Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati pedoman media siber Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Atasi Kendala Ekonomi, Universitas Muhammadiyah Maumere Izinkan Mahasiswa Bayar Kuliah Pakai Padi hingga Hasil Laut

Ghina Nailal Husna • Kamis, 4 Juni 2026 | 22:08 WIB
Universitas Muhammadiyah Maumere Izinkan Mahasiswa Bayar Kuliah Pakai Padi hingga Hasil Laut
Universitas Muhammadiyah Maumere Izinkan Mahasiswa Bayar Kuliah Pakai Padi hingga Hasil Laut

 

RADAR KUDUS – Di tengah isu melambungnya biaya pendidikan tinggi yang kerap memicu keluhan di berbagai wilayah Indonesia, sebuah terobosan humanis datang dari Nusa Tenggara Timur.

Universitas Muhammadiyah Maumere (Unimof), yang terletak di Kabupaten Sikka, menerapkan kebijakan inklusif nan unik dengan memperbolehkan mahasiswanya membayar biaya kuliah menggunakan hasil bumi maupun hasil tangkapan laut.

Skema pembayaran alternatif ini sengaja dihadirkan manajemen kampus sebagai jaring pengaman sosial bagi mahasiswa yang berasal dari latar belakang keluarga petani, nelayan, atau masyarakat adat.

Baca Juga: Langkah Kejutan di Tengah OTT: Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Resmi Serahkan Diri ke KPK

Kebijakan ini menjadi solusi konkret bagi mereka yang kerap menghadapi kendala likuiditas atau kesulitan memperoleh uang tunai, sehingga impian generasi muda di wilayah tersebut untuk merengkuh pendidikan tinggi tidak terputus di tengah jalan.

Berawal dari Kisah Nyata Mahasiswa yang Kesulitan Pasarkan Panen

Lahirnya kebijakan revolusioner ini bukan tanpa alasan. Konsep ini pertama kali tercetus dari sebuah kisah nyata dari salah seorang mahasiswa Unimof beberapa tahun silam.

Kala itu, mahasiswa tersebut terancam tidak bisa melanjutkan kuliah lantaran orang tuanya sama sekali tidak memegang uang tunai.

Komoditas pertanian hasil panen keluarganya menumpuk dan sangat sulit terjual di pasar lokal akibat rantai distribusi dan kendala ekonomi wilayah.

Melihat kondisi darurat tersebut, pihak rektorat tidak tinggal diam. Pihak kampus segera berinisiatif mencari solusi dengan cara menerima komoditas pertanian tersebut, lalu membantu memasarkannya ke jaringan penampung yang lebih luas.

Hasil penjualan dari komoditas itulah yang kemudian dikonversi secara transparan untuk melunasi tunggakan biaya pendidikan sang mahasiswa.

Sejak momen itu, sistem ini dilegalkan menjadi sebuah sistem pembayaran resmi yang diakui kampus.

Dari Kemiri hingga Kakao: Komoditas yang Diterima Kampus

Rektor Universitas Muhammadiyah Maumere, Erwin Prasetyo, menjelaskan bahwa praktik pembayaran berbasis kearifan lokal ini telah berjalan sukses selama beberapa tahun terakhir dan masih terus dipertahankan secara konsisten hingga saat ini.

Pihak kampus membuka pintu selebar-lebarnya bagi ragam jenis hasil alam yang dibawa oleh mahasiswa untuk ditukar dengan hak akses pendidikan.

Ragam Hasil Alam yang Diterima sebagai Alat Bayar Kuliah
Sektor Pertanian & Perkebunan: Padi, jagung, kelapa, pisang, cengkeh, kemiri, dan kakao.
Sektor Bahari: Aneka hasil tangkapan laut segar maupun yang sudah dikeringkan oleh keluarga nelayan.

Komitmen Memperluas Akses Pendidikan di Indonesia Timur

Erwin Prasetyo menambahkan bahwa fleksibilitas pembayaran menggunakan hasil bumi ini hanyalah satu dari sekian banyak kemudahan yang ditawarkan oleh Unimof.

Baca Juga: Demi Anak, Steffi Zamora dan Nino Fernandez Putuskan Menetap di Bali

Guna memastikan tidak ada anak bangsa yang putus sekolah di wilayahnya, kampus juga aktif menyediakan berbagai program beasiswa internal maupun eksternal, serta membuka sistem cicilan biaya kuliah yang longgar bagi keluarga yang membutuhkan penyesuaian waktu.

Langkah humanis yang diambil oleh Universitas Muhammadiyah Maumere ini menuai banyak pujian dari pengamat pendidikan.

Apa yang dilakukan Unimof dinilai menjadi bukti nyata dan role model bagaimana institusi pendidikan tinggi mampu beradaptasi dengan realitas sosio-ekonomi masyarakat lokal, sekaligus meruntuhkan tembok pembatas finansial demi memperluas akses pendidikan di wilayah timur Indonesia. (*)

Editor : Ghina Nailal Husna
#Universitas Muhammadiyah Maumere #Bayar Kuliah Pakai Padi #Alternatif Pembayaran Kuliah #Pendidikan Indonesia Timur #Kuliah Unik NTT