Skor TKA SMA-SMK 2026 Berubah, Tak Lagi 0-100: Ini Rentang Nilai dan Predikatnya

Mahendra Aditya Restiawan • Dipublikasikan Rabu, 16 September 2026 | 08:45 WIB
LITERASI: Siswa SMAN 1 Toroh, Kabupaten Grobogan saat membaca koran Jawa Pos Radar Kudus di sela KBM.
LITERASI: Siswa SMAN 1 Toroh, Kabupaten Grobogan saat membaca koran Jawa Pos Radar Kudus di sela KBM.

RADAR KUDUS - Skor hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2026 untuk siswa SMA, MA, SMK, MAK, dan sederajat mengalami perubahan. Jika pada pelaksanaan sebelumnya nilai dikenal dalam rentang 0-100, hasil TKA 2026 kini dilaporkan menggunakan skala 200 hingga 800.

Perubahan sistem penilaian tersebut tercantum dalam Keputusan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Kepmendikdasmen) Nomor 56 Tahun 2026 tentang Pedoman Penyelenggaraan Tes Kemampuan Akademik dan Asesmen Nasional. Aturan itu menjadi acuan baru bagi penyelenggaraan TKA dan Asesmen Nasional tahun 2026.

Dalam pedoman tersebut, Kemendikdasmen menetapkan hasil TKA untuk jenjang SMA/MA/sederajat serta SMK/MAK dilaporkan dalam rentang nilai 200 sampai 800. Nilai yang diterima peserta juga dicantumkan dengan pembulatan hingga dua angka di belakang koma.

Artinya, peserta tidak perlu mencari angka 100 sebagai batas tertinggi seperti yang selama ini lazim digunakan dalam sistem penilaian sekolah. Pada TKA 2026, angka 800 merupakan skor tertinggi yang dapat dilaporkan, sedangkan 200 menjadi batas bawah dalam rentang pelaporan hasil.

Baca Juga: TKA 2026 Diubah, Siswa Kini Kerjakan Satu Mapel Wajib per Hari dan Dapat 75 Menit

Perubahan skala ini juga penting dipahami karena terdapat sejumlah kategori capaian yang menyertai hasil ujian. Setelah peserta memperoleh skor untuk setiap mata pelajaran, hasil tersebut dianalisis dan dikelompokkan berdasarkan tingkat kemampuan yang dicapai.

Kepmendikdasmen Nomor 56 Tahun 2026 menetapkan tiga kategori capaian hasil TKA, yaitu Baik, Memadai, dan Kurang. Selain ketiga kategori tersebut, peserta dapat memperoleh predikat Istimewa apabila memenuhi batas skor yang telah ditentukan.

Untuk peserta TKA jenjang SMA/MA/sederajat dan SMK/MAK, predikat Istimewa diberikan jika memperoleh skor sekurang-kurangnya 725,00 pada masing-masing mata uji. Dengan demikian, angka 725 bukan batas nilai tertinggi, melainkan ambang yang digunakan untuk menentukan predikat Istimewa.

Pemahaman mengenai angka 725 menjadi penting agar siswa tidak salah membaca hasil TKA. Peserta yang memperoleh skor 725 bukan berarti telah mencapai nilai maksimum. Masih terdapat ruang hingga skor 800 dalam sistem pelaporan TKA 2026.

Dengan skema tersebut, hasil TKA nantinya tidak hanya menunjukkan angka, tetapi juga memberikan gambaran mengenai kategori capaian kemampuan peserta. Sistem itu membuat pembacaan hasil ujian tidak berhenti pada perbandingan angka semata.

Perubahan nilai tersebut menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan siswa yang akan mengikuti TKA 2026. Selain mempersiapkan materi ujian, peserta perlu mengetahui bagaimana skor nantinya dilaporkan dan kapan hasil dapat diakses.

Kemendikdasmen juga mengubah mekanisme akses terhadap hasil TKA. Untuk pelaksanaan 2026, siswa tidak harus menunggu sekolah menyampaikan hasil secara langsung. Peserta dapat melihat hasil TKA masing-masing secara mandiri setelah pengumuman resmi.

Kepala Pusat Asesmen Pendidikan Kemendikdasmen Rahmawati menjelaskan mekanisme tersebut dalam Webinar Bincang SMA TKA 2026 yang ditayangkan melalui kanal YouTube Direktorat SMA.

"Setiap individu peserta TKA juga dapat melihat hasilnya secara individu masing-masing, sehingga tidak perlu menunggu pengumuman dari kepala sekolah," kata Rahmawati, seperti dikutip dalam pemberitaan detikEdu.

Menurut Rahmawati, akses hasil TKA tidak hanya tersedia bagi satuan pendidikan yang dapat melihat hasil seluruh peserta. Masing-masing siswa juga memperoleh akses untuk mengetahui hasil ujiannya sendiri.

