Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Sedekah untuk kehidupan

Ali Mustofa • Senin, 17 Maret 2025 | 17:18 WIB
Prof. Dr. H. Achmad Hilal Madjdi, M.Pd, Wakil Ketua PDM Kudus
Prof. Dr. H. Achmad Hilal Madjdi, M.Pd, Wakil Ketua PDM Kudus

HAMPIR semua kajian di berbagai tempat kajian Ramadlan, baik Masjid/ Musholla atau madrasah-madrasah Ramadlan lainnya, tidak pernah melewatkan pembahasan tentang infaq/ sedekah.

Dalam tradisi kehidupan ummat manusia, perilaku berbagi memang telah berlangsung sepanjang hayat ummat manusia.

Namun infaq/sedekah dalam Islam bukan sekedar berbagi kepada pihak lain, tapi bermakna investasi akhirat bagi orang yang berinfaq/ bersedekah.

Dalam konteks ibadah, perlipatgandaan pahala infaq/sedekah memang selalu dikemukakan sebagai motivasi utama, menjadi daya dorong utama ibadah sosial ini.

Namun yg perlu lebih ditata adalah bagaimana "multiplayer effect" infaq/sedekah terhadap kehidupan sehingga daya guna ibadah ini lebih efektif dan berdurasi panjang terhadap kehidupan itu sendiri.

Sedekah konsumtif

Beberapa cerita tentang ketidakberdayaan individu/keluarga memenuhi hajat hidup dasar masih mewarnai pemberitaan media di negara tercinta.

Sebagian masyarakat termyata belum terbebaskan dari persolaan-persoalan konsumtif dasar (pangan dan sandang). Dari sinilah perputaran sedekah konsumtif terasa sangat masif.

Istilah sebabnya perilaku berbagi terdata lumayan mengatasi persoalan - persoalan konsumtif yang dihadapi masyarakat, meskipun belum maksimal. Kondisi sosial Ekonomi masyarakat mendukung perilaku sedekah ini.

Apalagi ada strata kemiskinan ekstrim yang juga tercatat mulai merambah kehidupan masyarakat. Artinya, sedekah konsumtif itu masih menjadi pilihan utama masyarakat.

Pilihan itu tentu tidak salah, namun tidak sepenuhnya benar. Sebab apapun yang terkait dengan perilaku konsumtif selalu dipersepsi sebagai perilaku kurang positif untuk masa depan kehidupan.

Maka Persyarikatan Muhammadiyah perlu segera bergerak untuk mengintensifkan dan meningkatkan sedekah untuk kehidupan yang selama ini sudah ditekuni karena memiliki potensi daya manfaat lebih panjang.

Sedekah Kehidupan

Sedekah Kehidupan mengarah pada suatu perilaku sedekah di mana perilaku berbagi itu ditujukan untuk memberdayakan kehidupan yang kemudian akan lebih memberdayakan manusia memenuhi kebutuhan hidupnya.

Jelasnya, kebutuhan hidup manusia yang kurang mampu tidak lagi dipenuhi melalui sedekah konsumtif langsung, tapi melalui sedekah kehidupan.

Model inilah yang dipilih Persyarikatan Muhammadiyah karena orientasi pemberdayaan masyarakat dengan sedekah untuk Kehidupan ini lebih mendinamisasi masyarakat.

Dengan kata lain, sedekah kehidupan adalah sedekah yang bertujuan untuk memberdayakan kehidupan ummat manusia, bukan sekedar untuk membantu manusia memenuhi kebutuhan hidupnya.

Dengan sedekah ini manusia kemudian diharapkan mampu bersedekah kembali sehingga perilaku berbagi ini akan terus bergulir mengiringi kehidupan manusia itu sendiri.

Maka area sedekah kehidupan menjadi sangat jelas, yakni seputar pemberdayaan dan penguatan kualitas hidup manusia. Area utama tentu saja Pendidikan yang berkualitas.

Mahalnya biaya Pendidikan yang berkualitas membuka peluang sedekah, baik berupa beasiswa atau penguatan Sarpras Pendidikan dan peningkatan kualitas guru.

Bidang kesehatan dan Ekonomi juga merupakan area sedekah kehidupan yang sangat vital.

Pengembangan Rumah Sakit dan Pendidikan dokter, Pengembangan kewirausahaan masyarakat dan pembinaan UKMM juga merupakan area strategis sedekah kehidupan.

Semoga Lazismu sebagai Lembaga Amil Zakat, Infaq dan Shadaqah Persyarikatan Muhammadiyah terus bergerak untuk mengintensifkan dan meningkatkan kualitas dan kuantitas ZIS dalam kehidupan ini.

 

Penulis: Prof. Dr. H. Achmad Hilal Madjdi, M.Pd, Wakil Ketua PDM Kudus

Editor : Ali Mustofa
#bersedekah #Kehidupan #islam #Achmad Hilal Madjdi #sedekah