Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

10 Tips dan Gaya Parenting Orangtua Xaviera Clash of Champions, Kakak Beradik Bisa Dapat Beasiswa di Universitas Top Dunia

Nibros Hassani • Senin, 5 Agustus 2024 | 16:51 WIB

Screenshot dari Youtube Xaviera.
Screenshot dari Youtube Xaviera.

RADAR KUDUS – Xaviera Putri, salah satu peserta Clash of Champions Ruangguru memiliki dua kakak yang sama-sama berprestasi.

Kakak pertama, Sabrina Anggraini juga merupakan penerima beasiswa di salah satu universitas top di Amerika (MIT).

Sementara, kakak kedua Xaviera yakni Biadonut Nabila Sindi, juga merupakan alumni kampus top di Korea (KAIST).

Melalu akun YouTube Xaviera. ketiga bersaudara itu membagikan bagaimana peran dan gaya parenting kedua orangtua mereka.

Baca Juga: Bikin Salut, Bocah Kelas 2 SD di Sulsel Ini Rela Mendayung Seberangi Laut Tiap Hari Demi Bersekolah

Ketiganya sepakat ada beberapa hal seperti mindset, dan cara mendidik yang diberikan sehingga mereka bisa ada di titik seperti saat ini.

1. Pendidikan adalah tiket untuk naik kelas
Biadonut, kakak kedua Xaviera mengaku orangtuanya terus menanamkan mindset bahwa pendidikan adalah salah satu tiket untuk naik kelas kepada keadaan yang lebih baik.

2. Don’t Stay in Your Bubble
Baik Sabrina, Biadonut dan Xaviera, ketiganya sejak kecil memiliki berbagai pengalaman di luar bidang non-matematika.

Orangtua ketiganya meyakini bahwa untuk bisa terus mengeksplor potensi, maka ketiga anaknya harus berani keluar dari zona aman dan nyaman.

Tidak boleh terlalu lama di lingkungan (bubble) yang sama sejak kecil.

Baca Juga: Hari Pertama Masuk Sekolah, SDN 3 Genengadal Grobogan hanya Dapat Empat Siswa

3. Anggaran khusus untuk Les
Xaviera dan dua saudaranya bercerita, bahwa orangtuanya terus menabung dan mengeluarkan uang untuk les ketiga anaknya. Anak-anak diajak belajar menyeimbangkan otak kanan dan otak kiri, tak hanya eksak namun juga bidang seni.

Selain itu, dari les, ketiga anaknya juga bisa belajar tentang beragamnya dunia.

“Kita bisa terekspos dengan pengalaman baru yang bikin kita penasaran, kita jadi sadar dengan omongan Papa bahwa dunia itu luas. Bukan soal tempat aja, tapi banyak sekali pengalaman atau hal-hal yang kita nggak pernah ngebayangin hal itu ada dan bisa membawa potensi kitalebih jauh. Saat aku look back itu jadi memori yang indah sih,” ujar salah satu dari ketiga saudara tersebut.

4. Les jadi kesempatan bonding keluarga
Selain untuk memperkaya pengalaman, menurut Xaviera, les juga bisa membuat ketiga saudaranya terus bonding dengan orangtua.

“Aku dulu les ditungguin, jauh kemana, dianterin ditunguin, sekeluarga jadi bonding. Aku inget dulu sebelum les makan bakso dulu.

Gak cuma les, dari situ kita jadi tumbuh dan berproses bersama,” ungkap Xaviera.

Baca Juga: Ternyata! Maudy Clash of Champions dan Timnya Pernah Bikin Inovasi Panel Surya untuk Atasi Masalah Lingkungan

5. Belajar tentang Ketangguhan dari Les dan Tugas
Menurut Sabrina, dengan les, ketiganya belajar untuk bisa menyelesaikan sesuatu. Dari banyaknya tugas les dan pelajaran di sekolah, ketiganya bisa belajar mengenai daya juang dan ketangguhan (resilience).

“Memaksa kita dari rasa malas, dan akhirnya kita juga nyampe nih di akhir,” kata Sabrina.
Dari hal-hal itu ketiganya sadar untuk mau mencari sendiri beasiswa di luar negeri. Kita kan sadar ya itu dananya besar, padahal ekonomi kita nggak wow,” tambah Sabrina.

