RADAR KUDUS - Malam Idul Fitri adalah momen yang penuh berkah dan kegembiraan bagi umat Islam di seluruh dunia.
Salah satu tradisi yang sangat dihargai dalam menyambut Idul Fitri adalah takbiran.
Yaitu mengucapkan takbir secara berjamaah sebagai ungkapan syukur atas kemenangan setelah menjalani bulan Ramadan penuh berpuasa.
Takbiran merupakan ungkapan syukur dan kegembiraan atas kemenangan umat Islam setelah menjalani bulan Ramadan dengan penuh kesabaran dan pengorbanan.
Melalui bacaan takbir, umat Islam menyatakan kemenangan mereka atas diri sendiri, menghadapi cobaan, dan mengatasi godaan selama bulan suci Ramadan.
Dengan mengucapkan takbir, umat Islam mengingat kebesaran Allah dan anugerah-Nya yang melimpah selama bulan Ramadan.
Takbiran adalah momen untuk merenungkan betapa besar kasih sayang dan rahmat Allah kepada hamba-Nya yang telah berusaha menjalankan ibadah puasa dengan penuh keikhlasan dan ketulusan.
Berikut Ini Lafal Lengkap Bacaan Takbir Idul Fitri
Takbir Idul Fitri dilafalkan sebanyak tiga kali, sesuai dengan penjelasan Imam An-Nawawi dalam Kitab Al-Majmu’, Syarhul Muhadzdzab:
اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ
Allāhu akbar, Allāhu akbar, Allāhu akbar.
Artinya, “Allah maha besar, Allah maha besar, Allah maha besar.”
Selain tiga takbir tersebut, kita juga menambahkannya dengan dzikir sebagaimana dzikir-takbir yang diajarkan oleh Rasulullah SAW di bukit Shafa.
Sebagaimana yang diriwayatkan oleh Imam Muslim.
للهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا وَالحَمْدُ لِلّٰهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ الِلّٰهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلًا لَا إلٰهَ إِلَّا اللهُ وَلَا نَعْبُدُ إِلَّا إِيَّاهُ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ وَلَوْ كَرِهَ الكَافِرُوْنَ لَا إلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ صَدَقَ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَهَزَمَ الاَحْزَابَ وَحْدَهُ لَا إلٰهَ إِلَّا اللهُ وَاللهُ اَكْبَرُ
Allāhu akbar kabīrā, walhamdu lillāhi katsīrā, wa subhānallāhi bukratan wa ashīlā, lā ilāha illallāhu wa lā na‘budu illā iyyāhu mukhlishīna lahud dīna wa law karihal kāfirūn, lā ilāha illallāhu wahdah, shadaqa wa‘dah, wa nashara ‘abdah, wa hazamal ahzāba wahdah, lā ilāha illallāhu wallāhu akbar.
Artinya, “Allah maha besar. Segala puji yang banyak bagi Allah. Maha suci Allah pagi dan sore. Tiada tuhan selain Allah. Kami tidak menyembah kecuali kepada-Nya, memurnikan bagi-Nya sebuah agama meski orang kafir tidak menyukainya. Tiada tuhan selain Allah yang esa, yang menepati janji-Nya, membela hamba-Nya, dan sendiri memorak-porandakan pasukan musuh. Tiada tuhan selain Allah. Allah maha besar.”
Adapun lafal takbir yang sering dibaca masyarakat sebagai berikut tidak jadi masalah.
Lafal takbir itu cukup baik untuk dibaca.
اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ لَا إلٰهَ إِلَّا اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ وَلِلّٰهِ الْحَمْدُ
Allāhu akbar, Allāhu akbar, Allāhu akbar. Lā ilāha illallāhu wallāhu akbar. Allāhu akbar wa lillāhil hamdu.
Artinya, “Allah maha besar, Allah maha besar, Allah maha besar. Tiada tuhan selain Allah. Allah maha besar. Segala puji bagi-Nya.”
Dengan mengumandangkan takbir di malam Idul Fitri bukan hanya sekadar tradisi, tetapi juga merupakan ibadah yang penuh makna dan keutamaan dalam Islam.
Mari kita sambut malam Idul Fitri dengan penuh kegembiraan, syukur, dan kesyukuran atas segala anugerah yang telah diberikan oleh Allah SWT.
Selamat merayakan Idul Fitri! Taqabbalallahu minna wa minkum, mohon maaf lahir dan batin.
Editor : Dzikrina Abdillah