KUDUS - Rasa percaya diri (self confidence) menjadi salah satu nilai hidup yang wajib dimiliki seseorang guna mengembangkan diri menjadi lebih baik.
Dengan kepercayaan diri, membuat seseorang menyadari bahwa dirinya memiliki kemampuan dan pandangan positif serta realistis.
Tatkala seseorang percaya dengan kemampuannya, akan mudah untuk melakukan sesuatu hal baru dan menaruh semua energinya untuk hal tersebut.
Mereka mempunyai cara pandang positif terhadap dirinya dan lebih tegas dalam mengambil keputusan, serta menentukan arah kehidupan yang diinginkan.
Dengan percaya diri bisa menghilangkan rasa takut, rasa cemas dan memaksimalkan potensi yang kita miliki, serta mampu berperilaku sesuai keinginannya.
Guna memaksimalkan potensi diri supaya menjadi sosok individu yang lebih baik, dibutuhkan pola pikir (mindset).
Mindset merupakan cara berpikir atau sekumpulan kepercayaan yang dapat mempengaruhi perilaku dan sifat seseorang dalam menghadapi situasi dalam hidup.
Hal ini karena mindset mempengaruhi pikiran bawah sadar seseorang.
Lewat pikiran bawah sadar inilah memberikan peringatan dan membawa seseorang kepada hal-hal yang positif.
Oleh karena itu, seseorang mampu bertindak dan berperilaku sesuai dengan apa yang menjadi pikiran di alam bawah sadarnya.
Mindset bisa berupa hal negatif maupun positif.
Jika menggunakan mindset negatif (pemikiran yang negatif), bukan kemajuan yang diinginkan tapi keputusasaan dan berhenti pada titik tertentu yang masih jauh dari harapan.
Tatkala mengembangkan mindset positif, akan membangun rasa semangat tinggi, sehingga mampu menghadapi tantangan serta tidak mudah menyerah.
Berikut enam cara yang bisa dilakukan untuk menanamkan mindset rasa percaya diri setiap hari.
Mengenal Diri
Mengenal diri sendiri adalah langkah awal untuk meningkatkan kepercayaan diri sendiri.
Seseorang bisa dikatakan percaya diri tatkala memiliki keyakinan kuat atas kemampuannya sendiri.
Upaya meningkatkan kepercayaan diri bukanlah kemampuan yang datang dengan sendirinya, melainkan harus dilatih.
Keyakinan pada diri sendiri ini penting untuk kesehatan mental seseorang, memampukan dirinya mengembangkan penilaian positif.
Sebagaimana kita tahu, manusia adalah makhluk pilihan yang dimuliakan oleh Allah dari makhluk ciptaan-Nya yang lainnya.
Karena manusia dianugerahi unsur-unsur immaterial yang lengkap serta memiliki fungsi yang berbeda.
Secara umum, ’tubuh’ manusia bisa dibagi menjadi tiga komponen dasar, yaitu: Badan (raga/tubuh), Jiwa (spirit/soul), dan Ruh.
Badan atau tubuh adalah eksistensi paling kasar, jiwa lebih halus, dan ruh adalah yang paling halus.
Manusia hakikatnya bukanlah jasad lahir yang diciptakan dari unsur-unsur materi, melainkan rohani yang berada dalam dirinya yang selalu mempergunakan tugasnya.
Dengan demikian manusia pada hakikatnya merupakan makhluk spiritual.
Jika dianalogikan, manusia ibarat KENDARAAN. Body kendaraan laksana tubuh manusia. Sedangkan pengendara (sopir) bagaikan jiwa.
Jadi, badan (tubuh) hanya menjalankan apa yang diperintahkan oleh akal, sebagai perwujudan dari apa yang dikehendaki nafsu, yang telah mendapatkan bimbingan dari hati.
Gampangnya begini, akal membantu dengan ilmu supaya fisik (jasmani) cepat sampai tujuan, sedangkan ruh membantu dengan petunjuk Allah SWT supaya tujuan itu benar-benar dilakukan.
Misalkan saat kita menginginkan dapat harta lewat ilmu, tapi bagaimana cara mendapatkannya, terkait halal atau haram maka ruh yang membimbing.
Tubuh kasar manusia adalah fasilitas yang berfungsi menjembatani alam dunia dengan sosok yang lebih halus di dalamnya. Itulah yang dikenal sebagai jiwa.
