RADAR KUDUS - Rabu terakhir di bulan Safar, yang dikenal dengan sebutan Rebo Wekasan, oleh sebagian kalangan diyakini sebagai hari di mana berbagai bala atau musibah turun ke dunia.
Kepercayaan ini memicu perdebatan di kalangan ulama, dengan beberapa mendukung pandangan tersebut sementara lainnya menolaknya.
Syeikh Abdul Hamid Quds, salah satu ulama yang meyakini adanya bala pada Rebo Wekasan, menjelaskan dalam kitabnya Kanzun Najah Was-Surur fi Fadhail Al-Azminah wash-Shuhur bahwa pada hari ini, sebanyak 320 ribu bala dipercaya akan turun dan menyebar selama satu tahun penuh.
Pandangan ini menjadi dasar bagi sebagian umat Islam untuk melakukan ritual tertentu guna memohon perlindungan dari bala tersebut.
Lembaga Falakiyah (LF) Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Jombang baru-baru ini mengumumkan pelaksanaan amaliah Rebo Wekasan yang akan dilakukan pada Selasa Pon malam Rebo Wage, 30 Safar 1446 H atau bertepatan dengan 3 September 2024 M.
Pengumuman ini disampaikan melalui surat edaran Nomor: 005/PC-LFNU/VIII/2024 yang diterbitkan pada Sabtu, 30 Agustus 2024.
Dalam surat edaran tersebut, LF PCNU Jombang menjelaskan bahwa tanggal 1 Safar 1446 H jatuh pada Selasa Kliwon, 6 Agustus 2024, dan bulan Safar akan berakhir pada Rebo Wage, 3 September 2024.
Oleh karena itu, berdasarkan hasil hisab yang dilakukan dan mengacu pada Kalender Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), amaliah Rebo Wekasan tahun ini ditetapkan pada 3 September 2024, tepatnya pada malam Rebo Wage.
Amalan Rabu Wekasan yang Disarankan
LF PCNU Jombang juga memberikan panduan amalan yang dapat dilakukan pada malam Rebo Wekasan. Berikut rincian amalan tersebut:
-
Membaca Surat Yasin
Sebanyak satu kali. Ketika mencapai ayat "سلام قولا من رب الرحيم," bacalah ayat tersebut sebanyak 313 kali. Setelah selesai, lanjutkan dengan membaca "Shalawat Munjiyat" dan kemudian doa. -
Shalat Sunnah Mutlaq
Sebanyak empat rakaat, yang dilaksanakan dengan dua salam. Pada setiap rakaat, setelah membaca Al-Fatihah, bacalah:
Baca Juga: Bacaan Doa Rebo Wekasan Lengkap! Arab, Latin dan Artinya- Surat Al-Kautsar sebanyak 17 kali
- Surat Al-Ikhlas sebanyak 5 kali
- Surat Al-Falaq satu kali
- Surat An-Nas satu kali
- Surat Al-Kautsar sebanyak 17 kali
-
Membaca doa berikut:
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ وَصَلىَّ اللهُ عَلىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلىَ اَلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ اللَّهُمَّ يَا شَدِيْدَ الْقُوَى وَيَا شَدِيْدَ الْمِحَالِ يَا عَزِيْزُ ذَلَّتْ لِعِزَّتِكَ جَمِيْعُ خَلْقِكَ اِكْفِنِيْ مِنْ جَمِيْعِ خَلْقِكَ يَا مُحْسِنُ يَا مُجَمِّلُ يَا مُتَفَضِّلُ يَا مُنْعِمُ يَا مُكْرِمُ يَا مَنْ لَا اِلَهَ اِلَّا أَنْتَ اِرْحَمْنِيْ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ اللهم بِسِرِّ الْحَسَنِ وَأَخِيْهِ وَجَدِّهِ وَأَبِيْهِ وَأُمِّهِ وَبَنِيْهِ اِكْفِنِيْ شَرَّ هَذَا الْيَوْمِ وَمَا يَنْزِلُ فِيْهِ يَا كَافِيَ الْمُهِمَّاتِ يَا دَافِعَ الْبَلِيَّاتِ فَسَيَكْفِيْكَهُمُ اللهُ وَهُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ وَحَسْبُنَا اللهُ وَنِعْمَ
الْوَكِيْلُ وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ اِلَّا بِاللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ وَصَلىَّ اللهُ تَعَالىَ عَلىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلىَ الِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ
Artinya: "Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Semoga Allah memberikan shalawat kepada Nabi Muhammad, keluarganya, serta sahabat-sahabatnya. Ya Allah, yang Maha Perkasa, segala makhluk tunduk kepada kemuliaan-Mu. Lindungilah aku dari segala makhluk-Mu. Wahai dzat yang Maha Baik, yang Maha Indah, yang Maha Pemurah, yang Maha Pemberi, dan yang Maha Mulia, sesungguhnya tidak ada Tuhan selain Engkau. Berikanlah aku rahmat-Mu wahai dzat yang Maha Pemurah di antara yang pemurah. Ya Allah, dengan rahasia Hasan, saudara kandungnya, kakeknya, ayahnya, ibunya, dan anak-anaknya, lindungilah aku dari segala kejahatan hari ini dan apa yang turun pada hari ini. Wahai yang Maha Cukup untuk mengatasi semua urusan, wahai yang Maha Menjauhkan bencana. Cukuplah Allah sebagai pelindung kami dan Dia-lah sebaik-baiknya pelindung. Tidak ada daya dan kekuatan kecuali atas izin Allah yang Maha Tinggi lagi Maha Agung. Semoga Allah memberikan shalawat kepada Sayyidina Muhammad, keluarganya, serta sahabat-sahabatnya."
Amaliah Rebo Wekasan ini menjadi salah satu bentuk ibadah yang diikuti oleh banyak umat Muslim, terutama di kalangan Nahdliyin, sebagai upaya untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dan memohon perlindungan dari berbagai musibah dan bencana. (ury)
Editor : Noor Syafaatul Udhma