga tali silaturahmi, terutama di bulan Syawal.
Tuan rumah dengan terbuka mengundang tamu untuk berkunjung dan berbagi kebahagiaan Lebaran.
Dalam acara ini, biasanya tamu disuguhi berbagai hidangan khas Idulfitri, seperti ketupat, opor ayam, dan aneka kue Lebaran.
Selain itu, suasana hangat semakin terasa dengan adanya perbincangan santai dan permainan keluarga yang mempererat ikatan haru.
Tidak hanya masyarakat umum, tradisi open house juga dilakukan oleh pejabat negara, mulai dari wali kota hingga presiden.
Kegiatan ini menjadi wadah bagi masyarakat untuk bersilaturahmi dengan pemimpin mereka dalam suasana yang lebih akrab dan informal.
Baca Juga: Resep Opor Ayam Satu Ekor Utuh Super Simple, Siap Jadi Hidangan Spesial di Hari Raya Idul Fitri
Manfaat Open House Idulfitri
Tradisi open house memberikan berbagai manfaat bagi kehidupan sosial, di antaranya:
-
Mempererat Silaturahmi
Momen ini menjadi kesempatan emas untuk memperbaiki dan mempererat hubungan yang mungkin sempat renggang. Dalam ajaran Islam, menjaga tali persaudaraan sangat dianjurkan dan open house menjadi salah satu cara merealisasikannya. -
Membangun Keharmonisan Sosial
Open house membuka peluang bagi masyarakat untuk saling mengenal lebih dekat, terutama antar tetangga dan komunitas sekitar. Interaksi yang terjalin dapat menciptakan lingkungan yang harmonis dan penuh kebersamaan. -
Meningkatkan Toleransi Antar Umat Beragama
Acara open house tidak hanya dihadiri oleh umat Islam, tetapi juga sering kali menjadi ajang pertemuan lintas agama. Kehadiran teman atau tetangga yang keyakinannya berbeda menunjukkan kuatnya nilai toleransi dalam masyarakat Indonesia. -
Menjadikan Lebaran Lebih Bermakna
Dengan membuka rumah bagi siapa saja yang ingin bersilaturahmi, tuan rumah dapat berbagi kebahagiaan dengan sesama. Hal ini selaras dengan esensi Lebaran sebagai momentum kebersamaan dan kedamaian.
Open House Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Hasyim bin Yahya
Di wilayah Pekalongan, Jawa Tengah, hari kedua Idulfitri menjadi momen yang sangat dinanti oleh ribuan umat Islam, khususnya murid dan santri Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Hasyim bin Yahya.
Tradisi open house yang digelar oleh Mursyid Thariqah Sadzaliyah ini menarik perhatian masyarakat berbagai daerah, seperti Semarang, Demak, Solo, hingga Jakarta.
Gedung Kanzus Sholawat Pekalongan yang terletak di Jalan dr. Wahidin 70, sejak Subuh telah dipadati oleh ribuan jemaah yang ingin bersilaturahmi dengan Habib Luthfi.
Tidak ada seremoni khusus dalam acara tersebut, hanya pembacaan doa yang kemudian dilanjutkan dengan bersalaman.
Baca Juga: Resep Rendang Lebaran Super Empuk dan Gurih! Coba Teknik Rahasia Ini, Dijamin Berhasil!
Meski demikian, banyak jamaah yang sabar mengantre demi dapat bertatap muka, berbincang, atau sekadar meminta doa kepada ulama kharismatik tersebut.
Menurut KH Zakaria Ansor, salah satu murid dekat Habib Luthfi, acara halal bihalal yang rutin digelar setiap tanggal 2 Syawal ini telah menjadi agenda tahunan yang selalu dinanti oleh para jemaah.
Mereka tidak hanya bersalaman dengan guru mereka, tetapi juga memanfaatkan kesempatan ini untuk berkonsultasi dan meminta nasehat spiritual.
“Acara ini memang sudah menjadi tradisi. Meski tidak ada publikasi besar-besaran, masyarakat sudah hafal jadwalnya dan selalu datang setiap tahun,” ujar KH Zakaria.
Baca Juga: Resmi Lebaran 2025 Hari Ini! Simak Arab Saudi Rayakan Idul Fitri 30 Maret 2025
Habib Luthfi dengan penuh kesabaran menyambut para tamunya sejak pukul 06.00 pagi. Apalagi ketika ada jamaah yang datang dari Ungaran dan ingin berfoto bersama, beliau dengan ramah melayaninya.
Jadwal Open House Habib Muhammad Luthfi bin Yahya 2025
-
Tanggal: Selasa, 1 April 2025 (2 Syawal 1446 H)
-
Waktu: Pukul 06.00 WIB - selesai
-
Lokasi: Gedung Kanzus Sholawat, Jalan dr. Wahidin 70, Pekalongan
Tradisi open house Idulfitri merupakan wujud nyata dari nilai-nilai persaudaraan, kebersamaan, dan toleransi sosial yang tinggi.
Melalui kegiatan ini, hubungan antarindividu menjadi semakin erat, menciptakan lingkungan yang lebih harmonis dan penuh kedamaian.
Selain sebagai ajang silaturahmi, open house juga menjadi refleksi budaya masyarakat Indonesia yang mengedepankan kebersamaan dalam merayakan hari besar keagamaan.(*)
Editor : Noor Syafaatul Udhma