Jiwa terdiri atas akal, nafsu, qalbu (hati).
Akal berfungsi untuk berfikir, mengingat, menghitung, dan berlogika.
Hati berfungsi untuk beriman (meyakini), membenci, mencintai, empati, dan hal-hal yang berhubungan dengan rasa.
Sedangkan nafsu adalah energi jiwa yang berpotensi pada kesenangan dan kemarahan.
Sementara ruh memiliki sifat yang suci, cenderung kepada kesejatian (hakikat) dan lebih dekat dengan Allah SWT. Sedangkan Tuhan itu Maha Suci.
Jadi ruh manusia juga suci karena berasal dari sumber yang suci. Segala sesuatu yang suci hanya bisa didekati oleh sesuatu yang suci pula.
"Dan mereka bertanya kepadamu tentang ruh. Katakanlah “Ruh itu termasuk urusan Tuhan-ku, dan tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit”. (QS. Al-Isra’: 85)
Merawat Diri
Melakukan perawatan diri adalah hal penting dalam membangun kepercayaan diri seseorang.
Kebersihan, penampilan dan kesehatan, semua itu pantas dilakukan. Karena itu rawatlah tubuh Anda sehingga merasa nyaman.
Saat merasa nyaman dan tubuh Anda merasa lebih percaya diri, akan membantu Anda bersikap lebih percaya diri.
Sebagaimana diketahui, semua orang sadar gizi. Terutama menu makanan empat sehat lima sempurna.
Yaitu makanan dengan kombinasi asupan pokok, sayur, buah, aneka lauk pauk, dan susu yang memberikan berbagai manfaat untuk kesehatan tubuh.
Kita pun juga suka menghitung-hitung karbohidrat, vitamin, mineral, protein, lemak, dan bahan-bahan gizi lainnya. Mengapa demikian?
Berdasarkan riset gizi, tubuh mencerminkan pangan yang dimakan. Begitu pula dengan stamina, tinggi badan, daya tahan terhadap penyakit, bahkan panjang pendeknya umur berhubungan erat dengan makanan dan gizi.
Tubuh adalah sesuai dengan jenis makanannya. Demikian pula, pikiran sesuai pula dengan makanan rohaninya.
Makanan mental (rohani) tentu tidak bisa dibeli di warung, restoran, supermarket dan datang dalam bungkusan atau kalengan.
Makanan pikiran adalah lingkungan Anda. Yaitu segala benda dan hal yang mempengaruhi pikiran sadar atau bawah sadar Anda.
Jenis makanan rohani menentukan kebiasaan, sikap, dan pribadi seseorang. Setiap orang mewarisi kemampuan tertentu yang bisa kembangkan.
Tapi berapa banyak kemampuan dan cara mengembangkan kemampuan itu tergantung kepada makanan rohani yang disantap.
Pikiran mencerminkan apa yang diberikan oleh lingkungan, sama dengan halnya tubuh mencerminkan jenis makanannya.
Apakah Anda pernah berpikir seandainya Anda dibesarkan di pedalaman hutan atau daerah pinggiran.
Jenis makanan yang disukai, pakaian, pekerjaan yang digeluti, bahkan apakah agama Anda akan sama dengan hari ini?
Tentu Anda tak bisa menjawab pertanyaan itu. Tapi sangat boleh jadi Anda akan merupakan orang yang lahiriahnya akan berbeda sekali dengan pribadi Anda yang sekarang.
Apa sebabnya? Karena Anda dipengaruhi oleh lingkungan lain. Sebagaimana kata orang, Anda adalah hasil lingkungan Anda.
Itulah sebabnya lingkungan menciptakan dan menentukan cara berpikir kita.
Misalkan cara kita berpakaian, berjalan, batuk, memegang cangkir, hingga musik yang kita sukai, semuanya berasal dari sebagian lingkungan Anda.
Lebih penting lagi, besar kecilnya pikiran, tujuan, sikap dan pribadi Anda dibentuk oleh lingkungan Anda.
Di dalam agama, makanan jasmani berbeda dengan makanan rohani. Makanan intelektual juga berbeda dengan makanan spiritual.
Jadi ruh, jasad, dan jiwa masing-masing punya nutrisi, punya kebutuhan. Jika tidak dipenuhi kebutuhannya bisa berakibat sakit, lemah, mudah terserang penyakit bahkan tidak berfungsi.
