Perubahan pola hidup ini juga berdampak pada anak-anak dalam kehidupan sehari-hari. Terutama anak-anak yang masih berstatus pelajar sekolah. Di era sekarang ini anak-anak hampir tak pernah lepas dari yang namanya gadget atau smartphon. Entah itu sekedar untuk bersosial media, bermain game, maupun untuk belajar. Namun fakta di lapangan anak-anak yang berstatus pelajar sekolah justru lebih tertarik menggunakan gadget untuk bermain game, baik itu game ofline maupun online dari pada untuk belajar. Hal ini dapat terpantau dari story atau status Whats App di Smartphone anak-anak, dan juga masukan dari orang tua siswa lewat secara langsung kepada guru.
Menghadapi masalah penggunaan gadget atau smartphone ini sangat diperlukan kepedulian orang tua, guru maupun masyarakat. Dalam hal ini orang tua, guru, dan masyarakat sangatlah penting dalam mengarahkan anak-anak untuk bertindak bijak dalam memanfaatkan gadget atau smartphone tersebut. Guru perlu membimbing anak-anak dalam memanfaatkan teknologi yang ada tersebut dalam pembelajaran. Guru hendaknya selalu menanamkan kepada anak untuk menggunakan gadget sesuai kebutuhan. Guru juga perlu menjalin komunikasi yang baik dengan orang tua untuk mengawasi penggunaan gadget di rumah. Apalagi di masa pandemi covid-19 ini pembelajaran secara tatap muka ditiadakan. Hal ini untuk melindungi kesehatan dan keselamatan siswa, guru, tenaga kependidikan, dan masyarakat pada umumnya. Diperlukan adanya kolaborasi antara guru dan orang tua agar tetap terlaksananya proses pembelajaran. Dan pembelajaran yang disarankan adalah pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau pembelajaran secara daring.
Berkaitan dengan penggunaan gadget ini anak-anak perlu dibiasakan menggunakan gadget untuk kegiatan literasi digital dalam pembelajaran. Kita arahkan anak-anak untuk mengakses situs-situs yang berhubungan dengan pendidikan. Misal membuka yotube tentang video pembelajaran, materi pelajaran, lembar kerja siswa, maupun soal penilaian harian. Selain itu siswa juga bisa kita bimbing untuk membuat konten-konten pendidikan yang bermanfaat. Hasil karya tersebut bisa diunggah ke aplikasi-aplikasi seperti yutobe ataupun tiktok. Hasil karya yang bagus dan menarik itu tentu akan mendapatkan apresiasi yang luar biasa dari masyarakat yang melihatnya. Hal ini tentu akan meningkatkan rasa percaya diri pada diri siswa. Dengan kepercayaan diri berliterasi digital inilah maka akan terlahir ide-ide cemerlang dari siswa yang akan menunjang tercapainya tujuan pendidikan.
Pada intinya kemajuan ilmu dan teknologi akan memberi warna yang berbeda. Hal itu tergantung kita dalam menyikapinya. Jika kita memanfaatkan ilmu dan teknologi untuk kebaikan tentu akan menghasikan sesuatu yang baik dan akan berguna dalam kehidupan sehari-hari begitu juga sebaliknya.(*) Editor : Ali Mustofa