Inovasi pembelajaran merupakan sebuah upaya pembaharuan terhadap berbagai komponen yang diperlukan dalam penyampaian materi pelajaran berupa ilmu pengetahuan dari pendidik kepada peserta didik dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan yang berlangsung. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (1990: 330) dijelaskan bahwa inovasi sebagai pemasukan atau pengenalan hal-hal yang baru, penemuan baru yang berbeda dari yang sudah ada atau yang sudah dikenal sebelumnya baik berupa gagasan, metode atau alat.
Pandemi Covid-19 berdampak pada semua aspek kehidupan, termasuk pendidikan di Indonesia. Pembelajaran belum sepenuhnya berjalan normal. Baru sebesar 40% sekolah di Kabupaten Grobogan yang mendapatkan rekomendasi untuk menyelenggarakan simulasi PTM dan PTM terbatas. SD Negeri 2 Rambat, Kecamatan Geyer termasuk salah satu sekolah yang telah mendapatkan rekomendasi untuk menyelenggarakan simulasi PTM dan PTM secara terbatas.
Inovasi pembelajaran menjadi sangat penting dan harus dilakukan oleh guru untuk menjadikan pembelajaran lebih hidup dan bermakna bagi siswa. Kemauan guru untuk mencoba menemukan, menggali, dan mencari berbagai terobosan, pendekatan, metode, dan strategi pembelajaran merupakan salah satu penunjang akan munculnya berbagai inovasi baru.
Sebagai pengembang bahan ajar, guru harus mengetahui bahan ajar yang dapat digunakan untuk mendukung inovasi program pembelajaran sehingga dapat memenuhi kebutuhan siswa. Sebagai pengembang metode pembelajaran, guru harus memilih dan menerapkan berbagai metode pembelajaran. Misalnya dengan presentasi, demostrasi, tutorial, diskusi, belajar kooperatif, permainan, atau simulasi. Sebagai pengembang strategi pembelajaran, guru harus mengetahui cara-cara spesifik yang dapat dilakukan oleh individu agar siswa dapat mencapai tujuan pembelajaran. Sebagai pengembang media pembelajaran, guru harus dapat memilih dan menggunakan media yang tepat untuk menyelenggarakan program pembelajaran. Media yang dipilih harus dapat menunjang efektivitas pembelajaran, misalnya menggunakan teks, audio, video, komputer, dan jaringan intenet.
Inovasi pembelajaran sederhana yang diterapkan di kelas VI SD Negeri 2 Rambat, Kecamatan Geyer selama masa pandemi ini antara lain membuka dan menutup pelajaran dengan nyanyian, membuat materi pelajaran menjadi syair lagu, untuk mempermudah menghafal dan mengingat didukung dengan media atau alat pelajaran, dan memanfaatkan benda-benda yang ada di lingkungan sekitar sebagai sumber belajar. Metode-metode pembelajaran kooperatif dan kontekstual pun menjadi bagian inovasi dalam pembelajaran.
Sisi positif pandemi Covid-19 menjadikan guru-guru lebih kreatif dan inovatif. Bahwa pembelajaran tidak hanya dapat dilaksanakan secara tatap muka di dalam kelas. Pembelajaran dapat diselenggarakan dengan berbagai cara. Pembelajaran jarak jauh dengan memanfaatkan teknologi informatika, sistem blended learning dengan memadukan antara pembelajaran daring dan luring, model guling dengan berbagai teknik, ataupun PTM secara terbatas. Semua akan menjadi bermakna bagi siswa apabila guru mampu mengemasnya dengan inovasi yang tepat.
Mari terus berkarya untuk menjadi guru kreatif dan inovatif. (*) Editor : Ali Mustofa