BANGUNAN di Kompleks Masjid Jami Lasem memang terlihat paling menarik jika berada di sekitar Alun-alun Lasem.
Tidak hanya megah, bangunan ini juga memiliki kesan nyeni dengan perpaduan berbagai corak arsitektur.
Bentuk yang paling mencolok adalah arsitektur joglo pada Masjid Jami dan bangunan Museum yang seperti Rumah Gadang.
Pengurus Masjid Jami Lasem Abdullah Hamid menyampaikan, pembangunan Masjid Jami Lasem di era sekarang dikembalikan dengan model joglo. Hal ini sekaligus sebagai penunjang dalam penataan Lasem Kota Pusaka.
”Kembali, itu atas permusyawaratan. Zona inti Kota Pusaka,” katanya.
Salah satu bangunan yang tidak kalah menarik adalah Museum Masjid Jami Lasem yang lokasinya bersebelahan dengan masjid.
Bagunan ini memiliki tiga lantai. Lantai pertama digunakan untuk tempat wudhu, lantai dua untuk Museum, dan lantai tiga terdapat jendela-jendela berukiran ayat-ayat Alquran.
Salah satu bagian bangunan yang menarik adalah atapnya yang seperti rumah gadang. Bentuknya melengkung seperti tanduk.
Pembangunan ini bukan tanpa alasan. Sebab, juga menunjukkan simbol bahwa terdahulu ada tokoh Islam di Lasem yang berasal dari Minangkabau.
Abdullah menjelaskan, salah satu tokoh Islam di Lasem pada masa lampau, yakni Sultan Mahmud, yang merupakan keturunan Sultan Minangkabau. Sekarang makam beliau berada di Bonang, Lasem.
Ada dua versi cerita tentang Sultan Mahmud ini. Pertama, ada yang mengatakan bahwa Sultan Mahmud merupakan murid dari Sunan Bonang.
Menurut legenda, kata Abdullah Hamid, Sultan Mahmud membawa kitab menggunakan kapal menuju Jawa untuk belajar agama.
Namun dalam perjalanan kapal yang dinaiki oleng sehingga kitab pun hilang.
Setelah sampai pantai, ia bertemu dengan sosok berjubah dan menceritakan kejadian kehilangan kitab.
”Disodori, ini kitabnya. Langsung dia takluk, menjadi murid Sunan Bonang. Ini legenda,” katanya.
Selain itu, juga ada versi lain yang menyebutkan sosok Sultan Mahmud merupakan generasi setelah Sunan Bonang.
”Mungkin 1800-an atau 1700-an akhir,” katanya.
Pembangunan Museum yang seperti rumah gadang ini juga memberikan kesan bangunan di kompleks Masjid Jami Lasem yang bervariasi.
”Yang gadang itu yang nyampingnya, tengahnya tetap Joglo,” imbuhnya. (vah/him)
Editor : Ali Mustofa