KUDUS - Beberapa guru SD di Kudus rela membantu siswanya mendaftar secara online. Seperti para guru di SD 2 Sambung Kudus.
Mereka rela membantu, karena rata-rata pengetahuan orang tua tentang online tidak terlalu paham.
Maka sekolahnya membantu mendaftarkan siswanya yang sudah lulus.
Kepala SD 2 Sambung, Kecamatan Undaan, Darmo, mengatakan tidak semua orang tua calon peserta didik memiliki kemampuan untuk mendaftarkan putra-putrinya melalui PPDB online.
Oleh sebab itu, SD 2 Sambung memfasilitasi lulusannya untuk mendaftar ke SMP tujuan di sekolah. Dengan dibantu oleh para guru.
”Orang tua atau wali siswa itu tidak paham bagaimana pendaftaran online. Apalagi orang desa. Tidak paham apa itu upload. Apa itu scanner. Jadi kami bantu mendaftarkan,” ujar Darmo.
Pihaknya mengerahkan dua guru dengan fasilitas laptop dari sekolah untuk membantu lulusannya mendaftar di SMP tujuan.
Hari pertama, sebanyak 14 siswa yang dibantu mendaftar PPDB secara online di SMP Negeri 1 Undaan, Kudus melalui jalur zonasi.
“Ada 14 siswa. Jadi orang tua mereka minta bantuan guru untuk membantu mendaftarkan online ke SMP,” tambahnya.
Darmo melanjutkan, bantuan dari SD 2 Sambung untuk mendaftarkan lulusannya ke SMP tidak berhenti pada hari pertama.
Katanya, kegiatan tersebut akan dilanjutkan kembali untuk siswa lainnya yang belum mendaftar.
Selain itu, para guru turut memantau perkembangan siswanya yang sudah mendaftar.
“Yang 14 anak mendaftar di SMP 1 Undaan lewat jalur zonasi. Yang lainnya hari berikutnya menyusul. Lulusan tahun ini ada 63 siswa,” imbuhnya.
Terpisah, Kabid Pendidikan Dasar Disdikpora Kudus Anggun Nugraha mengatakan, guru-guru SD membantu siswanya mendaftar itu sangat baik.
Karena, masih banyak orang tua siswa yang kurang mengerti cara-caranya. Terutama sekolah yang di pinggir kota.
”Ya, kalau bisa SD-nya membantu. Terkadang ada yang belum mengerti. Takut keliru dan sebagainya. Kami mendukung adanya bantuan yang ditawarkan guru-guru SD. Ini sebagai bentuk kepedulian terhadap siswanya,” ujarnya. (san/zen)
Editor : Ali Mustofa