GROBOGAN - MA Sunniyyah Selo Tawangharjo terus meneguhkan diri sebagai madrasah yang adaptif terhadap perkembangan teknologi sekaligus konsisten dalam pembinaan karakter.
Berada di wilayah Kabupaten Grobogan, madrasah ini memadukan kurikulum nasional dengan penguatan kelas-kelas unggulan untuk menjaring dan membina potensi siswa sejak dini.
Kepala MA Sunniyyah Selo Tawangharjo, Choerur Rosad, S.Ag., M.Pd.I, menegaskan bahwa pihaknya tetap mengacu pada kurikulum pemerintah. Namun, untuk mengoptimalkan bakat siswa, madrasah membuka sembilan kelas khusus.
“Kami membuka sembilan kelas unggulan, mulai dari digital, riset dan sains, riset sosial, riset agama, keterampilan tata boga, keterampilan seni, futsal, voli, hingga tahfidz,” jelasnya.
Menurutnya, kelas digital menjadi salah satu primadona. Bahkan, pihaknya membuka tiga rombongan belajar khusus digital karena tingginya minat siswa dan tuntutan perkembangan zaman.
“Untuk digital kami membuka tiga kelas. Kami ingin siswa tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu memahami dan mengelolanya,” ujarnya.
Transformasi digital di MA Sunniyyah tidak berhenti pada proses belajar mengajar. Madrasah ini bahkan digadang sebagai pilot project madrasah digital di Grobogan.
Seluruh pelaksanaan ujian telah menerapkan Computer Based Test (CBT) tanpa kertas.
“Server kami memakai ekstra ordinary. Bisa menampung sampai 1.000 siswa dalam sekali tes. Jadi sekarang sudah tidak menerapkan paper test lagi,” tegasnya.
Selain sistem ujian, perpustakaan madrasah juga telah berbasis digital. Siswa bisa mengakses buku elektronik kapan saja selama terhubung dengan internet.
“Bukan hanya buku fisik, tapi juga ada buku digital. Siswa bisa membaca di mana saja, asal ada jaringan,” imbuhnya.
Digitalisasi juga diterapkan pada sistem absensi guru dan siswa melalui aplikasi Piesa.
Dengan sistem ini, orang tua dapat memantau kehadiran dan jadwal pembelajaran anak secara langsung.
“Orang tua bisa mengetahui apakah anaknya hadir atau tidak, serta jadwal pelajaran hari itu. Semua lebih transparan,” katanya.
Di sisi lain, pembentukan karakter tetap menjadi prioritas. Ekstrakurikuler Pramuka menjadi unggulan karena konsisten meraih prestasi tingkat kabupaten hingga provinsi.
Dalam beberapa tahun terakhir, Pramuka MA Sunniyyah berhasil meraih Pramuka Penegak Putri Juara 1 Binwil Jateng 2024, Penegak Putra Juara 1 Binwil Jateng 2025, Juara Umum Porsema Kabupaten 2022 dan Juara Umum Porseni Kabupaten 2025.
“Prestasi itu tentu tidak instan. Pembinaan kami lakukan rutin. Setiap rapat akhir tahun, kami membagi tugas guru untuk melakukan pendampingan secara khusus,” terang Choerur Rosad.
Ia menambahkan, persiapan lomba biasanya dilakukan secara intensif selama kurang lebih tiga bulan. Meski demikian, kegiatan tersebut tidak mengganggu proses pembelajaran karena dilaksanakan di luar jam pelajaran.
“Anak-anak tetap mengikuti pelajaran seperti biasa. Latihan dilakukan di luar jam efektif, jadi akademik tetap terjaga,” pungkasnya. (int)
Editor : Ali Mustofa