Makanan dan minuman untuk jiwa dan ruh adalah iman, ilmu dan amal ibadah yang shaleh. Terutama ayat-ayat al-qur'an, dzikir dan doa.
Ketiga makanan raga, jiwa dan ruh ini telah dirangkum dalam satu kegiatan SHALAT. Sebab di dalam shalat sudah ada dzikir, doa dan membaca ayat-ayat Al-Qur'an.
Bahkan di dalam shalat juga sudah ada minumannya bagi Jiwa dan Ruh, yaitu membaca shalawat kepada Rasulullah SAW.
Sebagaimana Allah SWT berfirman. Artinya: “Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya”. (QS Al-Ahzab: 56)
Karena itu tatkala shalat harus dilakukan dengan sungguh-sungguh, dengan cara melepaskan atau memisahkan hawa nafsunya.
Sebab, shalat adalah suatu munajat kepada Allah SWT. Sudah semestinya shalat tidak dilakukan dalam keadaan lalai.
Siapa saja yang shalatnya tidak mampu mencegah perbuatan keji dan munkar, dia tidak bisa semakin dekat Allah SWT. Justru dia semakin jauh dari sang Pencipta.
Allah SWT berfirman: “Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan munkar.” (QS. Al ‘Ankabut: 45).
Shalat adalah tiang agama. Shalat menjadi patokan atau ukuran amal-amal lain. Jika shalatnya dilakukan dengan baik, maka amal yang lainnya juga dianggap baik.
Shalat adalah sarana komunikasi bagi jiwa manusia dengan Allah SWT, dan salah satu sarana yang paling utama dalam hubungan antara manusia dengan-Nya.
Menghargai Diri
Sikap dan mencintai diri berperan penting dalam membangun kepercayaan diri.
Selalulah percaya pada diri Anda sendiri dan berkata jujur. Jika diabaikan, maka tak akan ada orang lain yang mempercayai Anda.
Saat orang melihat bahwa Anda mampu meyakini diri sendiri dan bertanggung jawab atas tindakan pribadi, mereka akan semakin menyukai, percaya dan meyakini Anda.
Sebagaimana diketahui, kesuksesan seseorang tak diukur dengan hubungan kekeluargaan atau gelar kesarjanaan, melainkan diukur dengan besarnya jiwa dan pikirannya.
Selalu bertanyalah kepada diri sendiri. Apakah kelemahan saya yang paling besar?
Mungkin kelemahan paling besar manusia adalah kurang menghargai diri (self respect). Ini berarti menjual diri terlalu murah.
Untuk berpikir besar kita harus menggunakan kata-kata dan kalimat-kalimat yang dapat membangkitkan rasa percaya diri, sehingga menghasilkan gagasan mental yang positif.
Yaitu kata-kata yang penuh harapan, mengandung arti kemenangan, kebahagiaan, dan kesenangan.
Hindarilah kata-kata yang menciptakan gambaran-gambaran yang tidak enak berupa kegagalan, kekalahan, dan asumsi negatif yang muncul dalam pikiran.
Orang yang berpikir atau menganggap dirinya kurang, Jadi kurang. Begitupula orang yang merasa dirinya tidak penting juga menjadi tidak penting.
Agar menjadi penting, kita harus benar-benar berpikir bahwa kita ini penting.
Berpikirlah penting, ini akan membantu Anda untuk berpikir bahwa Anda memang penting. Maka orang lain juga akan menganggap demikian.
Logikanya begini. Cara berpikir Anda menentukan perbuatan Anda. Cara berbuat Anda pada gilirannya menentukan bagaimana orang lain menanggapi Anda.
Untuk mendapatkan penghormatan dari orang lain, Anda terlebih dulu harus berpikir patut dihormati.
Dan makin banyak penghormatan yang Anda berikan kepada diri sendiri, makin banyak penghormatan orang lain terhadap diri Anda.
Hormat pada diri sendiri (penilaian diri) tercermin dalam segala sesuatu yang kita lakukan dan perbuat.
Ingatlah, penyebab manusia menjadi unggul adalah SEMANGAT. Berpikirlah dengan semangat. Bangunlah sumber semangat di dalam diri Anda.
Wujud Anda identik dengan pikiran. Berpikirlah “semangat” maka Anda pun akan bersemangat.
