Budaya cinta lingkungan perlu dikembangkan dalam dunia pendidikan atas dasar semua jutaan anak bangsa gencar menuntut ilmu, hal ini menjadi harapan akan munculnya berbagai kebijakan mengenai penanganan dan pengelolaan lingkungan yang baik. Lingkungan sekolah tentunya berperan serta dalam pembentukan karakter pada peserta didik. Intensitas pertemuan yang hampir setiap hari dengan guru dan teman-teman sekolah tentunya membuat mereka mencari-cari melalui hal yang dilihat, dirasakan, didengar, dan ditiru dari lingkungan sekitarnya. Media lingkungan alam menjadi terobosan dari media pendidikan lainnya yang ada selama ini, tanpa harus mengesampingkan media-media pembelajaran yang lebih berteknologi dan canggih. Belajar bersama lingkungan alam secara tidak langsung dapat menumbuhkan rasa cinta peserta didik terhadap lingkungan alam, di sini mereka akan belajar mencintai, menyayangi, menghargai dan merawat lingkungan alam, karena dalam belajar mereka terlibat dan membaur langsung bersama lingkungan alam.
Alam sebagai sumber belajar yang tak akan habis merupakan suatu sarana efektif untuk meningkatkan pengetahuan dan mengembangkan pola pikir serta sikap mental positif peserta didik. Mengamati dan memanfaatkan apa yang tersedia di alam sebagai sumber belajar. Penggunaan alam sebagai lingkungan belajar tidak sekedar memindahkan pelajaran ke luar kelas, tetapi dilakukan dengan mengajak peserta didik menyatu dengan alam dan mengarahkan aktivitas mereka pada terwujudnya perubahan perilaku mereka. Laboratorium alam menjadi pusat kegiatan guru dan siswa dalam usaha meneliti dan mengembangkan materi pembelajaran di alam, salah satunya dengan mengenalkan siswa pada objek yang konkret dimana pembelajaran dilakukan di luar kelas, sehingga menghasilkan pengalaman belajar dari observasi langsung dan pembuktian sendiri terhadap sesuatu yang dipelajari.
Konsep alam dalam dunia pendidikan merupakan solusi dari kejenuhan atas metodologi pendidikan di kelas yang lebih berorientasi pada nilai kuantitatif. Proses pembelajaran di laboratorium alam akan sangat efektif karena peserta didik akan mencari informasinya sendiri dengan melihat, membuat, dan merasakan langsung, sehingga dapat mentransfer pengetahuan yang dimilikinya. (*) Editor : Ali Mustofa