Perubahan tersebut membuat mekanisme pengumuman hasil TKA 2026 berbeda dibandingkan pelaksanaan sebelumnya. Pada TKA 2025, peserta memperoleh hasil melalui sekolah. Untuk 2026, akses individual diberikan kepada peserta sehingga siswa dapat mengecek hasilnya sendiri setelah pengumuman.

Pengumuman hasil TKA SMA, SMK, MA, MAK, dan sederajat dijadwalkan pada 23 Desember 2026. Tanggal tersebut menjadi salah satu tahapan penting yang perlu dicatat peserta sejak awal mengikuti rangkaian asesmen.

Namun, sebelum sampai pada tahap pengumuman, peserta masih harus melewati rangkaian pelaksanaan TKA yang berlangsung dalam empat hari. Pembagian tersebut juga menjadi bagian dari perubahan penyelenggaraan TKA 2026.

Pada hari pertama, peserta mengerjakan TKA Bahasa Indonesia wajib dan literasi. Sesi tersebut berlangsung selama 75 menit dengan jumlah 30 soal. Sebelum masuk ke sesi utama, peserta mendapatkan waktu lima menit untuk latihan. Setelah ujian Bahasa Indonesia selesai, peserta melanjutkan Survei Karakter selama 25 menit.

Hari kedua digunakan untuk TKA Bahasa Inggris wajib. Peserta kembali memperoleh lima menit untuk latihan sebelum mengerjakan 30 soal dalam waktu 75 menit. Setelah itu, peserta mengikuti Survei Lingkungan Belajar selama 25 menit.

Matematika wajib dan numerasi menjadi materi pada hari ketiga. Seperti dua mata pelajaran wajib sebelumnya, peserta mendapatkan lima menit latihan dan kemudian mengerjakan 25 soal selama 75 menit.

Sementara itu, hari keempat diperuntukkan bagi dua mata pelajaran pilihan. Masing-masing mata pelajaran terdiri atas 25 soal dengan waktu pengerjaan 60 menit. Peserta kembali mendapatkan lima menit latihan sebelum memasuki sesi ujian.

Pembagian menjadi empat hari tersebut dilakukan agar mata pelajaran yang diujikan tidak menumpuk dalam satu waktu. Pemerintah sebelumnya menjelaskan bahwa perubahan jadwal ini berkaitan dengan upaya mengurangi beban kognitif peserta selama mengikuti asesmen.

Kepala Pusat Asesmen Pendidikan Rahmawati sebelumnya mengatakan peserta TKA 2026 tidak lagi mengerjakan seluruh mata pelajaran wajib dalam rangkaian yang terlalu padat. Menurut dia, pemisahan jadwal diharapkan membuat siswa lebih fokus ketika menghadapi setiap mata pelajaran.

"Kami tidak ingin semua peserta TKA menumpuk beban kognitifnya kemudian lelah. Habis mengerjakan Bahasa Indonesia, langsung Matematika, langsung Bahasa Inggris. Maka tahun ini setiap peserta TKA akan menempuh TKA selama empat hari," ujar Rahmawati dalam webinar TKA.

Dengan pola tersebut, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Matematika ditempatkan pada hari yang berbeda. Dua mata pelajaran pilihan kemudian dijadwalkan pada hari terakhir.

Durasi pengerjaan mata pelajaran wajib juga mendapat penyesuaian. Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Matematika masing-masing diberikan waktu 75 menit. Untuk Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris yang terdiri atas 30 soal, rata-rata waktu yang tersedia sekitar 2,5 menit per soal. Sedangkan Matematika yang terdiri atas 25 soal memberikan rata-rata tiga menit untuk setiap soal.

Pembagian waktu tersebut bukan berarti semua soal harus diselesaikan dengan durasi yang sama. Karakter setiap pertanyaan berbeda. Ada soal yang dapat dijawab dengan cepat, sementara soal lain membutuhkan proses membaca, memahami informasi, menghitung, atau melakukan penalaran lebih panjang.

Karena itu, peserta perlu mengatur waktu sesuai tingkat kesulitan soal. Tambahan durasi yang diberikan pemerintah dapat digunakan untuk membaca soal dengan lebih teliti, mengerjakan pertanyaan yang membutuhkan penalaran, serta memeriksa kembali jawaban sebelum waktu berakhir.

Rahmawati sebelumnya mengingatkan peserta agar tidak menghabiskan waktu secara berlebihan pada satu soal, tetapi juga tidak mengerjakan secara terburu-buru.

"Jadi, tidak perlu merasa terburu-buru atau tergesa-gesa, tetapi juga tidak terlalu bersantai. Yang pasti, waktu ini sangat bisa dioptimalkan sampai detik-detik terakhir," katanya.

Selain perubahan skala nilai dan format ujian, peserta juga perlu memperhatikan keseluruhan kalender TKA 2026. Pendaftaran peserta TKA dan Asesmen Nasional berlangsung pada 27 Juli sampai 27 September 2026.

