Kudus Pati Jepara Karimunjawa Blora Grobogan Rembang Jateng Nasional Internasional Sportainment Otomotif Teknologi pedoman media siber Wisata Pendidikan Religi Lifestyle Kuliner Kesehatan Hobi Fashion Entertainment Ekonomi Inspirashe Feature Catatan

Kisah Angel, Tunanetra yang Wujudkan Mimpi Kuliah di UGM Setelah Lolos SNBT 2026

Iwan Arfianto • Senin, 6 Juli 2026 | 09:38 WIB
Angela Electra Vega Suseno
Angela Electra Vega Suseno

 

Jakarta - Angela Electra Vega Suseno membuktikan bahwa keterbatasan fisik bukan penghalang untuk menggapai cita-cita.

Perempuan penyandang tunanetra total asal Yogyakarta itu berhasil lolos Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2026 dan diterima sebagai mahasiswa Program Studi Sosiologi Universitas Gadjah Mada (UGM).

Keberhasilan tersebut menjadi momen yang membahagiakan bagi Angel dan keluarganya. Sejak duduk di bangku sekolah menengah pertama, ia memang telah memupuk impian untuk bisa melanjutkan pendidikan di UGM.

Terinspirasi Jejak Keluarga

Keinginan Angel untuk berkuliah di UGM tidak muncul begitu saja. Ia tumbuh dalam keluarga yang memiliki kedekatan dengan kampus tersebut.

Ayahnya merupakan lulusan Teknik Elektro UGM, sedangkan sang ibu menyelesaikan pendidikan di bidang Ilmu Komputer.

Kakaknya pun merupakan alumni UGM dari dua program studi berbeda.

Dukungan keluarga yang selalu mendampingi membuat Angel semakin yakin untuk mengejar impiannya meski memiliki keterbatasan penglihatan sejak kecil.

Belajar dengan Bantuan Screen Reader

Selama menempuh pendidikan di SMA BOPKRI 2 Yogyakarta, Angel memanfaatkan teknologi pembaca layar atau screen reader agar dapat mengikuti proses belajar seperti siswa lainnya.

Guru-guru di sekolah juga memberikan dukungan dengan mengirimkan materi pelajaran lebih awal dalam format digital sehingga mudah diakses menggunakan perangkat yang dimilikinya.

"Biasanya guru akan mengirim materi dulu dalam bentuk PDF sehingga memudahkan untuk ikut belajar bersama teman-teman lainnya," ujarnya.

Selain aktif mengikuti pelajaran, Angel juga mengembangkan minatnya melalui berbagai kegiatan ekstrakurikuler seperti bernyanyi, bermain band, hingga public speaking.

Persiapan Menghadapi SNBT

Dalam mempersiapkan diri menghadapi SNBT 2026, Angel mengikuti les privat dan memanfaatkan berbagai materi pembelajaran berbasis audio di YouTube.

Metode tersebut dinilainya sangat membantu untuk memahami materi ujian.

Tantangan terbesar justru datang saat pelaksanaan tes karena untuk pertama kalinya ia harus menggunakan komputer dalam ujian.

Sebelum tes dimulai, panitia memberikan penjelasan mengenai berbagai tombol pintasan (shortcut) yang digunakan selama mengerjakan soal.

"Dan untungnya bisa beradaptasi dengan cepat. Jadi kepanikan itu tidak mengganggu dalam mengerjakan," katanya.

Siap Menjalani Dunia Perkuliahan

Setelah dinyatakan lolos, Angel mulai mempersiapkan diri menghadapi kehidupan sebagai mahasiswa.

Ia menyadari lingkungan perkuliahan akan berbeda dengan sekolah sehingga membutuhkan proses adaptasi.

Untuk mendukung aktivitas belajarnya nanti, Angel berencana bergabung dengan Unit Layanan Disabilitas (ULD) UGM agar dapat memperoleh pendampingan sekaligus memperluas jaringan pertemanan di kampus.

Pesan untuk Penyandang Disabilitas

Di akhir ceritanya, Angel mengajak penyandang disabilitas lainnya untuk tetap optimistis dan tidak menyerah dalam mengejar cita-cita.

Menurutnya, setiap orang memiliki kesempatan yang sama selama mau terus berusaha.

"Buat teman-teman tetap semangat karena kita enggak tahu rencana Tuhan tuh indah buat kita. Apa pun jalan yang kita pilih selama itu baik, tetap diperjuangkan sampai kita bisa mendapatkan apa yang kita inginkan," ungkapnya.

Kisah Angel menjadi bukti bahwa semangat, dukungan keluarga, serta pemanfaatan teknologi mampu membuka jalan bagi penyandang disabilitas untuk meraih pendidikan tinggi dan mewujudkan impian mereka.

Editor : Iwan Arfianto
#sosiologi ugm #unit layanan disabilitas ugm #kisah inspiratif #tunanetra #SNBT 2026