Di Grobogan, hanya delapan sekolah yang bisa penuhi kuota daya tampung siswa. Meliputi, SMPN 2 dan 3 Purwodadi, SMPN 2 Toroh, SMPN 1 Kradenan, SMPN 1 Gabus, SMPN 1 Gubug, SMPN 1 Karangrayung, dan SMPN 1 Wirosari. Sekolah tersebut berhasil memenuhi kuota siswa dari zonasi, afirmasi, perpindahan, dan prestasi.
Plt Kepala Dinas Pendidikan Grobogan Endang Sulistiyoningsih mengatakan, hasil PPDB online dari 44 SMPN masih ada 36 SMPN yang belum memenuhi kuota jumlah siswa. ”Dari SMPN yang belum memenuhi jumlah siswa, itu paling sedikit kurang dua siswa. Di SMPN 1 Tegowanu. Dari kuota 288 siswa baru terpenuhi 286 siswa,” kata Endang Sulistiyoningsih.
Untuk jumlah kekurangan siswa terbanyak di SMPN 6 Purwodadi, dengan masih kurang 129 siswa. Dari kuota 352 siswa baru terpenuhi 223 siswa. Disusul SMPN 5 Purwodadi masih kurang 120 siswa dari kuota 288 siswa baru terpenuhi 168 siswa. Kemudian SMPN 3 Kradenan masih kurang 123 siswa dari kuota 192 siswa, baru terpenuhi 69 siswa. Tiga sekolah tersebut, merupakan yang kekurangan siswa lebih 100 siswa.
Belum terpenuhinya kuota siswa juga terjadi SMPN 1 Purwodadi menjadi sekolah favorit dengan kuota 352 siswa, baru terpenuhi 346 siswa. Masih kurang enam siswa. Selanjutnya, SMPN 4, 5, 6, dan 7. Kemudian SMPN 1 Toroh, SMPN 2 dan 3 Kradenan, SMPN 2 Gabus, SMPN 1 dan 3 Godong. Selain itu, SMPN 2 dan 3 Gubug, SMPN 1 dan 2 Tegowanu, SMPN 2 dan 3 Karangrayung, SMPN 1, 2, 3, 4 Geyer, serta SMPN 1 dan 2 Grobogan.
Ditambah lagi, SMPN 1 Tawangharjo, SMPN 2 Wirosari, SMPN 1 dan 2 Penawangan, SMPN 1 dan 2 Kedungjati, SMPN 1 dan 2 Ngaringan, SMPN 1 dan 2 Pulokulon, SMPN 1 Tanggungharjo, SMPN 1 Brati, serta SMP N 1 Klambu.
”Penyebab kekurangan siswa ini karena faktor anak-anak banyak yang mondok,” terangnya.
PPDB online di Kota Swike digelar, mulai dari seleksi pada 9-12 Mei lalu. Kemudian dilanjutkan daftar ulang 13-14 Mei. (mun/lin) Editor : Ali Mustofa