Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Keren! Museum Sonobudoyo Yogyakarta Hadirkan Ruang Interaktif dengan Teknologi VR, Bikin Pengunjung Tak Mudah Bosan

Kholid Hazmi • Kamis, 23 November 2023 | 20:28 WIB
Museum Sonobudoyo Yogyakarta
Museum Sonobudoyo Yogyakarta

KUDUS - Museum Sonobudoyo merupakan slaah satu museum yang ada di Yogyakarta dan hampir selalu ramai didatangi pengunjung. Tidak hanya lokasinya yang strategis karena dekat dengan Malioboro, museum ini juga begitu atraktif.’

Terdapat 2 unit pada museum Sonobudoyo, unit 1 adalah berlokasi di Jalan Pangurakan No. 6, Ngupasan, Kec. Gondomanan, Yogyakarta. Sedangkan unit 2 berlokasi di Jalan Wijilan No. 27D, Panembahan, Kec. Kraton, Yogyakarta. Untuk keperluan kunjungan wisata ke museum ini, para turis biasanya akan diarahkan ke unit 1.

Di museum ini, para pengunjung bisa melihat-lihat ribuan koleksi kebudayaan Jawa. Di unit ini tersimpan banyak sekali kebudayaan di luar budaya Yogyakarta juga, misalnya seperti Bali. Untuk para pengunjung yang ingin memasuki museum ini, para pengunjung bisa membeli tiket yang terletak di loket tiket samping pintu masuk.

Adapun untuk harga tiket orang dewasa, hanya Rp 10.000 dan Rp 5000 untuk anak-anak. Dengan membeli tiket ini, tiap pengunjung sudah bisa memasuki area gedung pamer lama, gedung pamer baru, dan juga gedung pameran temporer.

Memasuki gedung pamer lama, para pengunjung nantinya akan diminta untuk menunjukkan tiket yang sudah dibeli di loket tadi, kemudian tiket tersebut akan diberi tanda.

Sama halnya ketika memasuki area yang lainnya, tiap staff akan menjelaskan peraturan yang berlaku juga sebelum nantinya para pengunjung memasuki area tersebut.

Salah satu staf museum mengatakan bahwa, “Masuknya bisa dari sini, tiketnya sudah termasuk gedung baru yang ada di belakang sana dan melihat pameran. Boleh foto tetapi tidak boleh pakai flash. Makan dan minum juga tidak diperkenankan selama di dalam museum,”

Gedung pertama tersebut terbagi menjadi beberapa ruangan, terdapat ruangan Bali yang berisi berbagai koleksi tentang kebudayaan Bali, ruang senjata, ruang wayang, ruang dolanan anak, ruang topeng, ruang batik, dan ruang Jawa Tengah.

Tiap-tiap koleksi yang dipamerkan tersebut ditata dengan rapi di dalam penyimpanan kaca.

Di luar gedung pamer lama, para pengunjung berjalan melewati sebuah gapura kecil dengan pendopo di dalamnya.

Tempat ini biasanya dijadikan sebagai salah satu spot foto oleh para pengunjung. Beralih ke gedung pamer baru, gedung ini terasa lebih mewah dan modern daripada gedung pamer lama.

Gedung ini juga mempunyai total 6 lantai yang sudah dirancang dengan baik untuk bisa memudahkan para pengunjung berjalan berkeliling museum.

Ketika memasuki ruangan tersebut, akan terlihat bagian perjamuan serta perhelatan yang menunjukkan meja besar lengkap dengan jamuan-jamuan yang ada di atasnya. Sementara itu, di sampingnya ada koleksi miniatur kendaraan serta transportasi tradisional seperti delman dan andong.

Menuju ke lantai 2, ada bagian seni pertunjukkan yang menampilan replika pertunjukkan tari dan wayang. Para pengunjung juga bisa melihat projection mapping pertunjukkan wayang yang memukau. Pada bagian atas terdapat pula koleksi senjata dan berbagai model batik.

Kemudian yang terbaru ini di Museum Sonobudoyo, lebih tepatnya di lantai 5 dan juga 6, terdapat ruang interaktif yang baru saja dibuka pada tanggal 7 November kemarin.

Disinilah para pengunjung bisa mencoba beragam permainan interaktif yaitu seperti Jemparingan memakai VR, menelusuri sejarah di lorong waktu secara virtual, hingga bermain tembang dolanan.

Memasuki gedung pameran temporer yang mana titik pintu masuknya berada di dekat titik nol kilometer ini, para pengunjung nantinya akan menemukan pameran tahunan.

Gedung yang ini memang sering digunakan untuk pameran-pameran terentu, untuk saat ini pameran yang tengah berlangsung yaitu Annual Museum Exhibition atau AMEX 2023.

Pameran terbaru ini berlangsung mulai dari tanggal 7 November sampai dengan tanggal 30 Desember 2023 dan mengusung tema ‘Beyond the Border, Connecting Cultures’. Pameran ini akan menceritakan interkoneksi yang dihasilkan perdagangan maritim di Asia Tenggara.

Berkunjung ke museum ini tak akan membosankan, karena pengunjung bisa belajar berbagai kebudayaan sambil bermain-main di area atau wahana interaktifnya. Tidak hanya itu, museum ini juga memiliki fasilitas perpustakaan serta bioskop gratis yang biasanya menayangkan film-film asal Yogyakarta. (sal)

Editor : Kholid Hazmi
#kebudayaan #vr #virtual reality #museum #yogyakarta