Misalkan Anda lagi gelisah, tanyakan bagaimana solusinya?
Apakah orang besar juga gelisah tatkala menghadapi masalah seperti yang saya hadapi? Atau apakah orang yang sangat sukses juga terganggu oleh masalah ini?
Kelilingi Orang Positif
Orang-orang yang menghabiskan waktu bersama Anda secara tak langsung dapat memengaruhi pikiran dan sikap Anda.
Coba lihatlah sekeliling. Jika Anda dikelilingi orang-orang pintar, mereka akan meningkatkan standar Anda dan Anda akan pun menjadi pintar.
Sebaliknya, jika Anda dikelilingi orang yang kurang pintar, mereka juga akan menjadi standar bagi Anda dan Anda pun akan jatuh ke dalam pola yang sama.
Bagian dari membangun mindset positif adalah mengelilingi diri Anda dengan orang-orang yang melakukan hal yang sama.
Perlu diiingat, mindset mereka akan mulai menular kepada Anda secara otomatis.
Oleh karena itu, jangan hanya mencari orang-orang yang ahli, tapi carilah orang-orang yang mampu mewujudkan kualitas-kualitas yang juga ingin Anda wujudkan.
Saat Anda dikelilingi orang-orang positif, Anda akan mendengar afirmasi positif. pandangan positif, dan kisah-kisah positif.
Sebaliknya, jika Anda merasa tidak nyaman setelah bergaul dengan orang tertentu, Anda harus berhenti untuk berteman dengan mereka.
Tatkala Anda memiliki teman yang senang menjatuhkan Anda, berbicara negatif mengenai Anda, atau sekadar pamer dan membuat Anda merasa kecil, mulai sekarang batasi pergaulan dengannya.
Kembangkanlah suatu benteng pertahanan terhadap orang-orang yang mengatakan bahwa Anda tidak bisa melakukan sesuatu. Dan terimalah nasihat negatif itu sebagai tantangan bahwa Anda bisa.
Hati-hatilah, jangan biarkan orang-orang negatif menghancurkan rencana sukses Anda.
Orang-orang negatif itu berada dimana-mana dan mereka itu nampaknya senang menyerobot kemajuan orang lain.
Tapi ada yang iri hati (hasad), yang karena ia sendiri tidak maju, ingin merintangi orang-orang yang mau maju. Mereka itu tidak maju, karena ingin membuat Anda juga tidak maju.
Lalu bagaimana cara menghadapi orang yang jiwanya iri hati?
Jawabnya, jangan perdulikan orang-orang yang bersikap dan berpikir negatif itu.
Jangan pula kau jadikan orang yang jiwanya iri hati sebagai sahabatmu, jangan pula kau jadikan musuhmu.
Sebab kalau jadi sahabat, dia akan menikam dari belakang. Kalau jadi musuh dia akan mencari kelemahan-kelemahan kita, kemarahannya akan meledak-ledak.
Kita kembalikan ke asalnya, jika dulunya tidak kenal, kita kembali tidak kenal lagi.
Sebab, pendapat-pendapat yang ditujukan kepada Anda tidak begitu pribadi sifatnya, seperti yang Anda duga.
Itu hanya proyeksi dari pikiran-pikiran mereka sendiri belaka, pencerminan dan perasaan bahwa mereka itu gagal.
Janganlah orang-orang yang berpikiran negatif itu ada kesempatan untuk menekan dan memerosotkan prestasi Anda, dan menurunkan Anda ke taraf mereka. Anggap sepi sepi mereka.
Dekatilah orang-orang yang berpikiran maju. Naiklah ke taraf yang lebih tinggi bersama-sama dengan mereka.
Orang negatif ini diabadikan di dalam Al-quran. “Dan dari kejahatan pendengki bila ia dengki.” (QS. Al-Falaq: 5).
Orang iri hati itu hidupnya tidak akan pernah bahagia, kenapa? Karena orang yang iri hati itu yang dipikirkan orang lain, tidak pernah memikirkan dirinya sendiri.
Dia tidak mengizinkan ada orang bisnisnya sukses, tapi dia sendiri tidak punya keinginan untuk sukses. Sukanya hanya mengoreksi orang lain. Kalau ada orang lain dapat rezeki dia kepanasan.
