RADAR KUDUS - Malam Nuzulul Qur'an adalah momen penting dalam kalender Islam yang diperingati untuk mengenang turunnya wahyu pertama Al-Qur'an kepada Nabi Muhammad SAW.
"Nuzulul Qur'an" secara harfiah berarti "penurunan Al-Qur'an", yang mengacu pada penurunan pertama ayat Al-Qur'an kepada Nabi Muhammad.
Al-Qur’an sendiri diturunkan di Mekkah dan Madinah.
Perbedaan tempat turunnya Al-Qur'an ini mendasari pembagian surat Makkiyah dan Madaniyah.
Masa turunnya Al-Qur’an berlangsung selama 23 tahun secara berangsur-angsur.
Dengan memperingati Nuzulul Qur’an, umat Islam diharapkan dapat menghayati dan mengamalkan ajaran Islam yang terkandung dalam Al-Qur’an.
Sejarah Malam Nuzulul Qur'an
Dilansir dari NU Online, salah satu penjelasan tentang sejarah Malam Nuzulul Qur'an dijelaskan Pengajar Pondok Pesantren Al-Hikmah Darussalam Durjan Kokop Bangkalan Jawa Timur, Sunatullah.
Beliau menjelaskan bahwa pertama kali diturunkannya Al-Qur’an dari langit ke dunia kepada Nabi Muhammad saw bertepatan dengan malam Senin tanggal 17 Ramadhan.
Hal ini dijelaskan oleh Imam Ibnu Katsir dalam kitabnya Al-Bidayah wan Nihayah sebagai berikut:
“Permulaan wahyu (diturunkannya Al-Qur’an) kepada Rasulullah saw bertepatan dengan hari Senin pada malam ketujuh belas bulan Ramadhan. Dan dikatakan, bertepatan dengan tanggal 24 Ramadhan.” (Ibnu Katsir, Al-Bidayah wan Nihayah, [Beirut, Darul Fikr], juz III, halaman 11).
Namun menurut sebagian ulama, Al-Qur’an diturunkan pada bulan Ramadhan bertepatan dengan malam Lailatul Qadar, sebagaimana disebutkan dalam surat Al-Qadr, Allah swt berfirman:
اِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ (1) وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ (2) لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ (3)
Artinya, “Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam Qadar. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik daripada 1000 bulan.” (QS Al-Qadr: 1-3).
Selain itu dalam riwayat Ibnu Abbas dan Watsilah bin al-Asqa’ juga disebutkan proses turunnya Al-Qur’an secara total ini terjadi di bulan malam Lailatul Qadar, tepatnya malam 24 Ramadhan.
Imamul Mufassirin (pemimpin para pakar tafsir), Syekh Abu Ja’far Muhammad bin Jarir al-Thabari menyampaikan riwayat tersebut dalam kitab tafsirnya sebagai berikut:
كَمَا حَدَّثَنَا أَبُو كُرَيْبٍ قَالَ ثنا أَبُو بَكْرِ بْنُ عَيَّاشٍ، عَنِ الْأَعْمَشِ، عَنْ حَسَّانَ بْنِ أَبِي الْأَشْرَسِ، عَنْ سَعِيدِ بْنِ جُبَيْرٍ، عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ، قَالَ أُنْزِلَ الْقُرْآنُ جُمْلَةً مِنَ الذِّكْرِ فِي لَيْلَةِ أَرْبَعٍ وَعِشْرِينَ مِنْ رَمَضَانَ، فَجُعِلَ فِي بَيْتِ الْعِزَّةِ
Artinya: “Sebagaimana bercerita kepadaku Abu Kuraib, beliau berkata, bercerita kepadaku Abu Bakr bin ‘Ayyasy dari al-A’masy dari Hassan bin Abi al-Asyras dari Sa’id bin Jubair dari Ibnu Abbas beliau berkata; Al-Qur’an diturunkan secara keseluruhan pada malam 24 dari bulan Ramadhan, kemudian diletakan di Baitul Izzah.”
Perbedaan Nuzulul Qur'an dan Lailatul Qadar
Dari referensi di atas dapat dipahami bahwa peringatan Nuzulul Qur'an yang populer di Indonesia mengacu pada sejarah pertama kali turunnya Al-Qur’an dalam proses kedua, yaitu dari Baitul Izzah kepada Nabi di bumi.
Perbedaan pendapat mengenai kapan wahyu pertama turun memang tidak bisa dihindari.
Selain tanggal 17 Ramadhan ada pula yang berpendapat terjadi tanggal 7, 8, dan 21 Ramadhan.
Bahkan beberapa pendapat ada yang menyebut bukan di bulan Ramadhan.
Namun, perayaan Nuzulul Qur'an di setiap tanggal 17 Ramadhan yang telah turun-temurun terlaksana tanpa ada pengingkaran dari para ulama.
Setidaknya memiliki pembenaran dari sudut pandang sejarah menurut satu versi.
Oleh karenanya, tidak perlu fanatik secara berlebihan dengan menyalahkan pihak yang berbeda dengan pendapat yang diyakini.
Siapa pun boleh merayakan Nuzulul Qur'an di selain tanggal 17 Ramadhan dengan tetap menghormati pendapat lain yang berbeda.
Sementara Allah menegaskan bahwa Al-Qur’an diturunkan pada malam Lailatul Qadar (Surat al-Qadar ayat 1), yaitu malam paling spesial di bulan suci.
Lailatul Qadar adalah malam yang sangat diharapkan seluruh umat Muhammad, ia lebih baik dari pada seribu bulan.
Pendapat yang paling populer bahwa Lailatul Qadar terjadi di sepuluh akhir bulan Ramadhan, salah satu indikasinya Nabi sangat menekankan I’tikaf dan ibadah lainnya di waktu-waktu tersebut.Wallahualam.
Editor : Dzikrina Abdillah