Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati pedoman media siber Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Inspiratif! Berawal dari Keluarga Sederhana, Imas Kini Jadi Penerima LPDP

Iwan Arfianto • Selasa, 9 Juni 2026 | 13:32 WIB
Sosok Imas, Mahasiswa Magister Unair. (Foto: Laman Resmi Unair)
Sosok Imas, Mahasiswa Magister Unair. (Foto: Laman Resmi Unair)

 

Jakarta – Keterbatasan ekonomi dan latar belakang keluarga bukan menjadi penghalang bagi seseorang untuk memeluk mimpi pendidikan setinggi-tingginya.

Prinsip hidup inilah yang dibuktikan oleh Imas, seorang mahasiswi tangguh yang sukses mematahkan stigma dengan berhasil menembus beasiswa bergengsi Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).

Imas tumbuh besar dalam lingkungan keluarga yang sangat sederhana. Ayahnya merupakan seorang lulusan sekolah dasar (SD), sementara sang ibu menyelesaikan pendidikan hingga jenjang sekolah menengah pertama (SMP).

Walau tanpa sokongan latar belakang akademik orang tua yang tinggi, Imas memiliki tekad baja untuk terus melangkah ke perguruan tinggi.

Langkah awalnya di dunia kampus dimulai pada tahun 2018 ketika ia berhasil diterima pada program studi S1 Kesehatan Masyarakat melalui skema bantuan beasiswa Bidikmisi.

Mahasiswa Proaktif: Dari Proyek Dosen hingga Pejuang Muda

Selama menyandang status sebagai mahasiswa sarjana, Imas enggan menjadi mahasiswa yang pasif.

Ia berkomitmen penuh untuk mengoptimalkan seluruh peluang pengembangan diri yang ada di lingkungan kampus.

Di ranah internal, Imas aktif membagi waktunya untuk bergabung dalam organisasi kerohanian dari tingkat fakultas hingga universitas, serta lembaga keilmiahan demi mengasah kemampuan akademiknya.

Berbagai torehan prestasi pun berhasil ia amankan, salah satunya menjadi Juara 2 dalam ajang lomba poster nasional FULDFK Indonesia pada tahun 2020, di samping kerap dipercaya terlibat dalam berbagai proyek riset dosen.

Kiprah sosial Imas di luar benteng kampus juga tidak kalah mentereng.

Mengutip rilis dari pihak Universitas Airlangga (Unair), beberapa rekam jejak pengabdian masyarakat yang pernah digelutinya antara lain:

Menembus S2 Unair Lewat Jalur LPDP

Usai menuntaskan kewajiban studi S1, Imas sempat meniti karier profesional untuk memperluas cakrawala dunia kerjanya.

Ia tercatat pernah mengemban tugas sebagai sekretaris program studi serta menjadi admin di Komite Koordinasi Pendidikan RSUD Dr. Soetomo, Surabaya.

Kombinasi matang antara prestasi akademik, pengalaman organisasi lapangan yang masif, serta portofolio kerja tersebut akhirnya mengantarkan Imas keluar sebagai salah satu penerima beasiswa penuh LPDP.

Saat ini, ia diketahui tengah menempuh kelanjutan studi S2 Kesehatan Masyarakat di Universitas Airlangga.

Bagi Imas, pencapaian luar biasa ini bukan sekadar panggung pembuktian kesuksesan personal, melainkan sebuah tanggung jawab moral dan amanah besar dari negara yang wajib ia kembalikan dalam bentuk kontribusi nyata kepada masyarakat luas di kemudian hari.

Pesan untuk Generasi Muda

Sebagai penutup, Imas menitipkan pesan mendalam bagi seluruh mahasiswa yang saat ini tengah berjuang di bangku kuliah agar tidak menyia-nyiakan waktu mereka.

Menurutnya, esensi belajar sejati tidak pernah terbatas hanya pada lembar buku teks dan ruang kelas saja, melainkan lewat tempaan organisasi, perluasan jejaring, pengasihan soft skills, serta kepekaan sosial.

"Empat tahun adalah waktu yang cukup panjang untuk membentuk diri. Jangan biarkan masa itu hanya diisi dengan kesenangan yang minim makna. Masa depan sebenarnya sudah dimulai sejak kita duduk di bangku kuliah," pungkas Imas mengingatkan.

Editor : Iwan Arfianto
#imas #beasiswa lpdp #kisah inspiratif #pendidikan tinggi