Singkatnya, orang iri hati ini kerja keras siang-malam banting-tulang bukan untuk mencapai tujuan cita-cita pribadi, tapi semua dilakukan hanya untuk menggagalkan cita-cita orang lain.
Misalkan, ada pemilik warung sembako yang sudah puluhan tahun berjualan dan tak ada pesaing.
Kemudian tetangga sebelah membuka usaha yang sama, dagangannya laris-manis. Dia mulai terancam karena pelanggannya berpindah ke kompetitor.
Dalam bersaing sehat, coba kita melihat diri sendiri (introspeksi). Kenapa warung kompetitor laris, sedangkan warung saya tidak?
Janganlah dibawa ke tahayul, mitos, seperti pesugihan. Cobalah diteliti dengan seksama, kenapa bisa demikian? Pantesan harga barangnya lebih miring.
Setelah tahu harganya lebih murah, kemudian dirubah dan disesuaikan dengan harga tetangga. Ternyata masih nggak laku.
Lalu coba diteliti lagi, ternyata warung tetangga boleh utang. Akhirnya diberlakukan boleh utang pula.
Setelah dievaluasi lagi, dengan harga yang sama, boleh utang, tetap saja dagangannya tak laku. Akhirnya ketahuan, bahwa di warung sebelah pelayannya berparas cantik.
Ternyata inilah sumber masalahnya. Akhirnya pembantu yang lama dipecat dan diganti dengan yang cantik dan semok.
Meski sudah disesuaikan semuanya ternyata dagangannya masih nggak laku juga.
Kemudian dikoreksi lagi, oh ternyata disana parasnya cantik juga ramah tamah, setiap tamu datang disambut dengan baik.
Sedangkan di warung kita sekalipun sudah cantik dan semok, orangnya judes.
Setiap ada pelanggan hendak membeli barang tidak boleh memegang. Begitu barang dipegang dipaksa untuk membeli. Akhirnya ketahuan, inilah biang keroknya.
Itulah namanya bersaing sehat (berlomba-lomba menuju kebaikan).
Jadi, jangan membenci siapapun tatkala Anda melihat orang lain sukses, tapi cobalah belajar dari orang yang maju.
Bahkan ada juga racun yang lebih jahat, yakni racun pikiran, biasa dinamakan “gossip”.
Gossip merupakan percakapan negatif mengenai orang lain, dan yang bergunjing merasa senang, dan tak mengetahui kalau ia tak akan disukai oleh orang-orang sukses, karena penggunjing itu kurang bisa dipercaya.
Racun pikiran berbeda dengan racun-racun tubuh. Racun ini mempengaruhi pikiran, tubuh, dan lebih halus bekerjanya. Orang yang kena racun macam ini tidak merasa.
Racun pikiran itu halus, tetapi akibatnya bisa besar sekali.
Ia bisa mengecilkan pikiran-pikiran kita dengan mamaksa kita memusatkan pikiran kita kepada soal-soal dan hal-hal yang kecil.
Ia membelit-belitkan pikiran mengenai orang-orang, dengan pemutarbalikkan fakta-fakta, dan menciptakan “rasa dosa” yang muncul kalau kita bertemu dengan orang digossipkan.
Racun pikiran adalah 0 persen pikiran benar, 100 persen pikiran salah.
Berpakaian Pantas
Orang sering kali membuat penilaian sekejap berdasarkan penampilan seseorang. Bertindak percaya diri berarti Anda harus memiliki penampilan yang sesuai dan layak.
Jika Anda mengenakan pakaian yang membuat Anda seolah baru bangun tidur, biasanya orang tidak menanggapi Anda dengan serius.
Sebaliknya, jika Anda berpenampilan seolah siap membereskan segala sesuatu, orang lain akan menganggap Anda percaya diri dan cenderung menunjukkan lebih banyak rasa hormat.
Berusahalah untuk menyikapi penampilan Anda dengan serius hingga membuat tuntutan Anda ditanggapi dengan lebih serius pula.
Meski penampilan bukan motivasi utama Anda, tetapi memerhatikan penampilan bisa memiliki efek positif terhadap rasa percaya diri.
Berpakaianlah dengan pakaian apapun yang dimiliki yang membuat Anda merasa percaya diri, dan perasaan di dalam hati pun akan terpancar ke luar.
Gunakanlah pakaian untuk meningkatkan semangat dan jiwa Anda. Bangunlah keyakinan Anda dengan berpakaian rapi. Untuk berdandan rapi, tak diperlukan biaya mahal.
