Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Budayakan Sekolah Hijau Bersih dan Indah

Ali Mustofa • Jumat, 7 Mei 2021 | 17:23 WIB
Murniningsih, S.Pd.; Guru SMP Negeri 1 Sumber, Rembang. (DOK PRIBADI FOR RADAR KUDUS)
Murniningsih, S.Pd.; Guru SMP Negeri 1 Sumber, Rembang. (DOK PRIBADI FOR RADAR KUDUS)
PROGRAM sekolah hijau (green school) merupakan kegiatan penataan lingkungan sekolah. Bertujuan menciptakan suasana yang asri, sejuk, bersih, dan sehat. Mendukung proses KBM, baik dalam ruang atau luar ruang.

Lingkungan sekolah yang kondusif sangat diperlukan. Hasilnya tamatan yang baik melalui proses belajar mengajar berbasis sistem pendidikan bermutu. Lingkungan sekolah yang kondusif akan mendorong terwujudnya pola hidup bermutu. Sangat diperlukan dalam meningkatkan daya saing bangsa di mata dunia. Sekaligus melestarikan kekayaan sumber daya alam hayati Indonesia.

Langkah mewujudkan green school perlu dilakukan berbagai langkah. Pengelolaan limbah air, sampah, lard scaping, dan penghijauan. Perawatan fisik bangunan dan lingkungan tidak kalah penting. Sekolah menjadi pusat penghijauan (green school) yang bermanfaat bagi lingkungan.

Lingkungan adalah semua yang mempengaruhi pertumbuhan manusia dan hewan. Lingkungan hidup adalah gabungan dari faktor kimiawi dan hayati yang dapat mempengaruhi kelangsungan kehidupan serta kesejahteraan makhluk hidup. Sekolah hijau wujud nyata dalam upaya membudayakan kegiatan sekolah. Bagian kegiatan manusia dalam mengolah lingkungan hidupnya. Bertujuan agar tetap tercipta lingkungan hidup yang tidak meninggalkan sifat-sifat alami yang manusiawi.

Lingkungan yang bersih adalah lingkungan yang bebas dari kotoran. Keindahan adalah tampilan yang cantik, bagus, elok, nyaman, segar, dan sehat. Ruang terbuka hijau merupakan ruang-ruang dalam sekolah yang pada dasarnya tanpa bangunan. Siapa yang paling bertanggung jawab terhadap kebersihan sekolah? Memang, sekolah yang besar sangat membutuhkan penanganan kebersihan yang ekstra. Dukungan dari komponen sekolah haruslah solid, mulai dari kepala sekolah, guru, staf, bahkan siswa sendiri. Namun yang paling berperan adalah petugas pembantu sekolah (tukang kebon).

Dilihat dari luasnya sekolah, memang sudah saatnya untuk menswastanisasi masalah kebersihan sekolah. Sesuai dengan ide cemerlang dari beberapa guru. Mengapa? Karena, tenaga pembantu sekolah dinilai kurang kondusif dalam hal penanganan kebersihan sekolah mengingat luas area sekolah yang begitu besar.

Sangat tepat jika kebersihan sekolah itu ditangani pihak swasta. Artinya pihak sekolah mencari tenaga tambahan (swasta) yang bertanggung jawab penuh terhadap kebersihan sekolah. Ide beberapa guru tersebut, untuk saat ini dirasa sangat perlu. Kebersihan sekolah tidak lagi merupakan tanggung jawab guru dan siswa.

Guru dan siswa hanya dapat memantau, menjaga, dan menikmati kebersihan yang telah diswastanisasi. Sekolah yang bersih, tertata rapi, hijau, dan nyaman akan bisa dirasakan, sehingga akan menunjang kelancaran KBM.

Keadaan kelas yang masih kotor saat pelajaran akan dimulai tidak bakal nyaman. Guru pasti menyuruh anak-anak untuk membersihkan kelasnya terlebih dahulu. Beberapa menit pelajaran sehari akan terpotong untuk membersihkan kelas. Bila dalam hitungan seminggu. sebulan atau bahkan setahun akan dihitung sudah berapa jam hilang untuk kebersihan kelas.

Kegunaan penghijauan sekolah, di antaranya, hijau sebagai pengaman (untuk pengaman sarana sekolah tertentu. Agar tidak digunakan untuk kepentingan lain. Selain itu, hijau sebagai taman sekolah. Menjadikan sekolah sebagai sekolah hijau dan melestarikan sekitarnya. Termasuk, hijau sebagai sumber produksi (penghijauan dengan tanaman atau pohon-pohon yang produktif).

Fungsi ruang terbuka hijau di antaranya, sebagai paru-paru sekolah fotosintesa, sumber air tanah atau resapan; mencegah erosi, keindahan dan kehidupan satwa, menciptakan iklim dan unsur pendidikan (edukatif).

Upaya kegiatan penghijauan sekolah adalah menyelenggarakan penyuluh dan kursus. Bidangnya pertamanan dan perawatan bunga dipot. Serta menjalin kemitraan dengan stakeholder, masyarakat, orang tua, dan pengusaha peduli penghijauan. Mengadakan lomba keindahan dan lomba perawatan bunga dan taman. Puncaknya menyelenggarakan pameran pertamanan. (*) Editor : Ali Mustofa
#sekolah hijau #kelancaran kbm #murniningsih #suasana asri