Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Bikin Sedih, SD Negeri 2 Bulungcangkring Kudus Hanya Diminati Dua Siswa, Apa Sih Faktor Penyebabnya?

Indah Susanti • Rabu, 24 Juli 2024 | 13:15 WIB
CUMA DAPAT DUA SISWA: Guru mengajar dua siswanya di ruang kelas disekat di SD 2 Bulungcangkring Jekulo Kudus kemarin.
CUMA DAPAT DUA SISWA: Guru mengajar dua siswanya di ruang kelas disekat di SD 2 Bulungcangkring Jekulo Kudus kemarin.

KUDUS – SD Negeri 2 Bulungcangkring yang ada di Desa Bulungcangkring, Jekulo, memiliki histori sekolah pertama di desa tersebut, kini tak lagi diminati.

Ruang kelas yang terpisah tidak dalam satu lokasi sekolah, menjadi faktor utama.

Untuk ruang kelas III dan IV berbeda tempat dari sekolah utama, dengan jarak tempuh kurang lebih 300 meter.

 

Meski, tidak terlalu jauh ternyata menjadi pertimbangan masyarakat saat mendaftarkan anaknya ke SD Negeri 2 Bulungcangkring.

Plt Kepala SD Negeri 2 Bulungcangkring Sutipah, mengatakan saat ini total siswa dari kelas I hingga kelas VI sebanyak 23 siswa.

Rinciannya, kelas I sebanyak dua siswa, kelas II satu siswa, kelas III sebanyak dua siswa, kelas IV ada tiga siswa, kelas V ada enam siswa dan kelas VI sebanyak sembilan siswa.

“Saya alumni SD Negeri 2 Bulungcangkring, dulu sekolah satu-satunya di Desa Bulungcangkring, sebelum ada SD lainnya," ujarnya.

"Persaingan antar SD juga menjadi faktor, dan SD Negeri 2 Bulungcangkring itu, lokasi ruang kelas terpisah, jadi pertimbangan masyarakat untuk mendaftarkan anaknya ke SD tersebut,” jelasnya.

Tahun ini ada dua siswa baru di kelas I. Sutipah mengatakan, siswa yang satu itu kebetulan, belum bisa masuk dapodik (data pokok pendidikan) karena belum cukup umur, yang satu daftar tahun ini.

Pihaknya, membeberkan setiap tahunnya SDN 2 Bulungcangkring memang selalu minim siswa.

Bahkan, tahun sebelumnya hanya ada satu siswa yang mendaftar di sekolah setempat.

Sutipah, mengatakan di kelas II saat ini hanya ada satu siswa.

”Dulu malah sempat tidak ada lulusan sama sekali karena tidak ada siswanya di kelas VI, itu sekitar enam tahunan yang lalu,” ungkapnya.

Menurut Sutipah, faktor utama yang menyebabkan SDN 2 Bulungcangkring minim siswa yakni karena kondisi ruang kelas yang terpisah.

 Padahal, SDN 2 Bulungcangkring dahulunya merupakan sekolah pertama yang ada di wilayah desa setempat.

Melihat kondisi sekolah yang minim siswa, pihaknya juga merasa prihatin dan menyayangkan bila nantinya sekolah setempat tidak bisa beroperasi lagi ke depannya karena jumlah siswa yang semakin sedikit.

“Saat ini yang mengajar di SDN 2 Bulungcangkring itu ada tujuh guru. Dua guru kelas berstatus PNS, satu guru agama berstatus PNS, satu guru berstatus PPPK, dan empat lainnya guru honorer,” terangnya. (san/him)

Editor : Ali Mustofa
#SD Negeri 2 Bulungcangkring #kekurangan siswa #masyarakat #Kudus #pendidikan #jekulo kudus