Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Angkringan, Kuliner Idola Kekinian

Ali Mustofa • Selasa, 5 Oktober 2021 | 03:48 WIB
Wahyuning Indah Pertiwi, S.Pd.; Guru Prakarya SMP Negeri 5 Cepu, Kabupaten Blora (ISTIMEWA FOR RADAR KUDUS)
Wahyuning Indah Pertiwi, S.Pd.; Guru Prakarya SMP Negeri 5 Cepu, Kabupaten Blora (ISTIMEWA FOR RADAR KUDUS)
BICARA tentang kuliner seakan tidak ada habisnya. Belakangan ini banyak berkembang tempat kuliner kekinian yang menarik perhatian para  penikmat kuliner. Tema unik, tempat nyaman, dan fasilitas menyenangkan tentu saja memanjakan para penikmat kuliner. Kini semakin viral tempat kuliner yang disebut dengan street food. Beberapa di antaraya mengusung tema usaha  kuliner tempo dulu yang ditampilkan secara modern. Salah satu contohnya adalah angkringan. Mendengar kata angkringan pasti teringat kota Solo dan Jogjakarta. Karena di sanalah banyak berkembang usaha angkringan. Sesungguhnya cikal bakal angkringan  berasal dari Solo yang lahir dari inovasi Eyang Karso Dikromo asal Klaten. Angkringan berasal dari bahasa jawa ‘angkring’ yang berarti alat atau tempat makanan keliling dengan  pikulan berbentuk melengkung keatas, yaitu sebuah gerobak panggul (pikul) untuk menjual berbagai makanan dan minuman di pinggir jalan. Banyak sebutan lain dari angkringan yaitu warung hik, wedangan, warung koboy, sego kucing, dan lain-lain. Hal ini kemungkinan bertujuan untuk menarik perhatian penikmat kuliner. Seiring berkembangnya waktu, konsep angkringan juga semakin berkembang dan inovatif. Angkringan tampil dengan balutan konsep yang modern. Sehingga lebih kekinian.

Usaha angkringan semakin meluas di Indonesia, bahkan penikmat angkringan yang tadinya lebih banyak kaum muda, kini segala kalangan menjadi penggemar angkringan. Kira-kira tahukah anda apa yang menyebabkan angkringan semakin menjadi idola? Yang pertama lokasi angkringan strategis dan mudah di cari karena kebanyakan di pinggir jalan. Kedua,  konsep angkringan lebih kekinian, modern, tetapi tetap menampilkan unsur tradisional. Ketiga, menu sederhana (seperti nasi kucing, gorengan macam-macam sate, teh, kopi, dan sebagainya),  diterima  lidah semua orang, dan harga sangat terjangkau. Keempat, suasana santai, akrab, bebas, kekeluargaan sehingga angkringan di kenal tempat yang egaliter yaitu pembelinya variatif dari segala kalangan mulai tukang becak, mahasiswa, seniman, dan pegawai kantor. Bahkan pejabat dan eksekutif karena angkringan menyuguhkan kenyamanan dengan segala fasilitas yang menyenangkan.

Keberadaan angkringan kini semakin menjamur, tidak hanya di Solo dan Jogja saja. Angkringan mulai merambah ke kota-kota lain. Konsep angkringan semakin berkembang, ide para pengusaha angkringan untuk mengembangkan usahanya demi menarik konsumen sangat luar biasa. Hal ini memberikan angin segar pada perkembangan kuliner nusantara. Semakin banyaknya angkringan , membuktikan kuatnya kuliner tradisional di tengah gempuran kuliner barat dan asia. Beberapa contoh angkringan dengan konsep unik dan modern diantaranya, angkringan drive thru, angkringan online, angkringan dengan konsep outdoor, angkringan lesehan, angkringan pinggir jalan, angkringan dengan konsep klasik, angkringan ala kafe, angkringan bambu, dan masih banyak lagi konsep-konsep unik yang menjadi ide para pengusaha angkringan. Hal ini dimaksudkan untuk menarik para konsumen sehingga betah dan merasa nyaman berlama-lama di angkringan, selanjutnya membuat konsumen ingin kembali lagi datang ke angkringan.

Kini angkringan tidak lagi menjadi milik kalangan menegah ke bawah. Angkringan menjadi milik semua lapisan, dan  menjadi magnet baru bagi penikmat kuliner. Tempat yang egaliter, harga menu yang murah, perpaduan konsep tradisional dan modern, kenyamanan,  dan fasilitas yang menyenangkan, rupanya cukup membius penikmat kuliner. Saat ini, angkringan menjadi tempat kekinian  idola semua kalangan. (*) Editor : Ali Mustofa
#kuliner #angkringan #wahyuning indah pertiwi #pendidikan