YOGYAKARTA – Tak banyak mahasiswa yang bisa mempertahankan prestasi sempurna selama kuliah.
Namun, Tegar Inang Pratama, mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada (UGM), berhasil mencatat prestasi luar biasa: IPK 4,00 selama tujuh semester berturut-turut.
Perjalanan Tegar tidak selalu mudah. Sejak kecil, ia diasuh oleh kakek dan neneknya di tengah keterbatasan ekonomi.
Namun, hal itu justru menumbuhkan tekad kuat dalam dirinya untuk berjuang demi masa depan yang lebih baik.
Lewat jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) dan dukungan beasiswa KIP Kuliah (KIP-K), Tegar resmi menjadi bagian dari keluarga besar Kedokteran UGM—sebuah impian yang dulu terasa jauh dari jangkauan.
“Saya bukan orang yang punya privilege. Jadi saya belajar untuk tidak menyerah. Kalau bukan saya yang berjuang untuk masa depan saya, siapa lagi?” ujar Tegar dalam wawancara dengan Kemendiktisaintek, dikutip Selasa (14/10/2025).
Dari Anime Medis ke Cita-cita Jadi Dokter
Inspirasi Tegar menjadi dokter datang dari tempat yang tak terduga—anime bertema medis.
Dari sanalah tumbuh rasa empatinya untuk membantu sesama.
“Menonton anime medis bikin saya sadar, jadi dokter itu bukan cuma profesi, tapi panggilan hati untuk menolong,” katanya.
Kini, cita-cita masa kecil itu semakin dekat diwujudkan lewat kerja keras dan semangat belajar yang tak pernah padam.
Kunci Sukses: Manajemen Waktu dan Lingkungan Positif
Tegar menyebut dua hal utama yang jadi rahasia prestasinya: manajemen waktu dan lingkungan pertemanan yang mendukung.
“Saya selalu bikin jadwal mingguan. Setiap minggu harus tahu mau belajar apa, dan di mana. Jadi waktu tidak kebuang,” jelasnya.
Ia juga menegaskan pentingnya memiliki circle positif di kampus.
“Pertemanan menentukan prestasi. Teman-teman saya saling dukung, saling tanya soal materi, bukan cuma nongkrong.”
KIP Kuliah, Penyelamat dan Penyemangat
Bagi Tegar, beasiswa KIP Kuliah bukan sekadar bantuan dana — tapi penyelamat hidup.
Tanpa beasiswa ini, ia mengaku mungkin tak akan bisa melanjutkan kuliah kedokteran.
“Saya sadar kuliah saya ini dibiayai rakyat lewat APBN. Jadi saya harus belajar sungguh-sungguh, dan nanti harus mengembalikan dengan cara mengabdi kepada negara,” tutur Tegar.
Konsisten Selama 7 Semester
Menjalani kuliah kedokteran bukan hal mudah.
Jadwal padat, ujian hampir tiap dua minggu, serta materi yang berat membuat banyak mahasiswa kewalahan.
Tapi Tegar punya prinsip sederhana:
“Konsisten aja selama tujuh semester, insyaallah bisa dapat 4,00,” ujarnya sambil tersenyum.
Prestasi Tegar bukan hanya bukti kecerdasan akademik, tapi juga cerminan ketekunan, disiplin, dan semangat pantang menyerah.
Di tengah segala keterbatasan, ia membuktikan bahwa mimpi bisa digapai siapa pun yang mau berjuang sepenuh hati.
Editor : Ali Mustofa