RADAR KUDUS – Sistem penilaian Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2026 untuk siswa SMA, MA, SMK, MAK, dan sederajat mengalami perubahan. Hasil ujian tidak lagi dilaporkan dengan skala 0-100 seperti yang umum digunakan dalam penilaian sekolah, tetapi menggunakan rentang skor 200 hingga 800.
Ketentuan tersebut tercantum dalam Keputusan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Kepmendikdasmen) Nomor 56 Tahun 2026 tentang Pedoman Penyelenggaraan Tes Kemampuan Akademik dan Asesmen Nasional. Dalam aturan itu, hasil TKA untuk jenjang SMA/MA/sederajat serta SMK/MAK dilaporkan dengan skor mulai 200 sampai 800 dan dibulatkan hingga dua angka di belakang koma.
Dengan demikian, siswa yang akan mengikuti TKA 2026 perlu memahami bahwa angka yang muncul pada hasil ujian nantinya tidak dapat dibaca dengan pola penilaian 0-100. Skor 800 menjadi batas tertinggi dalam sistem pelaporan TKA, sedangkan 200 merupakan batas terendah.
Baca Juga: TKA 2026 Segera Digelar, Ini 3 Mapel Wajib dan 19 Pilihan untuk Siswa SMA-MA
Perubahan skala tersebut juga disertai klasifikasi capaian. Hasil TKA dibagi ke dalam tiga kategori, yakni Baik, Memadai, dan Kurang. Selain itu, terdapat predikat Istimewa yang diberikan kepada peserta dengan capaian tertentu.
Untuk peserta SMA/MA/sederajat dan SMK/MAK, predikat Istimewa diberikan apabila siswa mendapatkan skor sekurang-kurangnya 725,00 pada setiap mata uji. Artinya, angka 725 bukan nilai maksimal dalam TKA 2026, melainkan ambang yang digunakan untuk memperoleh predikat Istimewa.
Peserta tetap memiliki peluang memperoleh skor lebih tinggi hingga 800. Karena itu, siswa yang mendapatkan nilai 725,00 tidak dapat menyimpulkan bahwa dirinya sudah mencapai skor tertinggi. Angka tersebut berada di bawah batas maksimum pelaporan yang ditetapkan pemerintah.
Perubahan sistem skor menjadi salah satu hal yang perlu diketahui peserta sejak sebelum ujian berlangsung. Selain mempersiapkan materi, siswa perlu memahami format ujian, pembagian waktu, jadwal pelaksanaan, hingga mekanisme melihat hasil setelah seluruh rangkaian TKA selesai.
Untuk TKA 2026, pemerintah juga memberikan akses hasil secara individual. Siswa nantinya tidak harus menunggu sekolah mengumumkan nilai masing-masing karena peserta dapat melihat hasil TKA secara mandiri setelah hasil resmi tersedia.
Kepala Pusat Asesmen Pendidikan Kemendikdasmen Rahmawati menjelaskan, akses hasil tidak hanya diberikan kepada satuan pendidikan. Peserta secara perorangan juga dapat melihat hasil ujiannya.
“Tidak hanya satuan pendidikan yang bisa mengakses hasil dari semua murid peserta TKA, tapi setiap individu peserta TKA juga dapat melihat hasilnya secara individu masing-masing, sehingga tidak perlu menunggu pengumuman dari kepala sekolah,” ujar Rahmawati dalam webinar TKA 2026.
Mekanisme tersebut membuat peserta memiliki akses langsung terhadap hasil yang diperolehnya. Sekolah tetap dapat melihat hasil peserta didik, tetapi siswa juga tidak bergantung sepenuhnya pada penyampaian nilai oleh pihak sekolah.
Adapun pengumuman hasil TKA 2026 dijadwalkan pada 23 Desember 2026. Tanggal tersebut menjadi tahapan akhir yang perlu dicatat siswa setelah mengikuti rangkaian ujian utama maupun susulan.
Sebelum sampai pada pengumuman nilai, peserta terlebih dahulu akan mengikuti TKA yang diselenggarakan selama empat hari. Pembagian waktu tersebut menjadi bagian dari perubahan teknis pelaksanaan TKA 2026.
Hari pertama digunakan untuk Bahasa Indonesia wajib dan literasi. Peserta mendapatkan waktu lima menit untuk latihan, kemudian mengerjakan 30 soal selama 75 menit. Setelah sesi tersebut selesai, peserta mengikuti Survei Karakter selama 25 menit.
