Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Bulu Tangkis Semakin Berprestasi melalui Minton Mini

Ali Mustofa • Jumat, 10 Juni 2022 | 01:59 WIB
Saifudin Latief, S. Pd.; Guru PJOK SD 2 Gondosari Gebog Kudus (Dok Pribadi)
Saifudin Latief, S. Pd.; Guru PJOK SD 2 Gondosari Gebog Kudus (Dok Pribadi)
PENDIDIKAN Jasmani adalah suatu proses pembelajaran melalui aktivitas jasmani yang didesain untuk meningkatkan kebugaran jasmani, mengembangkan keterampilan motorik, pengetahuan dan perilaku hidup sehat dan aktif, sikap sportif, dan kecerdasan emosi. Oleh karena itu, pelaksanaan pendidikan jasmani harus diarahkan pada pencapaian tujuan tersebut. Selain itu, di era sekarang olahraga bisa menjadi alternatif pilihan bagi kita untuk berprestasi. Salah satu olahraga yang memiliki peluang sangat besar salah satunya adalah Bulu tangkis. Dan untuk mencapai prestasi yang bagus dibutuhkan pembinaan yang berkualitas pula.

Di tingkat jenjang pendidikan formal, masalah yang sering timbul dikarenakan kurang berkembangnya proses pembelajaran bulu tangkis, terbatasnya sarana dan prasana yang tersedia di sekolah, baik terbatas secara kuantitas maupun kualitasnya. Permasalahan tersebut semakin mendalam dan berpengaruh secara signifikan terhadap proses pembelajaran Penjasorkes, karena kurang didukung oleh tingkat kemampuan, kreatifitas, dan inovatif para guru Penjasorkes selaku pelaksana khususnya dalam pengembangan model pembelajaran.

Oleh karena itu, modifikasi permainan bulu tangkis mutlak sangat diperlukan untuk mengatasi permasalahan di atas. Model pengembangan pembelajaran permainan bulu tangkis minton mini bisa menjadi salah satu pilihan. Pada model pembelajaran permainan bulu tangkis minton mini, terdapat unsur-unsur yang ada pada permainan bulu tangkis yang sesungguhnya, akan tetapi dengan peraturan permainan dan kondisi lapangan yang sudah dimodifikasi, untuk menciptakan pembelajaran penjasorkes yang inovatif, untuk menjadikan pembelajaran yang lebih menarik dan menyenangkan, sekaligus bermanfaat bagi perkembangan dan pertumbuhan peserta didik.

Modifikasi merupakan salah satu upaya yang dapat dilakukan oleh para guru agar proses pembelajaran dapat mencerminkan DAP (Developmentally Approapriate Practice). Cara-cara guru memodifikasi pembelajaran akan tercermin dari aktivitas pembelajarannya yang diberikan guru mulai awal hingga akhir pelajaran. Selanjutnya guru-guru pendidikan jasmani juga harus mengetahui apa saja yang bisa dan harus dimodifikasi serta tahu bagaimana cara memodifikasinya.

Modifikasi permainan memiliki beberapa manfaat yang sangat penting. Menurut Yoyo Bahagia (2001:1) menyatakan bahwa modifikasi mempunyai ensensi untuk menganalisa sekaligus mengembangkan materi pelajaran dengan cara meruntukannya dalam bentuk aktivitas belajar secara potensial yang dapat memperlancar siswa dalam belajarnya. Cara ini dimaksud untuk menuntun, mengarahkan dan membelajarkan siswa yang tadinya tidak bisa menjadi bisa, dari tingkat yang tadinya rendah menjadi memiliki tingkat yang lebih tinggi, berkaitan dengan modifikasi olahraga/permainan yang diterapkan dalam pembelajaran penjas di sekolah.

Permainan minton mini adalah permainan bulu tangkis yang dimodifikasi sedemikian rupa dengan tujuan untuk meningkatkan minat dan aktivitas gerak siswa kelas VI SD  dalam bermain bulu tangkis pada pembelajaran penjasorkes di sekolah. Sehingga siswa diharapkan lebih aktif bergerak sehingga anak merasa nyaman, gembira, dan tertarik untuk melakukan permainan minton mini. Lapangan yaitu dengan panjang 10 meter dan lebar 7 meter, dan dibagi tiga untuk daerah servis. setiap daerah servis diberi jarak 50 Cm. Net yang digunakan adalah bendera plastik merah putih. Sistem penghitungan angka yang diterapkan dalam model permainan minton mini menggunakan sistem batasan waktu antara 10-15 menit. Sistem yang digunakan adalah sistem pembatasan waktu permainan. Pemenangnya adalah yang berhasil memiliki jumlah akumulasi skor lebih besar dari kelompok yang lain. Akumulasi dihitung berdasarkan penjumlahan dari setiap angka yang diperoleh setiap peserta didik.

Dengan penerapan minton mini tersebut sangat diharapkan dapat membuat siswa menjadi tertarik dan tertantang, sehingga menumbuhkan semangat dan sikap kompetitif pada siswa, yang pada akhirnya muara dari semua itu adalah mendapatkan bibit-bibit pemain Bulu tangkis yang berprestasi. (*) Editor : Ali Mustofa
#minton mini #pendidikan jasmani #Saifudin Latief #bulu tangkis