Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Menilik Masjid Baitul Atiq Al Jabbaar di Mulyoharjo Jepara dengan Bangunan Seperti Kakbah

Fikri Thoharudin • Kamis, 13 Maret 2025 | 16:59 WIB

 

BEDA DARI YANG LAIN: Masjid Baitul Atiq Al Jabbaar di Desa Mulyoharjo, Jepara Kota, berbentuk Kakbah.
BEDA DARI YANG LAIN: Masjid Baitul Atiq Al Jabbaar di Desa Mulyoharjo, Jepara Kota, berbentuk Kakbah.

JEPARA - Di Desa Mulyoharjo, Kecamatan Jepara Kota, tepatnya di RT 4/RW 4 berdiri bangunan masjid yang dibangun menyerupai bentuk Kakbah.

Pada akhir pekan, masjid tersebut ramai dikunjungi wisatawan. Bahkan pada momen-momen tertentu mencapai ribuan pengunjung.

H. Sumanto, pengurus masjid menyampaikan, pengunjung yang datang berasal dari berbagai daerah di Indonesia hingga mancanegara.

Usut punya usut, proses pendirian masjid itu oleh pihaknya pribadi tanpa campur tangan warga, lembaga, maupun yayasan.

Sumanto menuturkan, sudah sejak lama dia memiliki keinginan untuk membangun masjid dengan bentuk Kakbah.

Di satu sisi untuk mengobati kerinduan terhadap Tanah Suci dan sebagai sarana ibadah dan dakwah masyarakat.

”Saya menunaikan ibadah haji sekali, tapi belakangan ini rutin setiap tahun pergi umrah bersama keluarga. Dari situ terpikirkan untuk membangun masjid. Pada awalnya tidak tahu mau didesain seperti apa. Kemudian Allah memberi petunjuk. Lalu saya bangun menyerupai Kakbah. Saya desain sendiri. Proses pembangunannya sekitar 1 tahun 6 bulan,” ungkapnya saat ditemui di kediamannya.

Masjid berbentuk Kakkah itu, dibangun dengan luas bangunan sekitar 200 m3 di tanah seluas 12 x 11,5 meter.

Dengan ketinggian masjid 11 meter. Selain mirip bangunan Ka’bah, juga terdapat Hajar Aswad, Hijir Ismail, dan Maqam Ibrahim.

”Ya masyarakat menyebutnya Masjid Kakbah. Nama aslinya Masjid Baitul Atiq Al Jabbaar. Yang memberi nama dan meresmikannya KH Anwar Zahid pada 28 Desember 2023,” jelasnya.

Haji Manto -sapaan akrabnya merasa terharu jika mendapati ada pengunjung dari luar pulau hingga luar negeri, seperti orang dari Sulawesi dan dari Malaysia, Maroko, hingga Arab.

”Ada juga pengunjung yang sedang mencari furniture kemudian mampir. Tak hanya muslim, tapi ada juga nonmuslim yang ke sini,” ucapnya.

Hingga saat ini, masjid tersebut rutin digunakan untuk salat lima waktu dan Salat Jumat.

Dalam satu waktu, dapat menampung hingga 200 jamaah. Meliputi lantai I dan lantai II.

”Pada hari Jumat ada Jumat Berkah. Sementara pada bulan Ramadan ini, dibagikan takjil dan bukber tiap Rabu dan Sabtu,” katanya.

Haji Manto menyampaikan, tujuannya membangun masjid memang sepenuhnya untuk menyediakan tempat ibadah bagi masyarakat umum.

Kendati semua biaya pembangunan sampai operasional berasal darinya.

”Terkadang ada yang sampai nangis-nangis rindu Makkah ataupun ada yang ingin ke haji atau umrah,” ujarnya.

Wartawan juga merasakan nyamannya berjamaah Salat Ashar kemarin. Ruangan dilengkapi dengan air conditioner (AC) beserta karpet bernuansa Turki yang empuk.

Ornamen Multazam kian menambah dorongan khusyuk, seperti salat di Baitullah. (fik)

Editor : Ali Mustofa
#masjid #pengunjung #jepara #kakbah #ibadah haji #wisatawan