Permasalahan umum dalam pendidikan matematika antara lain, rendahnya minat belajar siswa, pelajaran matematika bagi siswa dianggap sulit, pelajaran yang membosankan dan tidak menyenangkan dengan serangkaian rumus-rumus, apalagi bila matematika disampaikan dengan cara dan metode yang konvensional. Rendahnya minat belajar siswa berpengaruh pada hasil belajar siswa. Rendahnya minat belajar siswa pada mata pelajaran matematika disebabkan beberapa faktor, yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Rendahnya minat belajar siswa pada mata pelajaran matematika yang disebabkan faktor internal contohnya dengan tidak adanya rangsangan serta gairah dalam belajar matematika. Karena siswa sudah berasumsi bahwa belajar matematika itu sulit, serta siswa kurang memahami kebutuhan matematika, untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari di masyarakat, sehingga hal itu menimbulkan rendahnya minat belajar siswa.
Pada hakikatnya pembelajaran merupakan proses interaksi antara guru dan siswa, baik interaksi secara langsung maupun tidak langsung. Menurut Cobb (Erwan Suherman, 2003 : 71) pembelajaran matematika sebagai proses pembelajaran yang melibatkan siswa secara aktif mengkontruksi pengetahuan matematika. Hakikat belajar matematika di SD antara lain. Pertama konsep dan mengaplikasikan konsep secara akurat, efisien, dan tepat dalam memecahkan masalah. Kedua, menggunakan penalaran pada pola dan sifat, melakukan manipulasi matematika dalam membuat generalisasi, menyusun bukti dan menjelaskan.
Tugas seorang guru bukanlah hanya sekadar menyampaikan pelajaran semata, seorang guru yang professional juga dituntut untuk mempunyai kemampuan agar dapat menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, pembelajaran yang kondusif dan menata ruang belajar yang presentatif, serta mampu memotivasi siswa untuk belajar terutama mata pelajaran matematika yang selama ini banyak ditakuti siswa, karena asumsi mereka bahwa mata pelajaran matematika itu sulit. Mengajar akan sukses bila guru tidak melakukan pembelajaran secara konvensional, guru harus kreatif dan motivator.
Delapan tips untuk memotivasi siswa agar lebih semangat dalam belajar matematika antara lain, pertama guru menggunakan berbagai metode yang sesuai, supaya siswa bisa cepat paham, guru menemukan atau menggunakan pola khusus dalam membantu siswa mengerjakan matematika, contoh siswa yang kesulitan perkalian bisa menggunakan cara jarimatika.Siswa yang kesulitan belajar materi satuan ukur bisa menggunakan konversi satuan ukur. Kedua, menjelaskan pentingnya pembelajaran matematika untuk jenjang karir yang mereka inginkan di masa depan. Ketiga, memberi reward, baik berupa materi maupun pujian. Keempat, mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari, contoh saat berjualan atau belanja di pasar maupun di mall. Kelima, menggunakan metode hibur dan berikan sugesti positif(saya pasti bisa menjawab). Keenam, membuat rencana pembelajaran yang melibatkan siswa. Ketujuh, mengubah lingkungan belajar menjadi yang lebih menyenangkan. Kedelapan, belajar bersama teman,karena belajar sendirian yang materinya sulit akan membuat sesorang menjadi bosan. Memiliki teman dalam belajar akan memudahkan siswa mengatasi masalah dan berbagi metode belajar yang efektif. Itulah tadi beberapa tips meningkatkan minat belajar siswa. (*) Editor : Ali Mustofa