Setelah masa pendaftaran, tahap simulasi dijadwalkan pada 21-27 September 2026. Kemudian, peserta mengikuti gladi bersih yang dibagi dalam dua gelombang. Gladi bersih gelombang pertama berlangsung 5-11 Oktober, sedangkan gelombang kedua pada 12-18 Oktober 2026.

Pelaksanaan utama TKA SMA dan sederajat berlangsung dalam beberapa gelombang. Gelombang pertama dijadwalkan pada 26-29 Oktober 2026.

Setelah itu terdapat gelombang khusus mata pelajaran wajib pada 31 Oktober-1 November 2026. Gelombang kedua berlangsung pada 2-5 November, kemudian dilanjutkan gelombang khusus mata pelajaran pilihan pada 7-8 November 2026.

Bagi peserta yang mengikuti pelaksanaan susulan, rangkaian ujian dimulai 16 November 2026. Gelombang pertama susulan berlangsung 16-19 November, disusul gelombang khusus mata pelajaran wajib pada 21-22 November.

Gelombang kedua pelaksanaan susulan berlangsung 23-26 November, sedangkan gelombang khusus mata pelajaran pilihan dijadwalkan pada 28-29 November 2026.

Seluruh rangkaian tersebut pada akhirnya bermuara pada pengumuman hasil TKA. Kemendikdasmen menetapkan 23 Desember 2026 sebagai jadwal pengumuman hasil untuk peserta.

Perubahan skala nilai dari 0-100 menjadi 200-800 membuat peserta perlu memahami bahwa angka yang muncul pada hasil TKA 2026 tidak dapat dibandingkan secara langsung dengan angka pada sistem sebelumnya. Skala baru tersebut menjadi sistem pelaporan tersendiri sebagaimana ditetapkan dalam pedoman penyelenggaraan TKA dan Asesmen Nasional.

Hal lain yang perlu diperhatikan adalah predikat Istimewa. Batas 725,00 memang menjadi syarat untuk mendapatkan predikat tersebut, tetapi angka itu bukan nilai maksimum. Peserta tetap dapat memperoleh skor lebih tinggi hingga mencapai 800.

Karena skor diberikan untuk masing-masing mata uji, peserta juga perlu melihat hasil berdasarkan mata pelajaran, bukan hanya memperhatikan satu angka secara keseluruhan. Dengan cara itu, siswa dapat mengetahui capaian pada setiap bidang yang diujikan.

Bagi sekolah, perubahan tersebut juga berarti adanya penyesuaian dalam penyampaian informasi hasil kepada peserta didik. Satuan pendidikan tetap memiliki akses terhadap hasil seluruh peserta, tetapi siswa juga diberi kesempatan untuk melihat hasil secara mandiri.

Pemberian akses individual ini menjadi salah satu perubahan dalam mekanisme hasil TKA 2026. Siswa tidak lagi sepenuhnya bergantung pada pengumuman yang dibuat sekolah untuk mengetahui hasil masing-masing.

Di sisi lain, perubahan skala nilai tidak mengubah kebutuhan utama peserta untuk mempersiapkan diri menghadapi materi ujian. Sistem penilaian yang berbeda tetap menempatkan kemampuan akademik sebagai bagian utama yang diukur melalui TKA.

Peserta juga perlu memahami format soal, jumlah pertanyaan, durasi masing-masing mata pelajaran, serta pembagian jadwal selama empat hari. Pengetahuan tersebut penting agar siswa tidak kehilangan waktu hanya karena belum memahami teknis pelaksanaan ketika ujian dimulai.

Dengan format empat hari, durasi mata pelajaran wajib 75 menit, serta skala nilai 200-800, TKA 2026 memiliki sejumlah perbedaan penting dibandingkan pelaksanaan sebelumnya. Perubahan tersebut perlu diketahui siswa dan sekolah jauh sebelum hari ujian agar seluruh rangkaian dapat diikuti sesuai ketentuan.

Pada akhirnya, angka hasil TKA 2026 akan memberikan dua informasi utama kepada peserta: skor pada masing-masing mata uji dan kategori capaian kemampuan berdasarkan ketentuan yang ditetapkan pemerintah. Untuk jenjang SMA/MA/sederajat dan SMK/MAK, predikat Istimewa diberikan kepada peserta dengan skor minimal 725,00 pada setiap mata uji, sementara skor tertinggi dalam sistem pelaporan tetap 800.

Peserta dapat mengecek hasilnya secara mandiri setelah pengumuman pada 23 Desember 2026. Karena itu, selain mencatat jadwal ujian, siswa juga perlu mengetahui mekanisme akses hasil agar tidak melewatkan informasi ketika nilai TKA 2026 resmi diumumkan.

Editor : Mahendra Aditya
TKA SMA 2026 skor TKA 2026 nilai TKA 2026 predikat Istimewa TKA jadwal TKA 2026