Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Wajib Tahu! Jangan Lewatkan Hari Maulid Tanpa Amalan Ini, Simak dan Amalkan

Andre Faidhil Falah • Selasa, 17 September 2024 | 02:38 WIB
Maulid Nabi (freepick)
Maulid Nabi (freepick)

RADAR KUDUS - Memasuki bulan Rabiul Awal, umat Islam mulai bersiap untuk menyambut bulan kelahiran Nabi Muhammad saw.

Ungkapan rasa syukur atas peristiwa Maulid Nabi ditunjukkan melalui berbagai kegiatan, seperti zikir, shalawat, dan berbagi makanan.

Di Indonesia, sebagian orang merayakan Maulid Nabi sesuai dengan tanggal kelahiran Nabi Muhammad SAW, yaitu 12 Rabiul Awal.

Namun, ada juga yang memilih memperingatinya sebelum atau sesudah tanggal tersebut dengan berbagai alasan.

Karena itu, peringatan Maulid Nabi Muhammad saw dianggap sebagai wujud rasa syukur kepada Allah, menjadikannya suatu hal yang penting untuk dilakukan.

Dalam sejarah, peringatan Maulid Nabi pertama kali diprakarsai oleh Raja Muzhaffaruddin Al-Kaukabri di Irbil, Irak, pada awal abad ke-7 Hijriyah.

Perayaan besar-besaran tersebut diadakan pada bulan Rabiul Awal, di mana raja mengundang rakyat dan para ulama dari berbagai cabang ilmu.

Seperti fiqh, hadits, kalam, ushul, dan tasawuf. Persiapan perayaan dimulai tiga hari sebelumnya, termasuk penyembelihan ribuan hewan untuk menjamu tamu.

Para ulama pada masa itu mendukung perayaan Maulid Nabi yang diadakan oleh Raja Muzhaffar.

Hingga kini, perayaan Maulid Nabi tetap dianggap sebagai tradisi yang baik dan telah menjadi kebiasaan umat Islam di seluruh dunia, termasuk di Indonesia.

Biasanya, perayaan ini melibatkan berbagai acara seperti pengajian, ceramah agama, pembacaan syair atau puisi tentang kehidupan Nabi Muhammad, serta pemberian sedekah.

Beberapa orang juga menghiasi rumah mereka dengan lampu-lampu, mengadakan pawai, atau kegiatan lainnya yang menarik.

Ekspresi rasa syukur kepada Allah atas kelahiran Nabi Muhammad saw diwujudkan melalui berbagai perbuatan baik yang bisa mendekatkan masyarakat kepada Allah.

Hal ini sebagaimana disampaikan oleh Jalaluddin As-Suyuthi, yang artinya,

"Rasa syukur kepada Allah swt dapat diwujudkan melalui berbagai bentuk ibadah, seperti sujud (shalat sunnah), puasa, sedekah, dan membaca Al-Qur'an. Apakah ada nikmat yang lebih besar pada hari ini selain kelahiran Nabi Muhammad saw, nabi pembawa kasih sayang" (Imam Jalaluddin As-Suyuthi, Husnul Maqshid fi Amalil Mawlid, [Beirut, Darul Kutub Al-Ilmiyyah: tanpa tahun], halaman 63).

Baca Juga: Jarang yang Tahu, Begini Cara Mengenal Diri Sendiri dan Mengenal Tuhan Yang Maha Esa

Jalaluddin As-Suyuthi menjelaskan bahwa rasa syukur kepada Allah atas nikmat apa pun, termasuk nikmat kelahiran Nabi Muhammad saw, sebaiknya diekspresikan melalui berbagai kegiatan kebaikan yang dapat dianggap sebagai bentuk syukur kepada Allah.

Penting untuk dicatat dari pandangan As-Suyuthi bahwa peringatan Maulid Nabi berfungsi sebagai sarana edukasi yang mendorong orang untuk melakukan perbuatan baik.

Di Indonesia, hal ini sering diwujudkan dalam bentuk ceramah agama (taushiyah).

Oleh karena itu, ceramah dalam acara Maulid Nabi Muhammad saw harus berisi pesan-pesan agama yang positif, bukan provokasi, hasutan, hoaks, atau ujaran kebencian yang bersifat SARA.

Dalam peringatan Maulid, amalan-amalan yang bisa dilakukan termasuk pembacaan Al-Qur'an, membaca kitab riwayat Nabi (rawi) dengan atau tanpa iringan rebana, penyampaian ceramah agama, serta makan bersama atau membagikan makanan yang dikenal sebagai "berkat".

Adapun amalan yang dianjurkan pada hari Maulid sebaiknya dibatasi pada kegiatan yang merupakan wujud syukur kepada Allah.

seperti pembacaan Al-Qur'an, berbagi makanan, sedekah, pujian terhadap akhlak Rasul, serta syair kezuhudan yang memotivasi hati untuk berbuat kebaikan sebagai bekal untuk akhirat. (As-Suyuthi: 64).

Selain berbagai perayaan tersebut, Maulid Nabi juga dapat diperingati dengan melakukan amalan yang dianjurkan oleh Nabi Muhammad SAW.

Selain merayakan Maulid Nabi dengan berbagai kegiatan, peringatan ini juga bisa diisi dengan melakukan amalan-amalan yang dianjurkan oleh Nabi Muhammad SAW, seperti:

1. Melantunkan Shalawat Nabi

Salah satu cara menunjukkan rasa cinta kepada Nabi Muhammad SAW adalah dengan melantunkan shalawat.

Shalawat merupakan bentuk pujian dan rasa syukur kita sebagai umatnya, yang telah diberi petunjuk dan dicintai oleh Nabi.

2. Membaca Al-Qur'an

Al-Qur'an adalah pedoman hidup bagi umat Islam, termasuk di dalamnya kisah tentang Nabi Muhammad SAW.

Oleh karena itu, membaca Al-Qur'an saat memperingati kelahiran Nabi merupakan amalan baik yang sangat dianjurkan.

3. Melaksanakan Puasa Sunnah

Puasa adalah ibadah yang dianjurkan, dan melakukannya pada hari-hari tertentu, termasuk di sekitar Maulid Nabi, merupakan salah satu cara menambah pahala.

4. Bersedekah

Sedekah merupakan amalan yang disukai oleh Allah dan Rasulullah.

Melalui sedekah, kita bisa membantu mereka yang membutuhkan, sesuai dengan keyakinan bahwa sebagian dari harta kita adalah hak orang lain, terutama yang kurang mampu.

5. Meneladani Sifat Baik Nabi Muhammad SAW

Segala kebaikan Nabi Muhammad SAW tercermin dalam Al-Qur'an.

Meneladani sifat-sifat mulia beliau merupakan salah satu cara terbaik untuk menunjukkan cinta dan pengabdian sebagai umatnya.

Amalan-amalan ini sebaiknya dilakukan secara konsisten hingga akhir hayat, dengan harapan dapat bertemu dengan Nabi Muhammad SAW di Surga Firdaus.

Editor : Ali Mustofa
#ulama #Shalawat #puasa sunnah #maulid nabi #ceramah agama #Nabi Muhammad SAW #pengajian #Rasulullah SAW #rasa syukur #maulid #sedekah