6. Orangtua terlibat tapi tidak berlebihan
Baik Xaviera, Sabrina, dan Biodonut mengaku orangtua mereka terlibat dalam upaya mereka mengejar prestasi, namun tidak secara berlebihan.

Kunci meraih beasiswa dan prestasi itu ada pada anak masing-masing, dan orangtua hanya membantu secukupnya.

“Mereka suportif tapi gak memaksa. Jadi kita merasa gak terkekang juga,” ujar Xaviera.

Baca Juga: Maxwell Clash of Champions Minta Maaf setelah Ketahuan Makan McD tapi Dukung Ceasefire di Second Account, Ini Penjelasan Maxwell

7. Membangun Kepercayaan sejak anak masih kecil
Xaviera menanggapi pertanyaan dari netizen bagaimana orangtua ketiganya sudah bisa melepas ketiga anak perempuan untuk sekolah di Luar Negeri.

Ternyata, sejak kecil orangtuanya terus melatih kepercayaan dari hal hal kecil.

“Gimana mereka kasih kepercayaan untuk pergi les kita commute KRL setiap hari, missal ketemu temen terus dikasih kepercayaan, cukup ditanya pulang jam berapa,” ujar Xaviera.

8. Sebelum ke Korea, Orangtua Ikut Cek Background Sekolah dan Lingkungan
Xaviera menceritakan bagaimana orangtuanya selalu cek lingkungan dan latar program beasiswa atau perlombaan yang mereka ikuti.

Sebelum berangkat ke Korea, orangtua Xaviera sudah mencari tahu bentuk lingkungan, model sekolah dengan cara mengobrol dengan banyak guru disana lewat email.

Baca Juga: SOSOK Muhammad Hanif, Peserta Clash of Champions Asal Pati Jawa Tengah yang Dijuluki Raja Matematika

“Mama juga sampai nonton drakor untuk tahu lingkungan seperti apa anaknya. Jadi nggak asal melepas kita ke luar negeri. Banyak cari tahu dulu. Mama juga kenal dengan temen-temen aku di Korea, diajak ngobrol gimana kita disana,” jelasnya.

9. Mindset Laki-laki atau Perempuan, Semua Punya Kesempatan
Xaviera dan saudaranya merasa dididik dengan mindset baik laki-laki atau perempuan semua berhak punya kesempatan yang sama.

Sehingga meskipun perempuan, mereka bisa meraih apa saja yang mereka ingin tekuni.

“Aku gak merasa dibedain by gender sih. Perempuan atau laki-laki semuanya punya kesempatan yang sama. Nilai-nilai yang ditanam itu, dan kita bisa lebih berani untuk pursue bidang yang mayoritas laki-laki (bidang Sains, Teknik, Engineering, Mathematic). Dan yaudah kita jalanin aja,” ungkapnya.

Baca Juga: Terungkap, Ini Dia Alasan Sandy, Xaviera, dan Shakira Ikut Clash of Champions Salah Satunya Bikin Terharu

10. Orangtua Bantu saat Anaknya Tidak Punya Motivasi
Sabrina Anggraini bercerita bagaimana orangtuanya ikut memotivasi anaknya untuk terus berjuang dengan apa yang ia inginkan.

Sabrina bercerita ia pernah mau menyerah untuk mengurus berkas seleksi lomba di Jakarta. Saat itu, dirinya kuliah di Jogjakarta sehingga sempat kesulitan dan tidak punya motivasi.

Orangtuanya pun mendorong ia untuk terus mendaftar dan seleksi.

“Masih bisa daftar kok, dan akhirnya aku daftar. Beruntungnya aku jadi daftar karena ternyata setelah itu program itu gak ada lagi di tahun depan,” jelas Sabrina.

Editor : Noor Syafaatul Udhma
#tips parenting #gaya parenting orangtua xaviera #Biadonut Nabila Sindi #sabrina anggraini #Clash of Champions #xaviera clash of champions #gaya mendidik orangtua xaviera