RADAR KUDUS — Pemerintah secara resmi mengalokasikan anggaran pendidikan sebesar Rp820,9 triliun dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027.
Angka fantastis ini mencatatkan kenaikan signifikan hingga mencapai Rp100 triliun dibandingkan dengan outlook realisasi anggaran pendidikan pada tahun anggaran 2026.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan bahwa penetapan besaran dana tersebut merupakan wujud komitmen pemerintah dalam memenuhi mandate Konstitusi Pasal 31 ayat (4) UUD 1945, yang mewajibkan negara memprioritaskan sekurang-kurangnya 20 persen APBN untuk sektor pendidikan.
Rincian Alokasi Dana Pendidikan: Program MBG Menyerap Porsi Terbesar
Dari total pagu anggaran pendidikan senilai Rp820,9 triliun tersebut, porsi terbesar dialokasikan untuk menopang program strategis nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menargetkan puluhan juta anak sekolah di seluruh Indonesia.
Di samping program pemenuhan gizi, dana pendidikan tetap disalurkan untuk memperkuat aksesibilitas pendidikan tinggi, kesejahteraan tenaga pendidik, perbaikan infrastruktur fisik sekolah, hingga penyediaan beasiswa kepemimpinan nasional.
-
Program Makan Bergizi Gratis (MBG): Mengambil porsi sekitar Rp240 triliun dengan target cakupan sasaran sebanyak 60,6 juta penerima manfaat.
-
Bantuan Pendidikan Siswa (PIP): Dialokasikan sebesar Rp15,9 triliun guna menyasar 22,1 juta siswa jenjang dasar dan menengah.
-
KIP Kuliah: Menerima alokasi sebesar Rp17 triliun yang ditujukan untuk menjamin keberlangsungan studi 1,1 juta mahasiswa di perguruan tinggi.
-
Renovasi dan Infrastruktur Sekolah: Sebesar Rp18,2 triliun disiapkan untuk merenovasi 12.215 ruang sekolah dan madrasah yang mengalami kerusakan di berbagai daerah.
“Pemenuhan kewajiban 20 persen APBN untuk pendidikan ini diikhtiarkan bukan hanya untuk memperluas akses bantuan finansial bagi siswa dan mahasiswa, melainkan juga guna memperkuat gizi anak sekolah serta memperbaiki kelaikan sarana fisik di seluruh penjuru negeri,” tegas Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.
Pembangunan Sekolah Unggul dan Beasiswa LPDP
Pemerintah optimistis bahwa melalui kombinasi alokasi bantuan sosial pendidikan, perbaikan gizi peserta didik melalui MBG, serta pembangunan infrastruktur sekolah modern, kualitas sumber daya manusia Indonesia dapat terakselerasi secara merata menuju capaian Indonesia Emas. (*)