Jakarta – Prestasi membanggakan ditorehkan oleh Ahmad Dzakwan Afif Annizar, wisudawan program pascasarjana Universitas Gadjah Mada (UGM) periode II Tahun 2026.
Afif berhasil mencatatkan namanya sebagai lulusan tercepat program magister setelah menuntaskan studi hanya dalam waktu 1 tahun 22 hari.
Mahasiswa Program Studi Magister Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol) UGM ini lulus jauh lebih cepat dibandingkan rata-rata masa studi lulusan magister yang mencapai 2 tahun 2 bulan dari total 825 wisudawan.
Baca Juga: JADWAL NOBAR! Live Final AFC Futsal Asian Cup 2026, Indonesia vs Iran, Selangkah Lagi Angkat Trofi
Berawal dari Ketertarikan pada Dunia Komunikasi
Minat Afif terhadap dunia komunikasi telah tumbuh sejak masa sekolah menengah.
Ia kerap mengikuti lomba pembaca berita dan sempat memiliki cita-cita menjadi news anchor.
Ketertarikan itulah yang kemudian mengantarkannya menekuni Ilmu Komunikasi hingga jenjang pascasarjana.
Namun, seiring perjalanan akademiknya, mimpi Afif berkembang. Ia justru ingin mengikuti jejak sang ibu yang berprofesi sebagai pendidik.
“Saya banyak terinspirasi dari Ibu saya yang terus belajar hingga meraih gelar profesor. Dari situ, saya ingin berkontribusi di dunia pendidikan,” ujar Afif, dikutip dari laman resmi UGM, Jumat (6/2/2026).
Baca Juga: Jadwal Final Piala Asia Futsal 2026: Indonesia vs Iran, Duel Generasi di Panggung Tertinggi
Tesis Dipersiapkan Sejak Awal Perkuliahan
Kunci kelulusan cepat Afif terletak pada strategi akademiknya. Sejak semester awal, ia sudah mulai menyusun kerangka tesis bahkan menyiapkan beberapa alternatif topik penelitian.
“Semester satu dan dua saya fokus menyiapkan abstrak dan rancangan penelitian. Jadi ketika berdiskusi dengan dosen pembimbing dan disetujui, prosesnya bisa langsung berlanjut,” jelasnya.
Menurut Afif, semakin dini mahasiswa menggarap tesis, semakin besar peluang lulus tepat waktu atau bahkan lebih cepat.
Bedah Squid Game dalam Tesis Magister
Kecintaannya pada film juga memberi warna unik pada tesis yang ia tulis. Afif mengangkat serial Korea Selatan Squid Game sebagai objek kajian, dengan fokus pada isu stratifikasi sosial dalam masyarakat.
Ia menilai serial tersebut menyimpan kritik sosial yang kuat dan relevan untuk dikaji secara akademis.
“Squid Game menyampaikan kritik tentang ketimpangan sosial secara implisit. Hal itu menarik untuk dianalisis lebih mendalam dalam perspektif ilmu komunikasi,” tuturnya.
Bidik Karier Pendidik dan Studi Doktoral
Setelah resmi menyandang gelar magister, Afif bertekad melanjutkan langkahnya di dunia akademik. Ia menargetkan dapat menjadi dosen sekaligus melanjutkan pendidikan ke jenjang doktoral (S3).
Sebagai penutup, Afif berbagi pesan bagi mahasiswa S2 agar bisa menyelesaikan studi dengan optimal.
“Setiap orang punya tantangan masing-masing. Yang terpenting adalah memahami diri sendiri, mencari solusi saat terpuruk, dan menuntaskan apa yang sudah dimulai,” pesannya.
Editor : Mahendra Aditya