Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Amalan Rebo Wekasan Menurut KH. Maimoen Zubair dan Penjelasannya

Dzikrina Abdillah • Rabu, 13 September 2023 | 01:43 WIB

SOSOK: KH. Maimoen Zubair atau Mbah Moen.
SOSOK: KH. Maimoen Zubair atau Mbah Moen.

RADAR KUDUS - Rebo wekasan merupakan rabu terakhir dalam bulan shafar, tahun ini Rebo Wekasan jatuh pada 13 September besok.

Menurut Mbah Moen yang dikutip dari instagram @ppalanwar, bahwasanya pada hari itu ulama kasyf berpendapat Allah menurunkan banyak bala' atau bencana.

Maka, dianjurkan untuk mengamalkan berbagai amalan di rabu malam wekasan.

Amalan pada malam rabu wekasan tersebut adalah dengan salat empat rakaat dengan dua kali salam.

Dianjurkan untuk rakaat pertama membaca surat Al Kautsar sebanyak 17 kali.

Dalam penjelasan yang didawuhkan Mbah Moen karena siapa yang membacanya hidupnya akan diberikan kenikmatan dan orang yang memusuhi ditumpaskan.

Baca Juga: Simak! Ini Penjelasan, Tata Cara dan Niat Sholat Tolak Bala atau Tradisi Rebo Wekasan

Kemudian di ayat kedua mengandung arti untuk melakukan shalat dan berkurban.

Maka dinisbatkan agar dalam meraih kenikmatan senantiasa menjalankan shalat.

Di ayat terakhir mengandung hikmah bahwa orang yang membencimu akan tertumpas.

Setelah rakaat pertama membaca surat al-kautsar sebanyak 17 kali.

Kemudian di rakaat kedua membaca surat Al-Ikhlas 5 kali.

Baca Juga: Mengenal Apa Itu Rebo Wekasan dan Amalan-amalannya, Jadi Hari Paling Sial!

Menurut Mbah Moen karena dalam surat ikhlas semuanya dikembalikan kepada Allah.

Dan sesuatu yang tertuju semua kepada Allah adalah kebaikan

Di rakaat ketiga membaca surat Al Falaq dan keempat surat An-Naas.

Menurut Mbah Moen untuk tolak tanggul. Bahaya yang mengarah ke selatan akan kembali lagi.

Di rakaat ketiga membaca surat Al Falaq dan keempat surat An-Naas.

Menurut Mbah Moen untuk tolak tanggul.

Bahaya yang mengarah ke selatan akan kembali lagi.

Mengenal Rebo Wekasan

Rebo Pungkasan atau Rebo Wekasan merupakan salah satu tradisi yang dilakukan oleh masyarakat Jawa, Sunda, dan Madura.

Rebo Wekasan dipercaya sebagai sumber datangnya penyakit dan marabahaya.

Lalu apa itu Rebo Wekasan? Apa saja tradisi yang dilakukan saat Rebo Wekasan?

Apa itu Rebo Wekasan?

Baca Juga: Viral! Dua Lagu Daerah Indonesia Ini Juga di Klaim Milik Malaysia

Rebo dalam bahasa Jawa adalah hari Rabu, sedangkan Wekasan artinya terakhir.

Dikutip dari beberapa sumber, Rabu Pungkasan atau Rebo Wekasan merupakan istilah Jawa yang merujuk pada tradisi yang dilakukan pada hari Rabu terakhir di bulan Safar dalam kalender Islam.

Rabu Wekasan dianggap menjadi hari paling sial sepanjang tahun.

Sehingga perlu dilakukan ritual untuk memohon perlindungan pada Allah.

Rebo Wekasan merupakan hasil perpaduan kearifan lokal dengan nilai-nilai agama Islam.

Baca Juga: Viral! Guru SD di Bogor Lecehkan 14 Siswinya, Terancam 15 Tahun Penjara!

Tradisi Rebo Wekasan yang merupakan tradisi Jawa dilakukan dengan ritual keagamaan Islam.

Tradisi yang dilakukan saat Rebo Wekasan

Tradisi Rebo Wekasan dilakukan dengan cara beragam di Indonesia.

Hal itu tergantung pada masing-masing daerah.

Beberapa tradisi Rebo Wekasan dari berbagai wilayah Indonesia meliputi:

1. Sholat Tolak Bala

Pada setiap hari Rabu dalam bulan Safar (menurut penanggalan Jawa), masyarakat akan berkumpul di masjid atau tempat ibadah.

Disana mereka akan bersama-sama melakukan sholat tolak bala.

Meskipun dasar dari sholat tolak bala adalah unsur-unsur agama Islam, dalam pelaksanaannya terkadang mencerminkan nuansa lokal yang khas di berbagai daerah.

Ritual yang dilakukan adalah shalat dengan empat rakaat.

Baca Juga: Ditangkap Warga, Inilah Tampang Dua Pencuri Kotak Amal Masjid di Penggaron Kidul Semarang, Anda Kenal?

Setiap rakaat, setelah membaca surat Al-Fatihah, diikuti dengan membaca surat Al-Kautsar sebanyak 17 kali, surat Al-Ikhlas sebanyak 5 kali.

Lalu, surat Al-Falaq dan surat An-Naas masing-masing sekali.

Ritual ini ditutup dengan membaca doa setelah salam sebagai bentuk permohonan perlindungan dan keamanan.

2. Selamatan

Tradisi selanjutnya yang dilakukan saat Rebo Wekasan adalah selamatan atau perayaan syukuran.

Tradisi ini lebih cenderung beragam sesuai dengan budaya daerahnya.

Tetapi, tujuan utamanya adalah berdoa meminta dijauhkan dari malapetaka.

Baca Juga: Sinta Aulia Penderita Tumor Asal Rembang Meninggal Dunia, Begini Ungkapan Kesedihan Sang Ayah 

Biasanya dilakukan perjamuan bersama dengan makanan tradisional.

Ada juga yang melemparkan hasil panen ke laut atau ada orang lain yang membagikan hasil pertanian melimpah kepada masyarakat sekitar.

3. Puasa Tolak Bala

Puasa Rebo Wekasan sering disebut dengan puasa tolak bala.

Meskipun sebenarnya ibadah dengan niat Rebo Wekasan tidak diperbolehkan dalam syariat Islam.

Baca Juga: Gempa Magnitudo 4,7 Guncang Kabupaten Maluku Barat Daya, Maluku Hari ini

Tetapi masyarakat cenderung melakukan puasa ini dengan tujuan mengharap perlindungan.

Setelah menjalankan ibadah puasa atau sholat tolak bala, dianjurkan untuk memanjatkan doa sapu jagat untuk tolak bala.

Pelaksanaan ibadah tanpa dasar syariat Islam dianggap tidak sah.

Tetapi masyarakat merasa perlu menjaga warisan budaya ini. 

Editor : Dzikrina Abdillah
#amalan #Rebo Wekasan #mbah moen #KH Maimoen Zubair