Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Tak Banyak yang Tahu, Ini Pahala Suami yang Melamun dan Prihatin karena Memikirkan Keluarga hingga Tak Bisa Tidur

Muhammad Khoirul Anwar • Sabtu, 27 Juli 2024 | 05:12 WIB
Ilustrasi suami
Ilustrasi suami

RADAR KUDUS - Mengarungi biduk rumah tangga yang sakinah mawadah warohmah menjadi dambaan setiap pasangan.

Untuk mencapainya butuh bekal ilmu rumah tangga yang mendasar. 

Bagi umat Islam, salah satu role model yang ideal adalah potret rumah tangga Rasulullah SAW. 

Itu dapat dipelajari dari hadist-hadist nabi. Ulama terdahulu secara khusus menghimpun ayat Al-Qur'an, hadist, nasihat sahabat, dan hikmah para ulama yang membahas rumah tangga. 

Salah satunya Syaikh Muhammad Al-Tihaimi Al-Idrisi Al-Husaini. 

Baca Juga: 8 Tips Hidup Damai Bahagia Menurut Psikologi, Salah Satunya Memaafkan Diri Sendiri

Beliau mengarang kitab Qurratul ‘Uyun. Menerangkan secara khusus fadhilah atau keutamaan menikah.

Salah satu yang dibahas adalah tentang keutamaan suami menafkahi keluarganya. 

 

وَقَالَ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ  : اِذَابَاتَ أَحَدُ كُمْ مَغْمُوْمًا مَهْمُوْمًا مِنْ سَبَبِ الْعِيَالِ كَانَ أَفْضَلَ عِنْدَاللَّهِ مِنْ أَلْفِ ضَرْبَةٍ بِالسَّيْفِ فِى سَبِيْلِ اللَّهِ عَزَّوَجَلَّ.

Rasulullah SAW bersabda: “Apabila salah seorang di antara kalian semalam suntuk dalam keadaan susah dan prihatin karena memikirkan keluarganya (sebab rizki yang sangat sempit), maka yang demikian itu bagi Allah SWT lebih utama dari pada seribu kali sabetan pedang di medan perang demi menegakkan agama Allah.”

Seorang laki-laki yang sudah berkeluarga, tak jarang biasa termenung sendirian di depan rumah. 

Sambil menikmati seduhan kopi atau teh. Tapi tatapannya kosong. 

Itu bukan tanpa sebab. Karena memutar otak agar bisa menafkahi keluarga dan mencukupi kebutuhan keluarga. 

Laki-laki memang cenderung diam ketika menghadapi masalah.

Di balik diamnya itu, suami berpikir keras apa yang bisa dilakukan besok. 

Ikhtiar untuk menafkahi keluarga. Sambil senantiasa memohon kepada Allah untuk diberikan pertolongan.

Tentu disertai dengan prasangka baik atau husnudzon atas apa yang telah ditakdirkan Allah. 

Nah, karena keprihatinannya itu seorang suami pun diganjar pahala. 

Baca Juga: 6 Cara Menanamkan Mindset Percaya Diri Setiap Hari Agar Lebih Maju, Berikut Langkah-langkahnya

Bahkan sampai tidak bisa tidur. Begadang. 

Diamnya suami yang memikirkan keluarganya itu dihitung pahala. 

Dalam hadist di atas, keprihatinan suami yang memikirkan keluarganya lebih utama dari pada seribu kali sabetan pedang di medan perang demi menegakkan agama Allah. 

Artinya memikirkan keluarga saja dihitung pahala apalagi diimplementasikan dan bentuk ikhtiar. Bekerja dengan niat ibadah menafkahi keluarga. 

 

Kajian Kitab Qurrotul Uyun Ustadz Ahmad Fathan, dalam Majelis Ta'lim Belik Winong, Jepara

Editor : Noor Syafaatul Udhma
#nasihat #rumah tangga #suami isteri #pengajian #religi