Baca Juga: Skor TKA SMA-SMK 2026 Berubah, Tak Lagi 0-100: Ini Rentang Nilai dan Predikatnya
Pada hari kedua, giliran Bahasa Inggris wajib dan Survei Lingkungan Belajar. Peserta kembali memperoleh lima menit untuk latihan, kemudian mengerjakan 30 soal Bahasa Inggris dalam waktu 75 menit. Setelah itu, Survei Lingkungan Belajar berlangsung selama 25 menit.
Matematika wajib dan numerasi ditempatkan pada hari ketiga. Setelah lima menit latihan, peserta mengerjakan 25 soal dalam waktu 75 menit.
Sementara itu, dua mata pelajaran pilihan dijadwalkan pada hari keempat. Masing-masing mata pelajaran terdiri atas 25 soal dengan waktu pengerjaan 60 menit. Peserta juga memperoleh lima menit latihan sebelum mengerjakan setiap sesi.
Pembagian ujian menjadi empat hari dilakukan untuk mengurangi penumpukan mata pelajaran dalam satu rangkaian ujian. Pemerintah sebelumnya menjelaskan bahwa pola tersebut berkaitan dengan upaya mengurangi beban kognitif siswa sehingga peserta dapat lebih fokus saat mengerjakan setiap mata pelajaran.
Rahmawati mengatakan pemerintah tidak ingin siswa menghadapi terlalu banyak mata pelajaran dalam waktu berdekatan hingga mengalami kelelahan.
“Kami tidak ingin semua peserta TKA menumpuk beban kognitifnya kemudian lelah. Habis mengerjakan Bahasa Indonesia, langsung Matematika, langsung Bahasa Inggris. Maka tahun ini setiap peserta TKA akan menempuh TKA selama empat hari,” kata Rahmawati.
Dengan jadwal tersebut, tiga mata pelajaran wajib tidak dikerjakan sekaligus. Bahasa Indonesia ditempatkan pada hari pertama, Bahasa Inggris pada hari kedua, sedangkan Matematika berada di hari ketiga. Dua mata pelajaran pilihan kemudian menjadi materi ujian pada hari keempat.
Durasi pengerjaan juga memberikan ruang yang cukup bagi peserta untuk mengatur strategi. Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris masing-masing terdiri atas 30 soal dengan waktu 75 menit. Secara rata-rata, peserta memiliki waktu sekitar 2,5 menit untuk setiap soal.
Matematika wajib terdiri atas 25 soal dengan waktu pengerjaan 75 menit. Secara rata-rata, tersedia sekitar tiga menit untuk setiap soal.
Namun, pembagian waktu tersebut bukan berarti seluruh soal memiliki tingkat kesulitan dan waktu pengerjaan yang sama. Ada soal yang dapat diselesaikan lebih cepat, sementara pertanyaan tertentu membutuhkan proses memahami informasi, melakukan perhitungan, atau menerapkan konsep sebelum jawaban ditentukan.
Baca Juga: TKA 2026 Diubah, Siswa Kini Kerjakan Satu Mapel Wajib per Hari dan Dapat 75 Menit
Karena itu, peserta perlu mengatur waktu secara proporsional selama ujian. Siswa tidak disarankan terlalu lama bertahan pada satu pertanyaan, tetapi juga tidak perlu mengerjakan semua soal secara terburu-buru.
Rahmawati sebelumnya mengingatkan peserta agar menggunakan waktu yang tersedia secara optimal sampai sesi ujian berakhir.
“Jadi, tidak perlu merasa terburu-buru atau tergesa-gesa, tetapi juga tidak terlalu bersantai. Yang pasti, waktu ini sangat bisa dioptimalkan sampai detik-detik terakhir,” ujarnya.
Selain memahami sistem skor dan format ujian, siswa juga perlu mencatat kalender TKA 2026. Pendaftaran peserta berlangsung mulai 27 Juli hingga 27 September 2026.
Setelah pendaftaran, tahap simulasi dijadwalkan pada 21-27 September 2026. Peserta kemudian mengikuti gladi bersih yang dibagi menjadi dua gelombang, yakni 5-11 Oktober untuk gelombang pertama dan 12-18 Oktober untuk gelombang kedua.
