RADAR KUDUS - Ngidam Muncar merupakan sebuah destinasi wisata yang ada di Desa Muncar Kecamatan Susukan, Kabupaten Semarang.
Ngidam Muncar sendiri memiliki keanekaragaman budaya, alam dan kearifan lokal lainnya.
Tidak hanya menawarkan keasrian alam pedesaan dan juga aliran alami dari sungai Serang, tapi juga beberapa paket wisata yang bisa dinikmati.
Tim Abdimas DRTPM Universitas Negeri Semarang (Unnes) yang diketuai oleh Khoiril Anam melihat potensi yang dimiliki Desa Muncar, telah melakukan pengabdian sejak tahun 2023 untuk mengembangkan potensi Desa Wisata Ngidam Muncar dengan bantuan pendanaan dari DRTPM Kemendikbud dan Unnes.
Pengabdian yang dilakukan pada 2024 ini salah satunya pelatihan tentang tari sebagai ajang regenerasi penari.
Kegiatan ini merupakan tahun kegiatan ke-2 dalam serangkaian kegiatan Tim Pengabdi DRTPM Unnes yang direncanakan berlangsung selama 3 tahun untuk mengoptimalkan ekowisata olahraga tradisional menuju destinasi ecoedu sport Tourism di Desa Muncar.
Pertunjukan tari sendiri biasanya disajikan saat penyambutan tamu wisatawan yang berkunjung ke Ngidam Muncar.
Baca Juga: Kecelakaan di BSB Semarang, Pengemudi Mobil Xtrail Plat B Ditemukan Tewas, Begini Kronologinya
Berbagai jenis tari yang dipentaskan, diantaranya adalah Tari Muncar Ginelar dan Tari Aswara Muncar.
Untuk melakukan regenerasi penari, maka tim pengabdi DRTPM melakukan pelatihan kepada anak-anak yang dilaksanakan sekitar 2 bulan yaitu bulan Juli sampai Agustus.
Aswara Muncar sendiri memiliki makna harapan dan semangat agar generasi muda di Desa Muncar memiliki keberanian dan kepedulian untuk mewujudkan Desa Muncar semakin bersinar dan sejahtera.
Sedangkan Muncar Ginelar adalah tarian kreasi khas Desa Muncar untuk menyambut wisatawan yang menceritakan tentang anak-anak yang mencintai budaya lokal dan bersemangat dalam mengembangkan dan memajukannya.
Pelatihan Tari Aswara Muncar dilakukan setiap hari Selasa, Rabu dan Kamis jam 16.00 WIB sampai 17.00 WIB, dengan pesertanya yaitu 8 penari laki-laki yang semuanya masih duduk dibangku SD dan SMP.
Sedangkan pelatihan Tari Muncar Ginelar untuk siswa perempuan setiap hari Selasa, Rabu dan Kamis jam 15.00 WIB sampai 16.00 WIB, dengan pesertanya yaitu 4 penari perempuan yang masih duduk dibangku SD.
Pelatihan kedua tari ini dilaksanakan di Joglo Ngidam Muncar.
“Adik-adik sangat antusias dalam mengikuti pelatihan tari ini, terlihat semangatnya dalam pelatihan dan selalu datang terus,” ucap Septina yang juga menjadi salah satu pelatih tari.
Perlu diketahui, kegiatan pelatihan tari ini dikomandoi oleh mahasiswa dari Prodi Pendidikan Seni Tari FBS Unnes yaitu Septina Dwi Widyaningrum dan Edmonda Ruth Mahsa.
Mahasiswa kedua ini merupakan bagian dari tim pelaksana pengabdian DRTPM Unnes. Perlu diketahui, kegiatan pelatihan ini juga melibatkan 13 mahasiswa UNNES sebagai pelaksana kegiatan di lapangan yang tergabung dalam Unnes GIAT 9 Desa Muncar.
Kegiatan Pelatihan Tari ini merupakan salah satu kegiatan yang kami programkan untuk pengoptimalkan desa wisata Ngidam Muncar yang sudah menjadi Desa Binaan Universitas Negeri Semarang, selain itu ada beberapa program lain di antara yaitu pembuatan website, grand desain wisata ngidam muncar, pembuatan Mural, konten- promosi, pelatihan PPPK dan lainnya,” ucap Khoiril Anam konten yang juga sekaligus ketua tim pengabdian ini disela-sela kesibukannya. (*/war)
Editor : Noor Syafaatul Udhma