REMBANG – Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Fakultas Teknik (FT) Universitas Negeri Semarang (Unnes) menggelar pelatihan otomasi industri dan 3D print di SMK Cendekia Lasem, Kabupaten Rembang. Selain pelatihan, mereka menghibahkan satu unit mesin 3D printer untuk menunjang *teaching factory* (TeFa) di sekolah itu.
Kegiatan bertajuk Pelatihan Edukasi Otomasi Industri dan 3D Print untuk Peningkatan Pemahaman Industri 4.0 dalam Rangka Mendorong SDGs 9 tersebut diketuai Dekan FT Unnes Prof. Dr. Wirawan Sumbodo, M.T. Ia didampingi dosen Dr. Eng. Rizqi Fitri Naryanto, S.T., M.Eng.; Febrian Arif Budiman, S.Pd., M.Pd.; dan Muhammad Irfan Nuryanta, S.T., M.Eng. Tiga mahasiswa teknik, yakni Vicky Ainul Hayya Maulana, Adit Aryadi, dan Agni Thoat Nashrulloh, ikut membantu pendampingan.
Wirawan mengatakan, kegiatan itu berangkat dari persoalan di SMK Cendekia Lasem. Sekolah yang berlokasi di Jalan Sunan Bonang Km 3, Sulo-Sriombo, itu sedang mengurus izin Program Keahlian Teknik Otomasi Industri. Namun, minimnya sarana dan prasarana membuat pembelajaran praktik belum optimal.
"Selama ini siswa belum punya akses memadai ke kompetensi dasar kontrol industri, seperti sensor-aktuator, PLC atau mikrokontroler, hingga sistem pneumatik. Akibatnya, pembelajaran cenderung berhenti di teori. Padahal, roh SMK adalah praktik langsung yang selaras dengan kebutuhan dunia kerja dan industri," ujarnya.
Untuk menjawab masalah itu, tim Unnes menawarkan pendekatan otomasi berbasis *prototyping* yang didukung teknologi cetak tiga dimensi (3D printing). Dengan teknologi tersebut, sekolah dan siswa bisa membuat sendiri komponen trainer otomasi dengan biaya jauh lebih murah.
"Sekolah bisa mencetak gripper (penjepit) robot, dudukan sensor, gear sederhana, kerangka mini konveyor, sampai modul sortir barang. Dengan integrasi otomasi dan cetak 3D, praktik jadi sangat nyata dan kontekstual," imbuh Wirawan.
Pelatihan diikuti 20 peserta, terdiri atas guru kejuruan dan siswa pilihan. Pada tahap pertama, peserta menerima materi dasar otomasi, pengenalan sensor, aktuator, dan mikrokontroler. Tahap berikutnya, mereka berlatih simulasi sistem otomasi memakai perangkat lunak FluidSIM.
Pada tahap inti, peserta dibimbing mempraktikkan desain CAD (computer-aided design) dan mengoperasikan mesin 3D printer. Di bawah arahan dosen dan mahasiswa Unnes, peserta antusias menyaksikan desain digital dicetak lapis demi lapis dari filamen plastik hingga menjadi komponen robotika.
Wirawan menyebut kegiatan itu mendukung Tujuan ke-9 *Sustainable Development Goals* (SDGs), yakni membangun infrastruktur tangguh, mendorong industrialisasi inklusif dan berkelanjutan, serta menumbuhkan inovasi. Program tersebut juga disebutnya sejalan dengan Asta Cita Presiden RI, khususnya poin keempat tentang penguatan sumber daya manusia (SDM) serta sains dan teknologi, dan poin kelima tentang hilirisasi dan industrialisasi.
Kepala SMK Cendekia Lasem Rina Anggaraningrum, S.Pd., mengaku sangat terbantu, terutama dengan hibah 3D printer yang diserahkan di akhir pelatihan.
"Kami berterima kasih kepada Prof. Wirawan dan seluruh tim FT Unnes. Bantuan alat dan transfer ilmu ini bagaikan angin segar bagi sekolah kami. Printer ini akan langsung kami pakai untuk membuat media pembelajaran mandiri supaya kompetensi siswa di bidang desain dan otomasi industri 4.0 makin berdaya saing," kata Rina.
Program ini tidak berhenti pada pelatihan. Tim Unnes berkomitmen melakukan evaluasi dan pendampingan pascakegiatan. Mereka berharap inovasi 3D print tersebut berkelanjutan dan menjadi bagian dari ekosistem technopreneurship di SMK Cendekia Lasem, sehingga lulusannya siap menghadapi industri yang terus berubah. (*ali)
Editor : Ali Mahmudi