Pelaksanaan utama TKA dimulai pada akhir Oktober. Gelombang pertama dijadwalkan berlangsung 26-29 Oktober 2026. Setelah itu, terdapat pelaksanaan khusus mata pelajaran wajib pada 31 Oktober-1 November 2026.
Gelombang kedua dijadwalkan pada 2-5 November 2026. Sementara pelaksanaan khusus untuk mata pelajaran pilihan berlangsung pada 7-8 November 2026.
Peserta yang tidak dapat mengikuti jadwal utama masih memiliki kesempatan melalui pelaksanaan susulan. Jadwal susulan juga dibagi dalam beberapa tahap, mulai 16 November hingga 29 November 2026.
Gelombang pertama pelaksanaan susulan berlangsung 16-19 November. Kemudian, ujian khusus mata pelajaran wajib dijadwalkan 21-22 November.
Berikutnya, gelombang kedua susulan berlangsung 23-26 November. Adapun ujian khusus mata pelajaran pilihan untuk peserta susulan dijadwalkan 28-29 November 2026.
Setelah seluruh rangkaian selesai, hasil TKA dijadwalkan diumumkan pada 23 Desember 2026. Peserta nantinya dapat melihat hasilnya secara individual sesuai mekanisme akses yang disediakan pemerintah.
Bagi siswa, perubahan skala nilai menjadi 200-800 menjadi hal yang perlu diperhatikan ketika hasil ujian keluar. Peserta tidak perlu menganggap skor 100 sebagai batas maksimum karena sistem pelaporan TKA 2026 menggunakan rentang yang berbeda.
Demikian pula dengan angka 725. Skor tersebut memang menjadi batas minimal untuk mendapatkan predikat Istimewa, tetapi bukan nilai tertinggi. Predikat tersebut juga berlaku dengan syarat skor minimal 725,00 dicapai pada masing-masing mata uji untuk peserta jenjang SMA/MA/sederajat dan SMK/MAK.
Dengan kata lain, hasil TKA perlu dibaca berdasarkan capaian pada setiap mata uji. Peserta tidak cukup hanya melihat satu angka tanpa memperhatikan mata pelajaran yang diujikan serta kategori capaian yang menyertainya.
Perubahan ini juga membuat siswa perlu membedakan antara nilai TKA dan sistem penilaian yang digunakan sekolah. Skala 200-800 merupakan sistem pelaporan hasil TKA sebagaimana diatur dalam pedoman penyelenggaraan TKA dan Asesmen Nasional 2026.
Sementara dari sisi pelaksanaan, pemerintah tidak hanya mengubah cara hasil ujian dilaporkan. Pembagian ujian menjadi empat hari juga dirancang untuk membuat peserta lebih fokus dan mengurangi beban kognitif akibat pengerjaan beberapa mata pelajaran secara beruntun.
Persiapan siswa karena itu tidak cukup hanya dengan menghafal materi. Peserta juga perlu memahami teknis ujian, jumlah soal, durasi pengerjaan, pembagian hari, serta cara mengatur waktu selama berada di ruang ujian.
Bagi sekolah, informasi tersebut penting disampaikan kepada peserta sejak masa persiapan. Pemahaman mengenai sistem penilaian dan jadwal dapat membantu siswa mengetahui tahapan yang harus dilalui hingga hasil diumumkan.
TKA 2026 pada akhirnya menghadirkan sejumlah perubahan yang perlu dipahami siswa SMA, MA, SMK, MAK, dan sederajat. Salah satu yang paling terlihat adalah penggunaan skala 200-800 menggantikan pola 0-100 dalam pelaporan hasil.
Di sisi lain, pelaksanaan ujian dibagi menjadi empat hari dengan tiga mata pelajaran wajib dan dua mata pelajaran pilihan. Setelah mengikuti seluruh rangkaian tersebut, peserta tidak perlu menunggu sekolah untuk mengetahui hasilnya karena akses nilai juga diberikan secara individual.
Dengan jadwal pengumuman pada 23 Desember 2026, siswa masih memiliki waktu untuk mempersiapkan diri sekaligus memahami aturan TKA. Hal yang perlu dicatat adalah batas 725,00 untuk predikat Istimewa bukan skor maksimum. Dalam sistem TKA 2026, skor tertinggi yang dapat dilaporkan tetap 800.
Editor : Mahendra Aditya