Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Apa Itu Kemarau Basah? Fenomena Tidak Biasa yang Sedang Terjadi di Indonesia

Fairus Salsabila Zahro • Sabtu, 24 Mei 2025 | 21:24 WIB
Ilustrasi Musim Hujan
Ilustrasi Musim Hujan

 

RADAR KUDUS - Saat ini, berbagai wilayah di Indonesia sudah seharusnya memasuki musim kemarau. Akan tetapi, hujan masih terjadi di sejumlah wilayah.

Hampir setiap hari langit terlihat mendung dan kerap terjadi gerimis tanpa permisi bahkan di siang hari yang cukup terik.

Lalu, saat malam hari hujan bisa jadi tiba-tiba menyapa. 

Ini merupakan sebuah fenomena alam yang para ahli menyebutnya sebagai kemarau basah atau 'wet spell'.

Anda mungkin belum mengetahui apa itu kemarau basah?

Kemarau basah adalah sebuah kondisi cuaca di mana intensitas hujan masih cukup tinggi walaupun saat itu sedang berada dalam periode kemarau.

Dilansir dari Radar Kediri, Deputi Bidang BMKG, Guswanto mengatakan bahwa fenomena kemarau basah yang akhir-akhir ini terjadi di Indonesia dapat dipicu oleh berbagai faktor, termasuk faktor-faktor atmosfer, perubahan iklim serta pola cuaca yang tak stabil.

Menghangatnya suhu di permukaan laut sekitar Indonesia, misalnya Laut Jawa, Laut Banda, maupun di Samudera Hindia juga dapat jadi salah satu faktor munculnya kemarau basah di Indonesia.

Kemarau basah juga seringkali masih berkaitan dengan gangguan-gangguan iklim global contohnya La Nina.

Angin yang semestinya bertugas membawakan udara kering dari Australia menuju ke Indonesia malah terganggu, tergantikan oleh angin lembab yang berasal dari Samudera Pasifik yang membawakan hujan.

Hasilnya, bukannya kering, Indonesia justru diguyur hujan terus-menerus dalam waktu yang tak biasanya.

Secara musiman, fenomena kemarau basah dapat dipicu oleh keaktifan gelombang atmosfer tropis misalnya yaitu MJO, gelombang Kelvin, serta Rossby Ekuator.

Ketiganya tersebut membawa uap air yang cukup banyak lalu memicu pembentukan awan-awan hujan, walaupun Indonesia seharusnya sedang dalam periode musim kemarau.

Menurut proyeksi BMKG, fenomena kemarau basah ini diperkirakan berlangsung sampai akhir musim kemarau di bulan Agustus 2025.

BMKG mengimbau masyarakat agar selalu waspada menghadapi potensi cuaca yang ekstrem.

Selain itu, masyarakat juga harus waspada terhadap potensi munculnya banyak genangan air serta penyakit tropis yaitu seperti demam berdarah yang biasanya dapat meningkat ketika kelembapan udara sedang tinggi.

Editor : Ali Mustofa
#hujan #iklim global #fenomena alam #bmkg #kemarau basah #cuaca