Secara umum pembelajaran di SD masih cenderung ceramah, terpusat pada guru, dan menggunakan model pembelajaran langsung. Selain itu, guru belum mengembangkan pembelajaran pemecahan masalah. Hal inilah yang menyebabkan hasil belajar matematika siswa SD masih rendah dikarenakan siswa belum diberi kesempatan untuk memecahkan masalah matematika.
Namun, sebagian besar siswa tidak memiliki keterampilan pemecahan masalah. Siswa yang tidak mampu menerapkan keterampilan dalam memecahkan masalah dapat mengalami kesulitan belajar karena berbagai faktor. Salah satu faktor tersebut adalah cara belajar atau karakteristik pemahaman seseorang terhadap sesuatu. Cara belajar siswa sering disebut dengan gaya belajar.
Setiap siswa memiliki gaya belajar yang berbeda-beda dalam memecahkan masalah terutama masalah matematika. Gaya belajar adalah metode yang menjelaskan bagaimana seorang individu belajar dan berfokus pada proses dalam menangkap informasi yang sulit dan baru melalui persepsi yang berbeda (Negara et.al, 2021).
Melalui gaya belajar dapat membantu siswa memaksimalkan potensi otak sebagai kemampuan untuk mengatur dan mengelola informasi melalui aktivitas visual dan mental (Amin, 2016). Guru yang tidak memperhatikan gaya belajar siswa menyebabkan hasil belajar kurang ideal pada beberapa materi pelajaran terutama matematika.
Menurut De Porter dan Hernacki secara umum gaya belajar dibedakan dalam tiga kelompok yaitu gaya belajar visual, gaya belajar auditori, dan gaya belajar kinestetik. Gaya belajar mempunyai peran penting dalam pendidikan, terutama dalam proses kegiatan belajar mengajar.
Gaya belajar siswa yang sesuai dengan cara mereka melakukan kegiatan belajar akan memberikan dampak positif, seperti dapat meningkatkan prestasi belajar mereka. Oleh karena itu, guru dalam mengajar harus memperhatikan gaya belajar siswa. Dengan mengenali gaya belajar siswa, guru dapat merancang kegiatan pembelajaran dengan beragam model, strategi, dan metode yang sesuai.
Beragam kegiatan pembelajaran ini akan menciptakan suasana belajar yang kondusif, menyenangkan, dan sesuai dengan kebutuhan serta kemampuan siswa. Tentunya juga memudahkan siswa dalam menyerap informasi sehingga meningkatkan minat dan prestasi belajarnya.
Pada akhirnya, gaya belajar sangat penting dalam proses pembelajaran. Pembelajaran yang sesuai dengan minat dan gaya belajar siswa akan meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi atau informasi yang dipilih serta dapat menciptakan pembelajaran yang kondusif dan menyenangkan bagi guru maupun siswa. Untuk ke depannya diharapkan para guru menggunakan berbagai metode dalam kegiatan pembelajaran yang dapat mengakomodasi semua gaya belajar siswa. (adv) Editor : Abdul Rokhim