Pembelajaran bahasa Jawa meliputi dua aspek, yaitu aspek kemampuan berbahasa dan aspek kemampuan bersastra. Setiap aspek meliputi empat keterampilan, yaitu mendengarkan, berbicara, membaca dan menulis. Pada keterampilan menulis dapat dikategorikan yaitu keterampilan menulis huruf latin yang didalamnya diajarkan cara menulis huruf lepas, menulis tegak bersambung. Dan keterampilan menulis aksara Jawa. Materi pembelajaran menulis dengan menggunakan huruf latin, tidak ada kesulitan bagi siswa. Namun, ketika siswa berhadapan dengan materi menulis aksara Jawa, kebanyakan mereka merasa kesulitan dan seolah-olah mereka berhadapan dengan huruf dari negara asing. Padahal sebenarnya, aksara Jawa ini yang sudah lebih dahulu turun temurun dipelajari dan digunakan oleh Bangsa kita, khususnya di daerah Jawa. Aksara jawa merupakan salah satu hal yang menakutkan bagi pembelajaran, utamanya generasi milinial saat ini . Dalam konteks ini membaca adalah suatu proses kegiatan interaktif untuk memahami arti atau makna yang terkandung di dalam bahan tulis, serta memperoleh pesan yang hendak disampaikan oleh penulis melalui media kata-kata atau bahan tulis. Inti dari penggunaan media adalah sebagai sarana atau alat untuk menyampaikan informasi atau pesan antara pemberi kepada penerima. Dengan menggunakan media yang tepat, maksud dari informasi maupun pesan yang disampaikan oleh penyampai pesan dapat diterima dengan jelas oleh penerima pesan. Begitu juga ketika media digunakan dalam proses pembelajaran di kelas. Informasi yang disampaikan guru sebagai penyampai pesan di kelas, dapat diterima dengan jelas oleh siswa sebagai penerima pesan di kelas.
Salah satu media yang dapat digunakan dalam pembelajaran Bahasa Jawa khususnya aksara Jawa yaitu dengan media berbentuk kartu huruf. Kelebihan Kartu Huruf dalam Susilana dan Riyana (2009) adalah: Pertama, mudah dibawa-bawa, karena dengan ukuran yang tidak terlalu besar, dapat disimpan di tas dan saku, sehingga tidak membutuhkan ruang yang luas, dan dapat digunakan di mana saja. Kedua, adalah praktis, karena guru tidak perlu memiliki keahlian khusus untuk menggunakan media ini. Ketiga, adalah gampang diingat, karena media ini menyajikan pesan-pesan pendek pada setiap kartu yang disajikan, seperti mengenal huruf, mengenal angka, mengenal nama binatang, dll. Keempat, adalah menyenangkan, media kartu huruf dalam penggunaannya bisa melalui permainan, dengan permainan dapat mengasah kemampuan kognitif dan melatih ketangkasan..Dengan perpaduan antara papan flanel dan kartu huruf sebagai flanelgraf maka dalam penggunaannya media memiliki kelebihan di antaranya: Gambar atau kartu yang dipindah-pindahkan dapat menarik perhatian siswa, siswa dapat berperan secara aktif untuk memindahkan objek gambar yang ditempelkan, hal ini menunjukkan bahwa siswa terlibat tidak hanya secara intelektual namun juga fisik, kemudian gambar atau kartu dapat ditambah dan dapat juga dikurangi jumlahnya termasuk susunannya dapat diubah-ubah sesuai dengan pokok pembicaraan, dan pembelajaran dapat dibuat sesuai kebutuhan yaitu sendiri maupun secara kelompok. Perpaduan media yang menarik dapat meningkatkan minat dan antusiasme siswa untuk mengikuti pembelajaran, sehingga siswa dapat mengingat materi aksara Jawa dengan lebih mudah. Mari kita uri-uri budaya menulis aksara Jawa supaya tidak hilang di telan waktu, Siapa lagi kalau tidak kita yang harus menguri-uri budaya Jawa ini. (*) Editor : Ali Mustofa