Dalam dunia pendidikan, seorang pendidik dan peserta didik dalam proses pembelajaran tak luput dari penggunaan teknologi. Mulai dari alat komunikasi dalam pembelajaran, pengolahan data dan administrasi kelas, sampai alat peraga atau media yang digunakan dalam pembelajaran itu sendiri. Bahkan dalam pelaksanaan manajemen dalam suatu satuan pendidikan tidak lepas dari penggunaan teknologi, yang oleh masyarakat beranggapan bahwa semakin banyak penggunaan teknlogi disuatu sekolah maka akan maju pula suatu sekolah tersebut.
Dalam hal ini tentunya seorang pendidik dituntut untuk mampu menggunakan ataupun memanfaatkan teknologi yang ada. Sebagai salah satu contoh adalah melalui media sosial, seorang pendidik dituntut aktif dalam mendapatkan dan mengolah informasi pendidikan yang akan membawa seluruh kemajuan keaktifan dan kreatifitas dari masing-masing peserta didik. Seperti halnya fenomena selfi dan penggunaan media sosial yang marak terjadi, untuk sebuah konten. Pendidik saling berlomba untuk menampilkan, menunjukkan kegiatan interaksi dengan peserta didik kepada kalayak ramai melalui media sosial dengan membuat konten yang menarik untuk ditampilkan.
Fenomena selfi untuk sebuah konten sedang marak terjadi disekitar kita, para pendidik saling berlomba ria untuk selfi dan membuat konten, yang tentunya saling bersaing sehat demi menunjukkan kemajuan pada satuan pendidikan ditempat mereka bekerja, ataupun menunjukkan berbagai kegiatan di sekolah. Melalui kegiatan yangtanpa disadari sudah memanfaatkan kemajuan teknologi diera digitalisasi.
Dari pemanfaatan penggunaan kemajuan teknologi yang tepat melalui media sosial dengan konten yang ditampilkan pendidik, akan membawa manfaat positif dalam interaksi antara pendidik dan peserta didik, dimana hubungan interaksi ini tentunya akan membangkitkan semangat,motivasi, keaktifan, kreatifitas, bahkan hasil belajar peserta didik. Melalui sebuah konten secara langsung maupun tidak langsung akan menciptakan suasana menyenangkan, membahagiakan dari dalam diri peserta didik.
Manfaat positif lain dari sebuah konten oleh pendidik adalah menunjukkan kemampuan atau ketrampilan serta profesionalisme seorang pendidik dalam pemanfaatan sumber daya untuk proses pembelajaran. Konten pembelajaran melalui media sosial juga akan mampu menekan dampak negatif penggunaan gadget oleh peserta didik sehingga pemanfaatan kemajuan teknologi juga akan dirasakan peserta didik dan orangtua selama digunakan dalam hal yang positif. Hal ini sesuai dengan pepatah ini sangat tepat yaitu “educate the head, the heart, and the hand”. Guru yang efektif memiliki keunggulan dalam mengajar (fasilitator); dalam hubungan (relasi dan komunikasi) dengan peserta didik dan anggota komunitas sekolah; dan juga relasi dan komunikasinya dengan pihak lain (orang tua, komite sekolah, pihak terkait); segi administrasi sebagai guru; dan sikap profesionalitasnya (Pembentukan Karakter Kepala Sekolah, 2021: 30).
Demam selfi untuk sebuah konten pada dasarnya bermanfaat dan positif selama digunakan dengan baik dalam dunia pendidikan. Pendidik harus bijak dalam penggunaan dan pemanfaat media sosial serta kemajuan teknologi. Bukan hanya sekedar untuk selfi yang tanpa manfaat. Harapan dari sebuah kemajuan teknologi di dunia pendidikan adalah untuk pencapaian tujuan pembelajaran dan kemajuan pada setiap satuan pendidikan. (*) Editor : Ali Mustofa