Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Memaksimalkan Hasil Belajar Online

Ali Mustofa • Senin, 27 September 2021 | 21:45 WIB
Rusmanto, S.Ag.; GPAI SDN 3 Jangkungharjo, Brati, Grobogan (ISTIMEWA FOR RADAR KUDUS)
Rusmanto, S.Ag.; GPAI SDN 3 Jangkungharjo, Brati, Grobogan (ISTIMEWA FOR RADAR KUDUS)
PANDEMI merupakan sebuah epidemi yang telah menyebar ke berbagai benua dan negara. Umumnya menyerang banyak orang. Sementara epidemi sendiri, sebuah istilah yang telah digunakan untuk mengetahui peningkatan jumlah kasus penyakit secara tiba-tiba pada suatu populasi area tertentu.

Istilah pandemi tidak digunakan untuk menunjukkan tingginya tingkat suatu penyakit, melainkan hanya memperlihatkan tingkat penyebarannya. Perlu diketahui, dalam kasus pandemi Covid-19, menjadi yang pertama dan disebabkan virus korona yang telah ada sejak akhir 2019. Meskipun pada masa pandemi dengan pembelajaran online ini, hasil belajar harus tetap maksimal.

Apa itu hasil belajar? Menurut Benyamin S. Bloom dalam Syamsu Yusuf (2005: 35), definisi hasil belajar mencakup kemampuan kognitf, afektif, dan psikomotorik. Domain kognitif adalah knowledge (pengetahuan, ingatan), comprehension (pemahaman, menjelaskan, meringkas, contoh), application (menerapkan), analysis (menguraikan, menentukan hubungan), synthesis (mengorganisasikan, merencanakan, membentuk bangunan baru), dan evaluation (menilai). Domain afektif adalah receiving (sikap menerima), responding (memberikan respons), valuing (nilai), organitation (organisasi), dan characterization (karakterisasi). Domain psikomotor meliputi initiatory, pre-routine, dan rountinized. Psikomotor juga mencakup keterampilan produktif, teknik, fisik, sosial, manajerial, dan intelektual.

Hasil belajar merupakan penguasaan keterampilan dan pengetahuan yang dimiliki peserta didik dalam mata pelajaran yang ditunjukkan. Dengan tes atau nilai yang diberikan guru serta kemampuan perubahan sikap/tingkah laku yang diperoleh peserta didik melalui kegiatan belajar.

Jadi, hasil belajar yang dimaksud adalah suatu hasil yang telah dicapai (dilakukan) peserta didik setelah adanya aktivitas belajar suatu mata pelajaran yang telah ditetapkan dalam waktu yang telah ditentukan pula. Hasil belajar dapat diketahui setelah dilakukan evaluasi hasil belajar.

Setiap orang yang melakukan kegiatan ingin tahu hasil dari kegiatan yang dilakukan. Untuk mengetahui tentang baik dan buruknya dan proses hasil dari kegiatan pembelajaran, seorang guru harus menyelenggarakan evaluasi.

Pembelajaran online dilakukan dengan memanfaatkan teknologi khususnya internet. Pembelajaran online dilakukan dengan sistem belajar jarak jauh. Kegiatan belajar dan mengajar (KBM) tidak dilakukan secara tatap muka. Pembelajaran dilakukan menggunakan media, baik media cetak (modul) maupun noncetak (audio/video), komputer/internet, siaran radio, dan televisi.

Pada pembelajaran online, peserta didik dapat menjadi kurang aktif dalam menyampaikan aspirasi dan pemikirannya, sehingga dapat mengakibatkan pembelajaran yang menjenuhkan.

Seorang siswa yang mengalami kejenuhan dalam belajar akan memperoleh ketidakmajuan dalam hasil belajar. Oleh karena itu, diperlukan pendorong untuk menggerakkan menggerakan siswa agar semangat belajar, sehingga dapat memiliki prestasi belajar.

Semangat belajar dapat dimiliki dengan meningkatkan motivasi belajar. Motivasi belajar adalah sebuah penggerak atau pendorong yang membuat seseorang akan tertarik kepada belajar, sehingga akan belajar secara terus-menerus. (*) Editor : Ali Mustofa
#rusmanto #hasil belajar online #pendidikan #pandemi covid-19