RADAR KUDUS - Perguruan tinggi di Jerman kembali membuka peluang bagi mahasiswa internasional jenjang pascasarjana untuk melanjutkan studi melalui program beasiswa.
Salah satu lembaga yang mendukung inisiatif ini adalah DAAD (Deutscher Akademischer Austauschdienst) atau Layanan Pertukaran Akademik Jerman.
DAAD merupakan organisasi yang menaungi berbagai universitas dan mahasiswa di Jerman, dengan peran utama menyediakan beasiswa serta mendorong penguatan akademik dan kemampuan berbahasa Jerman.
Baca Juga: Nama Liga 1 Resmi Berganti Jadi Super League, Kuota Pemain Asing Ikut Berubah
Tak hanya itu, DAAD juga memiliki misi global dalam memperkuat pendidikan tinggi di negara-negara berkembang.
Untuk mewujudkan tujuan tersebut, DAAD menjalankan program beasiswa bertajuk Development-Related Postgraduate Courses (EPOS) yang menjadi bentuk nyata kontribusi mereka.
Tentang Program EPOS DAAD
Program EPOS menawarkan beasiswa bagi mahasiswa pascasarjana (S2 dan S3) yang ingin menempuh studi di bidang-bidang yang berkaitan dengan pembangunan.
Program ini mencakup berbagai disiplin ilmu, antara lain:
-
Ilmu Ekonomi, Administrasi Bisnis, dan Ekonomi Politik
-
Kerja Sama Pembangunan
-
Teknik dan Ilmu Rekayasa
-
Perencanaan Wilayah dan Kota
-
Ilmu Pertanian dan Kehutanan
-
Ilmu Alam dan Lingkungan
-
Kesehatan Masyarakat dan Kedokteran
-
Ilmu Sosial, Pendidikan, dan Hukum
-
Studi Media dan Komunikasi
Setiap bidang ini ditawarkan oleh sejumlah universitas terkemuka di Jerman, seperti HTW Berlin, TU Dresden, Universitas Göttingen, PH Ludwigsburg, dan berbagai institusi lainnya.
Dukungan Pendanaan
Dilansir dari situs resmi DAAD per tanggal Selasa, 8 Juli 2025, penerima beasiswa EPOS akan mendapatkan bantuan finansial selama 12 hingga 42 bulan, tergantung program studi yang diambil.
Fasilitas yang diberikan meliputi:
-
Asuransi kesehatan, kecelakaan, dan tanggung jawab hukum pribadi
-
Biaya perjalanan, kecuali jika sudah ditanggung pemerintah asal atau sponsor lainnya
-
Tunjangan bulanan:
-
€992 (sekitar Rp18,96 juta) untuk jenjang S2
-
€1.300 (sekitar Rp24,85 juta) untuk jenjang S3
-
-
Dana studi dan penelitian sebesar €230 (sekitar Rp4,39 juta) per semester
-
Fasilitas tambahan (tergantung situasi), seperti subsidi sewa dan tunjangan untuk anggota keluarga yang ikut mendampingi
Namun, penting untuk dicatat bahwa biaya tambahan yang ditetapkan oleh universitas seperti biaya pendaftaran atau tiket semester tidak termasuk dalam cakupan beasiswa dan perlu ditanggung secara mandiri oleh mahasiswa. (Octa Afriana A)
Editor : Ali Mustofa