Pengalaman pembelajaran terintegrasi yang telah direncanakan tidak hanya membekali pebelajar dengan pandangan terintegrasi mengenai pengetahuan umum, tapi juga motivasi dan mengembangkan kekuatan pembelajaran untuk memahami hubungan-hubungan baru, dan menciptakan model, sistem, dan struktur baru.
Karakteristik Pembelajaran Terintegrasi sebagai suatu model pembelajaran di sekolah dasar antara lain, berpusat pada peserta didik. Pembelajaran tematik berpusat pada peserta didik (student centered), hal ini sesuai dengan pendekatan belajar modern yang lebih banyak menempatkan sebagai subjek belajar sedangkan guru lebih banyak berperan sebagai fasilitator yaitu memberikan kemudahan-kemudahan kepada peserta didik untuk melakukan aktivitas belajar. Pembelajarn terintegrasi juga dapat memberikan pengalaman langsung, pembelajaran tematik dapat memberikan pengalaman langsung kepada peserta didik (direct experiences). Dengan pengalaman langsung ini, peserta didik dihadapkan pada sesuatu yang nyata (konkrit) sebagai dasar untuk memahami hal-hal yang lebih abstrak.
Dalam pembelajaran terintegrasi pemisahan antar mata pelajaran menjadi tidak begitu jelas. Fokus pembelajaran diarahkan kepada pembahasan tema-tema yang paling dekat berkaitan dengan kehidupan peserta didik. Pembelajaran tematik menyajikan konsep-konsep dari berbagai mata pelajaran dalam suatu proses pembelajaran. Dengan demikian, peserta didik mampu memahami konsep-konsep tersebut secara utuh. Hal ini diperlukan untuk membantu peserta didik dalam memecahkan masalah-masalah yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari. Peserta didik diberi kesempatan untuk mengoptimalkan potensi yang dimilikinya sesuai dengan minat dan kebutuhannya.
Dengan menerapkan pembelajaran tematik terintegrasi akan tercipta suasana kelas yang nyaman dan menyenangkan. Menggunakan kelompok kerja sama, kolaborasi, kelompok belajar, dan strategi pemecahan konflik dapat mendorong peserta didik untuk memecahkan masalah. Pembelajaran tematik terintegrasi dimaksudkan agar pembelajaran lebih bermakna dan utuh. Pembelajaran tematik ini memiliki peran yang sangat penting dalam meningkatkan perhatian, aktivitas belajar, dan pemahaman peserta didik terhadap materi yang dipelajarinya, karena pembelajarannya lebih berpusat pada peserta didik, memberikan pengalaman langsung kepada peserta didik, pemisahan mata pelajaran tidak begitu jelas, menyajikan konsep dari berbagai mata pelajaran dalam suatu proses pembelajaran., bersifat fleksibel, hasil pembelajaran dapat berkembang sesuai dengan minat, dan kebutuhan peserta didik. Pembelajaran tematik akan berhasil dengan baik jika dilakukan dengan menempuh tahapan perencanaan, penerapan dan evaluasi. (*) Editor : Ali Mustofa