RADAR KUDUS - Istilah takjil populer sekali di tengah masyarakat khususnya umat muslim di Indonesia ketika bulan Ramadhan.
Biasanya di sore hari menjelang waktu berbuka puasa, banyak yang menjual berbagai hidangan takjil ini.
Selama ini kita mungkin mengartikan takjil adalah makanan, faktanya itu masih kurang tepat.
Lalu, sebenarnya apa arti dari kata takjil yang identik dengan bulan Ramadhan tersebut?
Dikutip dari akun Instagram resmi Muhammadiyah, @lensamu, kata Takjil berasal dari Bahasa Arab, yaitu dari kata 'ajalla - 'ajila - yu'ajjilu ataupun ta'jilan, yang mana memiliki arti 'menyegerakan', atau juga 'mempercepat' (secara umum).
Sementara itu, dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia atau KBBI, kata Takjil artinya yakni mempercepat (dalam hal berbuka puasa).
Seperti yang diketahui, bahwa dalam Islam, menyegerakan berbuka puasa jika sudah masuk waktunya buka puasa itu sangatlah dianjurkan.
Baca Juga: Masjid Menara Kudus: Bukti Akulturasi Budaya Hindu-Islam yang Tetap Kokoh Sejak Abad ke-16!
Namun seiring berjalannya waktu, kata yang semestinya digunakan untuk menyuruh orang-orang agar segera berbuka puasa pada waktunya tersebut justru di Indonesia kebanyakan dimaknai sebagai istilah untuk makanan pembuka ketika tiba waktu Maghrib (buka puasa).
Biasanya, makanan dan minuman yang dijual oleh penjual takjil sangat bervariasi, mulai dari jajanan pasar, gorengan, kue-kue, aneka olahan es, dan lain-lain.
Aneka jualan takjil biasanya ada di pasar Ramadhan atau di pinggir-pinggir jalan tertentu, mulai dijual saat waktu ngabuburit atau jam-jam menuju buka puasa.(*)
Editor : Mahendra Aditya