SEMARANG — Hari ini, di Kelurahan Mangunsari, Kota Semarang, berlangsung kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang diselenggarakan oleh TIM Pengabdian Universitas Negeri Semarang (UNNES).
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pengasuhan anak dengan tema "Penguatan Responsive Caregiving bagi Caregiver,” sebuah pendekatan penting di tengah dinamika pengasuhan modern.
Acara ini dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat, termasuk orang tua, anak muda serta para pengasuh anak di Kelurahan Mangunsari.
Para peserta tampak antusias mengikuti berbagai sesi yang disiapkan oleh panitia, yang semuanya dirancang untuk memberikan pemahaman mendalam mengenai pentingnya pengasuhan yang responsif.
Tim pengabdian ini dipimpin oleh Bapak Ali Formen, S.Pd., M.Ed., Ph.D., dengan anggota Sugiana, M.Pd., Naili Rohmah, S.Pd., M.Pd., Kiswanto, S.E., M.Si., Novelia Danesya Tarigan, Lisa Muthianabila, dan Nikola Saputra, yang semuanya adalah dosen dan mahasiswa dari Universitas Negeri Semarang.
Materi pertama yang dibahas adalah konsep Responsive Caregiving, sebuah pendekatan yang menekankan pentingnya kepekaan dan responsivitas pengasuh terhadap kebutuhan anak.
Tim pengabdian menekankan bahwa keluarga adalah pendidik pertama bagi anak.
Namun, dengan meningkatnya jumlah orang tua yang bekerja, pengasuhan anak sering dialihkan kepada kakek-nenek, paman-bibi, atau pengasuh.
Dalam konteks ini, pentingnya pengasuhan yang responsif menjadi semakin krusial.
Pengasuhan yang responsif, di mana kebutuhan anak dipenuhi dengan perhatian penuh, membantu anak menjadi lebih tangguh dan mandiri di masa depan.
Materi selanjutnya menyoroti Milestones Perkembangan Anak Usia 0-4 Tahun, di mana para peserta diajak untuk mengenal berbagai tahapan perkembangan yang dialami anak dalam rentang usia tersebut sehingga bisa memberikan respon yang tepat pada anak.
Selain itu, terdapat sesi Aktivitas Pembelajaran yang dirancang untuk memberikan contoh konkret tentang bagaimana mengimplementasikan pendekatan responsive caregiving dalam kegiatan sehari-hari.
Para peserta diberi kesempatan untuk langsung mempraktikkan aktivitas yang mendukung perkembangan anak.
Salah satu peserta berbagi pengalaman tentang anaknya yang kurang percaya diri saat bermain di luar rumah.
“Anak saya sering merasa canggung dan enggan bergaul dengan teman-temannya saat bermain di luar. Apa yang sebaiknya saya lakukan sebagai orang tua?” tanyanya.
Pembicara menjawab dengan menyarankan agar orang tua memberikan dukungan emosional dan mendorong anak untuk berinteraksi secara bertahap.
“Kita bisa mulai dengan mengajak anak bermain dalam kelompok kecil, sambil memberikan pujian atas usaha mereka untuk berani berinteraksi,” jelasnya.
Peserta tersebut merasa sangat terbantu dengan jawaban itu.
“Penjelasan ini sangat mencerahkan. Saya jadi tahu bagaimana harus mendampingi anak saya agar lebih percaya diri,” ungkapnya setelah sesi tanya jawab berakhir.
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan UNNES dalam menjalin kemitraan dengan masyarakat.
Dengan membekali orang tua dan pengasuh dengan pengetahuan serta keterampilan yang diperlukan, diharapkan tercipta lingkungan yang mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak-anak Indonesia secara optimal. (*)
Editor : Ali Mustofa