Ini membuktikan bahwa sikap dan dandanan lahiriah mempengaruhi cara berpikir.
Kesan lahiriah berbicara kepada Anda, dan juga berbicara kepada orang lain. Kesan itu membantu menentukan anggapan orang lain terhadap Anda.
Seharusnya menilai pribadi seseorang itu diukur lebih melihat isi otaknya daripada pakaiannya.
Tapi jangan salah sangka. Faktanya orang lain menilai Anda berdasarkan keadaan lahiriah Anda.
Dan keadaan lahiriah Anda adalah dasar pertama bagi penilaian orang lain. Dan kesan pertama itu menentukan dan berkelanjutan.
Ingat, kesan lahiriah “berbicara” kepada Anda sendiri dan kepada orang lain.
Usahakan supaya kesan itu berkata: “Orang ini ada hormat pada diri sendiri. Ia penting. Perlakukanlah dia sebagai orang yang terhormat”
Orang lain harus mendapat kesan “penting” dari Anda. Terlebih lagi Anda sendiri harus mendapatkan kesan itu. Karena itu Anda harus kelihatan rapi dan terhormat.
Wujud Anda adalah sama dengan anggapan Anda terhadap diri sendiri. Jika kesan lahiriah membuat Anda berpikir rendah, maka Anda pun menjadi rendah.
Jika Anda berpikir kecil, Anda juga akan menjadi kecil. Oleh karena itu, berilah kesan lahiriah sebaik mungkin, maka Anda juga menjadi baik.
Tersenyumlah
Menghargai diri sendiri bisa diartikan dengan banyak cara. Salah satunya dengan tersenyum.
Tersenyum merupakan cara tercepat dan terampuh (obat mujarab) untuk meningkatkan rasa percaya diri dalam kehidupan sehari-hari Anda.
Ini bisa dikatakan sebagai salah satu langkah paling sederhana untuk menjaga pikiran positif, sehingga membuatmu merasa nyaman.
Kebanyakan orang berkata bahwa senyum memberi kepercayaan kepada yang bersenyum.
Akan tetapi banyak yang belum benar-benar percaya akan kenyataan ini, karena mereka tak pernah tersenyum, kalau-kalau mereka takut.
Senyum lebar-lebar memberikan rasa percaya pada diri sendiri, mampu mengalahkan dan mengusir rasa takut, serta menghilangkan kegelisahan.
Tak hanya iru, senyum yang sungguh-sungguh mampu menyembuhkan perasaan sakit, dan meluluhkan perlawanan dari orang lain.
Orang sukar dan mustahil bisa marah, kalau Anda memberinya senyum lebar dan sungguh-sungguh.
Saat Anda tersenyum, Anda tidak hanya melatih otot-otot wajah, Anda juga lebih terbuka dan lebih mudah didekati.
Dengan senyum, memberi tahu seseorang bahwa Anda adalah pribadi yang menyenangkan, mudah diajak bicara dan suka bergaul dengan orang lain.
Bersikap bersahabat terhadap orang lain dan tersenyum membuat Anda tampak percaya diri. Alhasil, mereka akan tertarik berada di dekat Anda.
Sudah terbukti bahwa tersenyum tak hanya membuat Anda lebih bahagia, tetapi juga dapat membuat orang di sekeliling Anda bersikap lebih positif kepada Anda.
Itulah sebabnya seseorang akan merasa tertarik pada wajah yang murah senyum.
Oleh karena itu tak ada alasan untuk murah senyum, tidak peduli betapa buruknya perasaan Anda!
Jadilah orang yang murah senyum. Anda tak pernah menyangka jika senyum yang paling kecil sekalipun dapat mengendalikan berbagai situasi dan membuat setiap orang merasa nyaman.
Apakah Anda pernah terbayang mendekati seseorang sedang cemberut? Tentu Anda tidak ingin.
Jika khawatir senyum Anda terlihat palsu, tersenyumlah sedikit saja. Senyum yang palsu bisa terlihat dari kejauhan.
Sebaliknya, jika Anda benar-benar bahagia bertemu orang lain atau punya kesempatan untuk mempraktikkan kemampuan baru untuk percaya diri, tunjukkan senyum lebar yang memamerkan gigi putih Anda! (top)
Editor : Ali Mustofa