RADAR KUDUS – Calon siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Kudus yang ingin mendaftar tahun ajaran 2025/2026, wajib membuat akun terlebih dahulu.
Inilah aturan baru dalam proses Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) yang kini mulai diterapkan demi meningkatkan transparansi dan efisiensi pendaftaran di jenjang pendidikan menengah pertama.
Aturan ini diumumkan langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Kudus, Harjuna Widada, dalam kegiatan sosialisasi daring yang digelar Senin (2/6/2025).
Ia menegaskan bahwa kebijakan pembuatan akun ini merupakan langkah awal untuk digitalisasi sistem pendaftaran sekolah negeri.
“Pembuatan akun ini adalah prosedur baru di SPMB tingkat SMP, tujuannya untuk mempermudah pendaftaran dan menjamin proses yang terbuka serta akuntabel,” jelas Harjuna.
Tahapan dan Jadwal Penting Pendaftaran SMP Negeri Kudus
Bagi orang tua dan calon siswa, memahami alur dan jadwal pendaftaran menjadi kunci utama agar tidak tertinggal. Berikut rincian pentingnya:
-
7 Juni 2025: Pengumuman resmi pembukaan pendaftaran SPMB.
-
10–21 Juni 2025: Periode pendaftaran daring, dengan syarat utama pembuatan akun terlebih dahulu.
-
28 Juni 2025: Pengumuman hasil seleksi penerimaan.
-
30 Juni–1 Juli 2025: Jadwal daftar ulang bagi siswa yang diterima, mencakup jenjang TK, SD, hingga SMP.
-
14 Juli 2025: Awal tahun ajaran baru 2025/2026.
Wajib Buat Akun: Tidak Bisa Langsung Daftar!
Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, kini calon siswa tak bisa langsung mendaftar ke sekolah negeri tanpa lebih dulu membuat akun pribadi dalam sistem SPMB. Ini menjadi pintu masuk utama untuk memilih sekolah tujuan secara resmi.
Bagi siswa atau orang tua yang kesulitan, Harjuna memastikan sekolah-sekolah sudah menyiapkan tim bantuan.
“Kami paham ini hal baru, jadi setiap SMP sudah menyiapkan admin, sekitar 6 sampai 7 petugas per sekolah yang siap mendampingi,” ujarnya.
Bisa Datang ke Sekolah Langsung Jika Bingung
Untuk mengantisipasi kendala teknis atau kebingungan orang tua, pihak Disdikpora menyarankan warga untuk langsung datang ke SMP tujuan. Di sana, admin sekolah akan membantu proses pembuatan akun secara langsung.
“Tak perlu panik, datangi saja SMP terdekat, petugas akan membantu dari awal sampai selesai,” imbuh Harjuna.
Langkah ini dianggap sangat membantu, terutama bagi orang tua yang belum terbiasa dengan sistem digital atau tidak memiliki akses teknologi yang memadai di rumah.
Digitalisasi Pendaftaran, Menuju Sistem yang Lebih Akuntabel
SPMB tahun ini memang menjadi momentum penting untuk mendorong sistem pendidikan di Kudus lebih modern.
Penerapan akun daring untuk siswa baru tidak hanya mempermudah proses administrasi, tetapi juga mengurangi praktik tidak transparan yang kerap terjadi dalam penerimaan murid.
Dengan sistem akun ini, data siswa tercatat secara digital, akses informasi menjadi lebih terbuka, dan semua proses bisa dipantau secara online oleh pihak sekolah maupun Disdikpora.
Catat! Satu Akun, Banyak Manfaat
Membuat akun bukan sekadar formalitas. Melalui akun ini, siswa bisa mengakses berbagai informasi penting seperti:
-
Status pendaftaran
-
Hasil seleksi
-
Jadwal daftar ulang
-
Kuota masing-masing sekolah
-
Pilihan jalur zonasi, afirmasi, prestasi, atau perpindahan orang tua
Dengan kata lain, akun ini menjadi kunci utama untuk seluruh proses masuk SMP negeri di Kudus.
Jangan Sampai Terlambat!
Bagi orang tua dan calon siswa SMP di Kudus, memahami dan mengikuti prosedur baru ini sangat penting. Kegagalan membuat akun bisa berarti kehilangan kesempatan untuk bersekolah di sekolah negeri pilihan.
Pihak Disdikpora Kudus pun mengimbau seluruh calon peserta didik untuk segera berkonsultasi dengan sekolah terdekat apabila menemui kendala.
Editor : Mahendra Aditya“Kami ingin memastikan tak ada satu pun anak yang kehilangan akses pendidikan hanya karena tidak tahu cara membuat akun,” tutup Harjuna.