Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Perbedaan Frasa dan Klausa dalam Bahasa Indonesia

Redaksi Radar Kudus • Jumat, 6 Februari 2026 | 10:48 WIB
Perbedaan frasa dan klausa dalam tataran sintaksis (foto:lemono)
Perbedaan frasa dan klausa dalam tataran sintaksis (foto:lemono)

RADAR KUDUS - Dalam pembelajaran bahasa Indonesia, istilah frasa dan klausa sering kali terdengar mirip sehingga membuat banyak pelajar bingung membedakan keduanya.

Padahal, pemahaman tentang frasa dan klausa sangat penting karena berkaitan erat dengan struktur dan fungsi kalimat.

Sebelum masuk ke pengertian frasa dan klausa, langkah awal yang perlu dipahami adalah fungsi-fungsi dalam sebuah kalimat.

Secara umum, terdapat empat fungsi utama dalam kalimat, yaitu subjek, predikat, objek, dan keterangan.

Keempat fungsi inilah yang menjadi kunci untuk memahami perbedaan antara frasa dan klausa.

Frasa didefinisikan sebagai gabungan dua kata atau lebih yang hanya menduduki satu fungsi dalam kalimat.

Artinya, meskipun terdiri atas lebih dari satu kata, frasa tidak membentuk hubungan subjek dan predikat.

Contoh sederhana dapat dilihat dalam kalimat “Aldi makan nasi goreng di kantin.”

Pada kalimat tersebut, kata “nasi goreng” merupakan gabungan dua kata yang berfungsi sebagai objek.

Karena hanya menempati satu fungsi, maka “nasi goreng” disebut sebagai frasa.

Berbeda dengan frasa, klausa adalah gabungan dua kata atau lebih yang menduduki dua fungsi dalam kalimat, biasanya fungsi subjek dan predikat, atau predikat dan objek.

Misalnya pada gabungan kata “makan nasi goreng”.

Di dalamnya terdapat predikat (makan) dan objek (nasi goreng), sehingga gabungan kata ini sudah membentuk klausa meskipun belum menjadi kalimat utuh.

Contoh lain yang mudah dipahami adalah penggunaan kata “ayam”. Kata *“ayam”* sendiri hanyalah satu kata.

Ketika diubah menjadi “ayam goreng”, gabungan tersebut menjadi frasa karena hanya berfungsi sebagai objek dalam kalimat.

Namun, jika ditambahkan kata kerja sehingga menjadi “memelihara ayam”, maka gabungan ini berubah menjadi klausa karena terdiri atas predikat (memelihara) dan objek (ayam).

Cara sederhana untuk membedakan frasa dan klausa adalah dengan memasukkannya ke dalam kalimat utuh.

Jika gabungan kata tersebut cukup ditempelkan dengan satu fungsi tambahan, maka kemungkinan besar itu adalah klausa.

Sebaliknya, jika masih membutuhkan penambahan fungsi lain agar menjadi kalimat yang masuk akal, maka gabungan kata tersebut adalah frasa.

Misalnya, “saya memelihara ayam di kandang” sudah menjadi kalimat lengkap.

Namun, “ayam goreng” perlu tambahan predikat agar bermakna, seperti “saya makan ayam goreng di dapur.”*

Melalui penjelasan ini, dapat disimpulkan bahwa frasa dan klausa sama-sama merupakan gabungan dua kata atau lebih, tetapi berbeda dari segi fungsi dalam kalimat.

Frasa hanya menempati satu fungsi, sedangkan klausa menempati dua fungsi.

Pemahaman ini diharapkan dapat membantu pelajar lebih mudah mengenali struktur kalimat dan meningkatkan kemampuan berbahasa Indonesia dengan baik dan benar. (Ghina)

 

Editor : Ali Mustofa
#frasa #Klausa #kalimat #bahasa indonesia #Sintaksis